Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Masih Raja Honda Moto3 2026, Tapi Terancam Disalip Rival di GP Ceko, Perebutan Rookie Terbaik Makin Memanas

Gita Dwi Nuraini • Senin, 22 Juni 2026 | 16:19 WIB
Veda Ega Pratama masih jadi pembalap Honda terbaik Moto3 2026, namun GP Ceko bisa menentukan nasibnya di klasemen rookie.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama masih jadi pembalap Honda terbaik Moto3 2026, namun GP Ceko bisa menentukan nasibnya di klasemen rookie.(Gemini AI)

 

TRENGGALEK NJENGGALEK - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perhatian menjelang seri Moto3 Republik Ceko 2026 yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno pada 19-21 Juni. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu datang dengan status sebagai pembalap Honda terbaik musim ini. Namun, posisinya mulai mendapat ancaman serius baik dari sesama rider Honda maupun rival dalam perebutan gelar rookie terbaik.

Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap paling konsisten di Moto3 2026. Hingga memasuki seri kesembilan musim ini, rider Honda Team Asia tersebut telah mengumpulkan 71 poin dan masih memimpin klasemen internal Honda.

Catatan itu membuat Veda Ega Pratama menjadi harapan utama pabrikan Jepang untuk bersaing melawan dominasi KTM, CFMoto, dan tim-tim Eropa lainnya. Namun, keunggulan tersebut belum sepenuhnya aman karena sejumlah pembalap Honda mulai mendekat.

Guido Pini menjadi pesaing terdekat dengan raihan 48 poin. Sementara itu Eddie O'Shea mengoleksi 35 poin dan Cormac Buchanan O'Gorman berada tidak jauh di belakang dengan 34 poin. Meski masih unggul cukup jauh, Veda tetap dituntut menjaga konsistensi agar tidak kehilangan status sebagai pembalap Honda terbaik musim ini.

Baca Juga: SD Islam Giri Arum Kusuma Sukses Gelar Specta Show dan Pengajian, Wadah Kreativitas Siswa Menuju Generasi Emas

Perebutan Rookie Terbaik Semakin Sengit

Selain mempertahankan dominasi di internal Honda, Veda Ega Pratama juga tengah menghadapi persaingan ketat dalam klasemen rookie Moto3 2026.

Setelah seri Hungaria, posisi Veda sebagai rookie terbaik harus direbut oleh Bryan Uriarte. Pembalap muda Spanyol tersebut kini mengoleksi 72 poin atau unggul satu angka dari Veda yang mengumpulkan 71 poin.

Selisih yang sangat tipis membuat balapan di Brno berpotensi mengubah peta persaingan secara drastis. Satu hasil finis lebih baik saja sudah cukup untuk mengembalikan posisi puncak rookie standings kepada Veda.

Situasi ini membuat GP Ceko menjadi balapan yang sangat penting bagi pembalap Indonesia tersebut.

Baca Juga: Dibalik Ketegangan Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama dan HRC Jepang Bersatu Lawan Regulasi yang Mengancam Sportivitas Balapan Dunia!

Rivalitas Asia: Veda vs Hakim Danish

Moto3 2026 juga menghadirkan rivalitas menarik antara dua talenta muda Asia, yakni Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia.

Keduanya mulai menarik perhatian paddock internasional karena mampu bersaing di tengah dominasi pembalap Eropa. Namun, keduanya memiliki karakter balap yang berbeda.

Veda dikenal sebagai pembalap yang mengandalkan konsistensi dan manajemen balapan. Ia jarang membuat kesalahan besar dan hampir selalu mampu membawa pulang poin penting. Podium bersejarah di GP Brasil menjadi bukti kapasitasnya sebagai salah satu rookie terbaik musim ini.

Sebaliknya, Hakim Danish dikenal memiliki kecepatan alami dan agresivitas tinggi. Ia sempat meraih podium ketiga di GP Italia, namun masih kerap kehilangan poin akibat inkonsistensi performa.

Perbandingan tersebut membuat banyak pengamat mulai membahas siapa yang lebih berpeluang menjadi pembalap Asia berikutnya yang mampu menembus level tertinggi MotoGP.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Aset Emas HRC Jepang: Honda Siap Pasang Badan dan Ancam Boikot Moto3 Ceko 2026 demi Lindungi Talenta Indonesia!

Tantangan Besar Menanti di Brno

Meski memiliki peluang besar meraih hasil positif, tantangan yang dihadapi Veda tidak mudah. Sirkuit Brno merupakan trek baru bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut.

Situasi serupa sempat dialami Veda saat tampil di Balaton Park, Hungaria. Ketika itu ia harus beradaptasi dengan karakter lintasan baru dan akhirnya gagal meraih hasil maksimal setelah menerima hukuman long lap penalty.

Namun, performanya tetap mendapat apresiasi karena mampu bersaing di kelompok pembalap peraih poin sepanjang balapan.

Karakter Sirkuit Brno yang mengombinasikan trek lurus panjang dengan tikungan cepat menuntut keseimbangan motor serta kemampuan menjaga ritme balapan. Faktor adaptasi akan menjadi kunci utama bagi Veda untuk tampil kompetitif.

Peluang Masuk Lima Besar Klasemen

Saat ini Veda Ega Pratama berada di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 71 poin. Hasil positif di Republik Ceko dapat membawanya naik ke posisi lima besar sekaligus memperkuat statusnya sebagai rookie terbaik Honda musim ini.

Dengan konsistensi yang sudah ditunjukkan sepanjang musim, peluang tersebut tetap terbuka lebar. Namun, Veda harus mampu mengatasi tantangan lintasan baru dan tekanan dari para rival yang terus membayangi.

Seri Brno pun diprediksi menjadi salah satu momen penentu perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026. Bukan hanya untuk mempertahankan status pembalap Honda terbaik, tetapi juga untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #GP Ceko 2026 #rookie Moto3