JAKARTA - Feda Ega Pratama kembali mencuri perhatian pada ajang Moto3 Grand Prix Ceko 2026 setelah menampilkan performa impresif di Sirkuit Automotodrom Brno. Pembalap muda Indonesia itu berhasil menembus lima besar meski harus memulai balapan dari posisi ke-20 akibat penalti yang diterimanya usai sesi kualifikasi.
Pencapaian Feda Ega Pratama tersebut menjadi sorotan karena ia sebelumnya mengamankan posisi kedelapan pada sesi Q2 dengan catatan waktu 2 menit 05,270 detik. Namun, hukuman mundur sejumlah posisi start membuat peluangnya untuk bersaing di barisan depan sempat diragukan banyak pihak.
Meski demikian, Feda Ega Pratama justru menunjukkan mentalitas kuat saat lampu start padam. Dari barisan belakang, pembalap Honda Team Asia itu langsung tampil agresif dan mulai memangkas posisi lawan satu per satu di lintasan Brno yang dikenal teknis dan menuntut presisi tinggi.
Bangkit dari Penalti di Brno
Sirkuit Automotodrom Brno bukan trek yang mudah untuk ditaklukkan. Karakter lintasan yang memiliki perubahan elevasi, tikungan cepat, dan area pengereman berat sering kali menjadi ujian bagi para pembalap muda.
Namun kondisi tersebut tidak menghalangi laju Feda. Sejak lap awal, ia mampu memanfaatkan setiap peluang untuk menyalip rival-rivalnya. Beberapa manuver pengereman terlambat atau late braking yang dilakukan pembalap asal Gunungkidul itu menjadi salah satu senjata utamanya dalam menembus kerumunan pembalap di grup tengah.
Pergerakan cepat Feda membuat banyak pengamat balap mulai memperhatikan aksinya. Dalam beberapa putaran saja, ia berhasil masuk ke zona poin dan terus mendekati rombongan sepuluh besar.
Menurut narasi yang berkembang di paddock, banyak pihak sebelumnya memperkirakan penalti tersebut akan mengganggu ritme balap Feda. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Hukuman itu disebut menjadi motivasi tambahan bagi sang pembalap untuk tampil lebih agresif sepanjang balapan.
Tampil Konsisten hingga Menembus Lima Besar
Memasuki pertengahan lomba, Feda semakin nyaman dengan ritme balapnya. Ia mampu menjaga kecepatan sekaligus mengelola kondisi ban dengan baik saat sejumlah rival mulai kehilangan performa akibat suhu trek yang meningkat.
Keunggulan tersebut membuatnya terus merangsek ke depan. Di beberapa sektor teknis Brno, Feda bahkan mampu memangkas jarak dengan kelompok terdepan dan terlibat dalam duel ketat melawan sejumlah pembalap Eropa yang lebih berpengalaman.
Keberaniannya saat memasuki tikungan-tikungan cepat menjadi salah satu faktor penting yang menjaga peluangnya untuk finis di posisi terbaik. Di sisi lain, ketenangan dalam mengambil keputusan juga memperlihatkan kematangan balap yang semakin berkembang sepanjang musim 2026.
Menjelang lap-lap terakhir, pembalap Indonesia itu sudah berada di kelompok terdepan dan terus memberikan tekanan kepada para rivalnya. Persaingan sengit terjadi hingga garis finis, sebelum akhirnya Feda mengamankan posisi lima besar.
Jadi Sorotan Paddock Moto3
Hasil tersebut langsung memicu banyak perbincangan di kalangan penggemar balap motor. Start dari posisi ke-20 lalu mampu finis lima besar dianggap sebagai salah satu penampilan paling menonjol dalam balapan Moto3 Ceko musim ini.
Selain menunjukkan kecepatan, Feda juga dinilai berhasil membuktikan kekuatan mentalnya setelah menerima hukuman yang berpotensi merusak peluang meraih hasil maksimal. Penampilannya menjadi bukti bahwa posisi start bukan satu-satunya faktor penentu dalam balapan.
Bagi Feda, hasil di Brno menjadi tambahan penting dalam perjalanan kariernya di Moto3 musim 2026. Sementara bagi para rival, performa pembalap muda Indonesia itu menjadi sinyal bahwa persaingan di kelas ringan semakin ketat.
Dengan performa yang terus meningkat dan kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi lintasan, Feda Ega Pratama kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Editor : Divka Vance Yandriana