TRENGGALEK NJENGGELEK- Rumah Veda Ega Pratama menyimpan banyak cerita tentang perjalanan karier salah satu pembalap muda terbaik Indonesia. Berlokasi di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, kediaman pembalap binaan Astra Honda tersebut bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi saksi perjuangan sejak awal merintis karier di dunia balap.
Ketika memasuki Rumah Veda Ega Pratama, suasana yang terlihat langsung menggambarkan kehidupan seorang atlet balap. Berbagai koleksi motor, helm, wearpack, hingga deretan piala memenuhi beberapa sudut ruangan. Semua benda tersebut menjadi bukti perjalanan panjang yang telah dilalui Veda sejak masih mengikuti balapan mini GP hingga berhasil menembus kompetisi internasional.
Keunikan Rumah Veda Ega Pratama bukan hanya terletak pada koleksi trofi yang berjajar rapi. Di dalam rumah tersebut juga tersedia ruang khusus latihan fisik yang menunjukkan keseriusan keluarga dalam mendukung perkembangan kemampuan sang pembalap sejak usia dini.
Dipenuhi Koleksi Piala dan Kenangan Balap
Memasuki ruang utama rumah, perhatian langsung tertuju pada puluhan piala yang tersusun rapi di dalam lemari. Trofi-trofi tersebut berasal dari berbagai kejuaraan yang pernah diikuti Veda sejak masih anak-anak.
Beberapa piala bahkan berasal dari kompetisi yang berlangsung sekitar tahun 2015 hingga 2016, saat Veda mulai aktif mengikuti berbagai ajang balap usia dini. Koleksi itu menjadi catatan perjalanan karier yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Selain trofi, ruangan tersebut juga dipenuhi berbagai helm yang pernah digunakan Veda saat mengikuti kejuaraan mini GP maupun road race. Setiap helm memiliki cerita tersendiri karena digunakan pada momen-momen penting selama perjalanan kariernya.
Tidak hanya milik Veda, terdapat pula perlengkapan balap milik sang ayah, Sudarmono, yang juga pernah aktif sebagai pembalap. Kehadiran koleksi tersebut memperlihatkan bahwa dunia balap memang sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga mereka sejak lama.
Motor Balap Masih Tersimpan Rapi
Salah satu daya tarik lain di Rumah Veda Ega Pratama adalah koleksi motor balap yang masih dirawat dengan baik.
Beberapa motor mini GP yang pernah menjadi kendaraan balap Veda masih tersimpan di dalam rumah. Motor-motor tersebut menjadi saksi awal perjalanan sang pembalap sebelum akhirnya berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Selain mini GP, terdapat pula motor yang digunakan pada masa awal mengikuti road race. Kendaraan tersebut memiliki nilai historis karena menjadi bagian penting dari proses pembentukan kemampuan Veda di lintasan.
Kehadiran berbagai motor balap di rumah menunjukkan bahwa keluarga tidak sekadar menyimpan barang koleksi, tetapi juga menjaga kenangan perjalanan yang penuh perjuangan.
Wearpack dari Berbagai Periode Karier
Di salah satu ruangan, tersimpan berbagai wearpack yang pernah dikenakan Veda selama mengikuti kompetisi.
Mulai dari wearpack ketika membela tim pada ajang road race hingga seragam balap saat bergabung dengan Astra Motor Racing Team tersusun rapi sebagai dokumentasi perjalanan karier.
Setiap wearpack menjadi pengingat perkembangan prestasi yang berhasil diraih. Dari balapan tingkat nasional hingga kesempatan tampil pada ajang internasional, semuanya tersimpan sebagai bagian dari sejarah perjalanan seorang atlet.
Tidak hanya itu, beberapa helm favorit Veda juga masih disimpan. Salah satunya merupakan helm yang menurutnya memiliki banyak kenangan karena digunakan ketika meraih sejumlah hasil positif dalam kompetisi.
Berawal dari Motocross hingga Road Race
Perjalanan Veda menuju Moto3 ternyata tidak dimulai langsung dari balapan aspal.
Sejak kecil, ia terlebih dahulu mengenal dunia motocross sebelum akhirnya beralih ke mini GP dan road race. Pengalaman tersebut membuat kemampuan mengendalikan motor berkembang secara bertahap.
Setelah beberapa kali mengikuti kejuaraan motocross, Veda mulai mencoba balapan mini GP. Dari sinilah bakatnya semakin terlihat hingga akhirnya beralih ke kompetisi road race yang membuka jalan menuju pembinaan profesional.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraih saat ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak usia sangat muda.
Ruang Latihan Fisik di Dalam Rumah
Selain menyimpan koleksi perlengkapan balap, Rumah Veda Ega Pratama juga memiliki ruang latihan fisik yang cukup lengkap.
Berbagai alat olahraga tersedia untuk menunjang kebugaran tubuh, mulai dari treadmill, meja tenis, roller, bola latihan, hingga barbel.
Fasilitas tersebut digunakan Veda untuk menjaga kondisi fisik ketika tidak berada di lintasan. Sebagai pembalap, kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan koordinasi gerak menjadi faktor penting dalam menghadapi balapan.
Keberadaan ruang latihan di rumah memudahkan Veda menjalani program latihan secara rutin tanpa harus selalu pergi ke pusat kebugaran.
Latihan fisik yang konsisten menjadi salah satu kunci agar performanya tetap terjaga sepanjang musim kompetisi yang padat.
Tradisi Balap dalam Keluarga
Dunia balap ternyata bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan Veda seorang. Keluarganya juga memiliki keterlibatan yang cukup besar dalam olahraga ini.
Adiknya bahkan mulai mengenal balapan mini GP sejak usia sekitar tujuh tahun. Mereka beberapa kali menjalani latihan bersama di sirkuit latihan yang berada di kawasan Pasar Hewan Siyono.
Dalam sesi latihan tersebut, berbagai teknik dasar terus diasah, mulai dari cara menikung, pengereman, hingga teknik keluar tikungan dengan benar.
Pendampingan keluarga menjadi salah satu faktor yang membantu perkembangan kemampuan Veda sejak kecil. Dukungan tersebut terus berlanjut hingga kini ketika ia bersaing di level internasional.
Simbol Perjalanan Menuju Balap Dunia
Rumah Veda Ega Pratama bukan hanya menjadi tempat beristirahat sepulang latihan atau balapan. Setiap sudut rumah menyimpan cerita mengenai kerja keras, disiplin, dan mimpi besar yang dibangun sejak usia dini.
Deretan piala, helm, motor, hingga ruang latihan menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan. Semua berawal dari latihan yang dilakukan secara konsisten dan dukungan penuh dari keluarga.
Kini, ketika nama Veda mulai dikenal di ajang balap dunia, rumah sederhana di Gunungkidul tersebut tetap menjadi tempat yang mengingatkan pada awal perjalanan kariernya. Dari sanalah lahir tekad untuk membawa nama Indonesia bersaing di panggung balap motor internasional dan membuka jalan bagi generasi pembalap muda berikutnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula