TRENGGALEK NJENGGALEK - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perhatian menjelang seri Moto3 Republik Ceko 2026 yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno pada 19-21 Juni. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu datang dengan status sebagai pembalap Honda terbaik musim ini. Namun, posisinya mulai mendapat ancaman serius baik dari sesama rider Honda maupun rival dalam perebutan gelar rookie terbaik.
Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap paling konsisten di Moto3 2026. Hingga memasuki seri kesembilan musim ini, rider Honda Team Asia tersebut telah mengumpulkan 71 poin dan masih memimpin klasemen internal Honda.
Catatan itu membuat Veda Ega Pratama menjadi harapan utama pabrikan Jepang untuk bersaing melawan dominasi KTM, CFMoto, dan tim-tim Eropa lainnya. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya aman karena sejumlah pembalap Honda mulai mendekat.
Guido Pini menjadi pesaing terdekat dengan raihan 48 poin. Sementara itu Eddie O'Shea mengoleksi 35 poin dan Cormac Buchanan O'Gorman berada tidak jauh di belakang dengan 34 poin. Meski masih unggul cukup jauh, Veda tetap dituntut menjaga konsistensi agar tidak kehilangan status sebagai pembalap Honda terbaik musim ini.
Perebutan Rookie Terbaik Semakin Sengit
Selain mempertahankan dominasi di internal Honda, Veda Ega Pratama juga tengah menghadapi persaingan ketat dalam klasemen rookie Moto3 2026.
Setelah seri Hungaria, posisi Veda sebagai rookie terbaik harus direbut oleh Bryan Uriarte. Pembalap muda Spanyol tersebut kini mengoleksi 72 poin atau unggul satu angka dari Veda yang mengumpulkan 71 poin.
Selisih yang sangat tipis membuat balapan di Brno berpotensi mengubah peta persaingan secara drastis. Satu hasil finis lebih baik saja sudah cukup untuk mengembalikan posisi puncak rookie standings kepada Veda.
Situasi ini membuat GP Ceko menjadi balapan yang sangat penting bagi pembalap Indonesia tersebut.
Rivalitas Asia: Veda vs Hakim Danish
Moto3 2026 juga menghadirkan rivalitas menarik antara dua talenta muda Asia, yakni Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia.
Keduanya mulai menarik perhatian paddock internasional karena mampu bersaing di tengah dominasi pembalap Eropa. Namun, keduanya memiliki karakter balap yang berbeda.
Veda dikenal sebagai pembalap yang mengandalkan konsistensi dan manajemen balapan. Ia jarang membuat kesalahan besar dan hampir selalu mampu membawa pulang poin penting. Podium bersejarah di GP Brasil menjadi bukti kapasitasnya sebagai salah satu rookie terbaik musim ini.
Sebaliknya, Hakim Danish dikenal memiliki kecepatan alami dan agresivitas tinggi. Ia sempat meraih podium ketiga di GP Italia, namun masih kerap kehilangan poin akibat inkonsistensi performa.
Perbandingan tersebut membuat banyak pengamat mulai membahas siapa yang lebih berpeluang menjadi pembalap Asia berikutnya yang mampu menembus level tertinggi MotoGP.
Tantangan Besar Menanti di Brno
Meski memiliki peluang besar meraih hasil positif, tantangan yang dihadapi Veda tidak mudah. Sirkuit Brno merupakan trek baru bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut.
Situasi serupa sempat dialami Veda saat tampil di Balaton Park, Hungaria. Ketika itu ia harus beradaptasi dengan karakter lintasan baru dan akhirnya gagal meraih hasil maksimal setelah menerima hukuman long lap penalty.
Namun, performanya tetap mendapat apresiasi karena mampu bersaing di kelompok pembalap peraih poin sepanjang balapan.
Karakter Sirkuit Brno yang mengombinasikan trek lurus panjang dengan tikungan cepat menuntut keseimbangan motor serta kemampuan menjaga ritme balapan. Faktor adaptasi akan menjadi kunci utama bagi Veda untuk tampil kompetitif.
Peluang Masuk Lima Besar Klasemen
Saat ini Veda Ega Pratama berada di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 71 poin. Hasil positif di Republik Ceko dapat membawanya naik ke posisi lima besar sekaligus memperkuat statusnya sebagai rookie terbaik Honda musim ini.
Dengan konsistensi yang sudah ditunjukkan sepanjang musim, peluang tersebut tetap terbuka lebar. Namun, Veda harus mampu mengatasi tantangan lintasan baru dan tekanan dari para rival yang terus membayangi.
Seri Brno pun diprediksi menjadi salah satu momen penentu perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026. Bukan hanya untuk mempertahankan status pembalap Honda terbaik, tetapi juga untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Editor : Gita Dwi Nuraini