TRENGGALEK NJENGGELEK - Persaingan ketat para pembalap muda bertalenta kembali tersaji dalam ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Seri kesembilan yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko, menghadirkan tontonan yang penuh dengan drama dan aksi saling salip yang menegangkan. Kompetisi kelas Moto3 kali ini benar-benar menyedot perhatian publik berkat perjuangan heroik para pembalap, terutama talenta muda asal kawasan Asia Tenggara yang sukses mengacak-acak dominasi pembalap Eropa di barisan depan.
Aksi memukau di atas lintasan sirkuit membuktikan bahwa tensi persaingan di kelas Moto3 musim ini semakin tidak dapat diprediksi. Kejutan besar terjadi ketika pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danis, berhasil mengamankan podium tertinggi setelah melewati garis finis pertama dengan catatan waktu yang sangat ketat. Namun, sorotan pencinta balap tanah air justru tertuju pada perjuangan spartan pembalap kebanggaan Indonesia, Feda Ega Pratama, yang melakukan aksi kejar-kejaran luar biasa sepanjang jalannya balapan.
Keberhasilan Feda menembus jajaran pembalap elite di kelas Moto3 seri Ceko ini menjadi buah bibir internasional yang sangat hangat diperbincangkan. Memulai jalannya balapan dari posisi buncit, tepatnya di urutan ke-20, tidak membuat mental petarung pembalap asuhan pabrikan berlogo sayap tunggal tersebut menciut. Sebaliknya, ia tampil menggila lap demi lap demi mengamankan poin krusial untuk memperbaiki posisinya di papan klasemen sementara kejuaraan dunia.
Baca Juga: 10 HP 2 Jutaan dengan Kamera OIS Terbaik, Hasil Foto Makin Tajam dan Video Lebih Stabil
Dominasi Asia Tenggara di Tengah Gempuran Pembalap Spanyol
Jalannya balapan di Sirkuit Ceko berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi sejak bendera start dikibarkan. Hakim Danis yang membela tim KTM Freinsia Helmet MSI tampil luar biasa tenang sepanjang 33 menit 34,264 detik untuk mengunci kemenangan perdananya. Di belakang pembalap jiran tersebut, dua pembalap cepat asal Spanyol, Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo dan Maximo Quilles dari CF Moto Gaviota Aspar Team, harus puas melengkapi podium di urutan kedua dan ketiga.
Sementara itu, posisi keempat diamankan oleh David Almansa. Di urutan kelima, Feda Ega Pratama sukses menyentuh garis finis setelah melewati perjuangan yang sangat melelahkan dari baris belakang. Di belakang Feda, menyusul berturut-turut Alvaro Carpe, Marco Morelli, Joel Kelso, Scott Ogden, dan Valentin Feron yang melengkapi posisi sepuluh besar pada seri kali ini. Balapan ini juga memakan korban dengan gagal finisnya beberapa pembalap top termasuk Eddie O'Shea dan Rico Salmela akibat insiden di lintasan.
Peta Persaingan Klasemen Sementara yang Kian Memanas
Baca Juga: 10 HP 2 Jutaan dengan Kamera OIS Terbaik, Hasil Foto Makin Tajam dan Video Lebih Stabil
Hasil balapan di Ceko ini membawa perubahan yang cukup signifikan pada komposisi perolehan angka di papan klasemen kejuaraan dunia. Pembalap Spanyol, Maximo Quilles, masih kokoh memimpin puncak klasemen sementara dengan koleksi total 186 poin. Posisi kedua ditempati oleh Alvaro Carpe yang mengemas 121 poin, disusul oleh Brian Uriarte di peringkat ketiga dengan raihan 92 poin, dan David Almansa di posisi keempat dengan 89 poin.
Pembalap andalan Indonesia, Feda Ega Pratama, kini merangkak naik ke peringkat keenam dunia dengan total koleksi 82 poin. Posisi Feda berada tepat di bawah Marco Morelli yang mengantongi 86 poin di tempat kelima. Sementara sang pemenang seri Ceko, Hakim Danis, membuntuti di peringkat ketujuh dengan raihan 73 poin. Persaingan yang sangat rapat di papan tengah ini menjanjikan kelanjutan musim yang jauh lebih panas pada seri-seri berikutnya.
Menatap Seri Selanjutnya di Lintasan Legendaris Eropa
Setelah menyelesaikan drama di Ceko, para pembalap tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai karena jadwal padat kejuaraan dunia sudah menanti. Seri kesepuluh berikutnya akan bergeser ke sirkuit legendaris, Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen. Sesi kualifikasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni mulai pukul 18.00 WIB, sedangkan sesi balapan utama akan digulirkan pada Minggu, 28 Juni mulai pukul 16.00 WIB melalui siaran langsung di Spot TV dan aplikasi Video.
Setelah Assen, para pembalap akan langsung bertolak menuju Sirkuit Sachsenring dalam tajuk Grand Prix Jerman pada pertengahan Juli, sebelum melanjutkan tur Eropa menuju Sirkuit Silverstone di Inggris dan Motorland Aragon di Spanyol pada bulan Agustus mendatang. Konsistensi performa di lintasan-lintasan karakter cepat ini akan menjadi kunci utama bagi Feda Ega Pratama untuk terus merangsek naik ke posisi tiga besar dunia.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula