Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Bikin Garasi Honda Tersentuh, Disambut Bak Juara Meski Tanpa Podium Usai Tunjukkan Mental Baja di Moto3

Cholifatun Nisak • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:10 WIB
Veda Ega Pratama mendapat sambutan bak juara dari kru Honda meski tanpa podium usai tampil penuh perjuangan di Moto3.
Veda Ega Pratama mendapat sambutan bak juara dari kru Honda meski tanpa podium usai tampil penuh perjuangan di Moto3.

 

Veda Ega Pratama mendapat sambutan bak juara dari kru Honda meski tanpa podium usai tampil penuh perjuangan di Moto3.
Veda Ega Pratama mendapat sambutan bak juara dari kru Honda meski tanpa podium usai tampil penuh perjuangan di Moto3.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah memperlihatkan perjuangan luar biasa dalam salah satu seri Moto3 musim 2026. Meski gagal naik podium, pembalap muda Indonesia itu justru mendapat penghormatan istimewa dari kru Honda Team Asia yang menyambutnya bak seorang juara saat kembali ke garasi tim.

Momen yang melibatkan Veda Ega Pratama tersebut menjadi perbincangan di kalangan penggemar balap motor. Bukan karena kemenangan atau trofi yang berhasil diraih, melainkan karena semangat juang dan determinasi yang ditunjukkannya sepanjang balapan.

Keyword utama Veda Ega Pratama semakin banyak diperbincangkan setelah muncul berbagai cerita dari area paddock mengenai sambutan hangat yang diberikan para mekanik dan staf Honda Team Asia usai balapan berakhir.

Baca Juga: Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Paling Layak Dibeli, Ini 5 Mobil Diesel Irit BBM yang Masih Diburu

Berjuang dari Posisi Sulit

Balapan tidak berjalan mudah bagi Veda Ega Pratama. Pembalap asal Gunungkidul itu harus menghadapi tantangan besar setelah memulai lomba dari posisi yang kurang menguntungkan.

Di tengah ketatnya persaingan Moto3 yang dikenal sebagai salah satu kelas paling kompetitif di dunia balap motor, Veda harus berhadapan dengan puluhan pembalap muda berbakat dari berbagai negara.

Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Sepanjang balapan, Veda terus berupaya memperbaiki posisinya dengan melakukan sejumlah manuver agresif namun tetap terukur.

Perjuangan tanpa kenal lelah itu ternyata mendapat perhatian penuh dari kru Honda Team Asia yang terus memantau perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut melalui data telemetri dan monitor di garasi.

Sambutan Langka dari Kru Honda

Momen emosional terjadi sesaat setelah balapan selesai. Ketika Veda mengarahkan motornya menuju area pit, suasana di garasi Honda Team Asia berubah drastis.

Para mekanik dan staf yang biasanya langsung sibuk melakukan evaluasi teknis justru keluar dari garasi dan berkumpul di depan pintu masuk.

Mereka membentuk barisan panjang untuk menyambut kedatangan Veda. Pemandangan seperti ini tergolong langka dalam dunia balap profesional yang umumnya sangat fokus pada hasil akhir.

Biasanya sambutan meriah semacam itu hanya diberikan kepada pembalap yang berhasil meraih kemenangan atau setidaknya naik podium. Namun kali ini, perlakuan serupa diberikan kepada Veda meski tidak membawa pulang trofi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perjuangan yang ditampilkan pembalap Indonesia itu dinilai jauh lebih berharga dibanding sekadar posisi akhir di klasemen balapan.

Tepuk Tangan dan Pelukan Penuh Kebanggaan

Ketika motor Veda berhenti di depan garasi, tepuk tangan langsung bergema dari seluruh anggota tim.

Para mekanik memberikan apresiasi dengan senyum lebar dan acungan jempol. Beberapa anggota tim bahkan langsung menghampiri dan memberikan pelukan hangat sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras yang telah ditunjukkan sepanjang akhir pekan balapan.

Menurut sejumlah cerita yang beredar di paddock, banyak anggota tim merasa bangga karena Veda tidak pernah memperlihatkan sikap menyerah meski menghadapi situasi yang sulit sejak awal.

Mereka melihat langsung bagaimana pembalap berusia 17 tahun itu terus berusaha menyalip lawan demi lawan dan mempertahankan ritme balapan hingga garis finis.

Bagi kru Honda Team Asia, semangat pantang menyerah tersebut menjadi nilai yang sangat dihargai.

Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Dibawah 100 Juta Bermesin Diesel yang Paling Buruan, Tangguh dan Irit!

Hiroshi Aoyama Tak Bisa Sembunyikan Kebanggaan

Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian dalam momen tersebut adalah manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Mantan juara dunia balap motor itu dikenal sebagai figur yang tenang dan jarang menunjukkan emosi secara terbuka di depan publik. Namun suasana berbeda terlihat saat ia menyaksikan perjuangan Veda.

Aoyama tampak memberikan perhatian khusus kepada pembalap Indonesia tersebut. Dari ekspresi wajahnya terlihat jelas rasa bangga terhadap perkembangan yang ditunjukkan Veda sepanjang musim ini.

Sebagai mantan pembalap profesional, Aoyama memahami betapa berat tantangan yang harus dihadapi seorang rider ketika memulai balapan dari posisi belakang dan harus berjuang menembus barisan depan.

Karena itu, perjuangan Veda dinilai memiliki nilai tersendiri yang tidak selalu tercermin dari hasil akhir di papan klasemen.

Lebih dari Sekadar Hasil Balapan

Momen di garasi Honda Team Asia menjadi bukti bahwa dunia balap tidak hanya berbicara soal kemenangan dan trofi.

Dalam banyak kesempatan, semangat juang, dedikasi, dan kemampuan menghadapi tekanan justru menjadi faktor yang lebih dihargai oleh sebuah tim.

Veda Ega Pratama mungkin tidak membawa pulang piala pada balapan tersebut. Namun penghormatan yang diberikan seluruh kru Honda Team Asia menunjukkan bahwa dirinya berhasil memenangkan sesuatu yang tidak kalah penting, yakni rasa hormat dan kepercayaan dari tim yang mendukungnya setiap hari.

Perjalanan Veda di Moto3 masih panjang. Namun dukungan besar dari Honda Team Asia menjadi sinyal bahwa pembalap muda Indonesia itu terus berkembang dan memiliki masa depan cerah di kancah balap dunia.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko 2026, Start dari Posisi 20 akibat Penalti dan Janji Belajar dari Kesalahan

Editor : Cholifatun Nisak
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #pembalap indonesia