Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menakar Nyali Brian Uriarte di Kelas Moto3, Si Matador Spanyol Penantang Sengit Feda Ega Pratama

Muhammad Rusdian Nuzula • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:25 WIB
Profil Brian Uriarte, matador muda Moto3 asal Spanyol penantang Feda Ega Pratama. Intip analisis gaya balap late braking miliknya! (PINTEREST)
Profil Brian Uriarte, matador muda Moto3 asal Spanyol penantang Feda Ega Pratama. Intip analisis gaya balap late braking miliknya! (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Panggung kejuaraan dunia balap motor kelas ringan kini kedatangan generasi emas baru yang siap mengguncang dominasi para pembalap senior. Dari sekian banyak talenta muda yang bertarung di lintasan, nama pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, menjadi salah satu komoditas paling panas yang diperbincangkan para pengamat motorsport global. Pemuda berbakat ini digadang-gadang memiliki cetak biru sebagai calon juara masa depan yang siap menapaki tangga menuju kelas premier dalam beberapa musim ke depan.

Performa impresif yang ditunjukkan Uriarte di lintasan bukan sekadar buah dari keberuntungan, melainkan hasil dari sistem pembinaan berjenjang yang sangat rapi di negerinya. Spanyol memang terkenal memiliki struktur piramida balap motor terbaik di dunia melalui platform Cuna de Campeones serta berbagai ajang regional yang kompetitif. Lahir di Santander pada 1 Maret 2008, pembalap yang kini membela panji Red Bull KTM Ajo tersebut dibekali gaya balap yang sangat agresif namun tetap dipenuhi dengan perhitungan yang matang.

Ketajaman insting bertarung Uriarte kian terasah saat dirinya berhasil menembus seleksi super ketat di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP. Dua ajang kawah candradimuka tersebut terbukti sukses melahirkan nama-nama besar seperti Joan Mir hingga Pedro Acosta. Menunggangi motor berspesifikasi mesin Moto3, pembalap bernomor motor andalan ini secara konsisten mampu menaklukkan sirkuit-sirkuit legendaris Eropa, menjadikannya modal berharga untuk bersaing di level Grand Prix reguler.

Baca Juga: Tecno Pova 8 Kapan Rilis di Indonesia? Bocoran Terbaru Ungkap Tanda-Tanda Peluncurannya Makin Dekat

Persaingan Sengit dengan Jagoan Indonesia Feda Ega Pratama

Kehadiran Uriarte di barisan depan kelas Moto3 musim ini secara langsung menciptakan rivalitas baru yang sangat menarik dengan pembalap kebanggaan tanah air, Feda Ega Pratama. Jika Uriarte mewakili kematangan sekolah balap Eropa, maka Feda menjadi representasi kekuatan baru dari belahan Asia. Pertemuan kedua pembalap muda ini di lintasan sering kali menyajikan aksi saling salip yang membuat jantung para penonton berdegup kencang.

Dalam beberapa balapan terakhir, termasuk drama di sirkuit Ceko, Uriarte yang sukses mengamankan podium kedua harus mendapat tekanan hebat dari kejaran Feda Ega Pratama yang finis di posisi kelima. Berdasarkan data klasemen sementara, posisi keduanya kini saling membayangi di zona elite papan tengah, di mana Uriarte bertengger di peringkat ketiga dengan raihan 92 poin, sedangkan Feda menguntit ketat di posisi keenam dengan tabungan 82 poin.

Analisis Teknis Gaya Balap Late Braking yang Presisi

Salah satu keunggulan utama yang membuat Uriarte begitu ditakuti oleh lawan-lawannya di lintasan adalah teknik pengereman yang sangat dalam atau late braking. Pembalap asal Santander ini mampu menghentikan laju motornya pada titik yang sangat ekstrem sebelum memasuki tikungan tanpa kehilangan stabilitas sasis tunggangannya. Kemampuan teknis ini menjadi senjata mematikan di kelas sepadat Moto3, di mana posisi pemenang sering kali harus ditentukan pada tikungan terakhir menjelang garis finis.

Selain andal dalam urusan pengereman, Uriarte juga memiliki sensitivitas yang luar biasa terhadap kompon karet bundar yang digunakannya. Dalam sesi kualifikasi yang krusial, ia kerap kali langsung mencatatkan waktu tercepat hanya dalam satu atau dua putaran awal setelah keluar dari area pit. Kemampuan beradaptasi dengan cepat pada tingkat cengkeraman ban baru ini memungkinkannya untuk selalu mengamankan posisi start yang menguntungkan di baris depan.

Meluruskan Regulasi Batas Usia Minimal FIM

Baca Juga: Tecno Pova 8 Kapan Rilis di Indonesia? Bocoran Terbaru Ungkap Tanda-Tanda Peluncurannya Makin Dekat

Seiring dengan meroketnya performa sang pembalap, banyak beredar informasi simpang siur di media sosial yang menyebutkan bahwa Uriarte akan segera dipromosikan ke kelas MotoGP dalam waktu dekat. Kabar tersebut dipastikan merupakan berita bohong mengingat adanya regulasi ketat dari Fédération Internationale de Motocyclisme atau FIM bersama Dorna Sports terkait keselamatan berkendara. Berdasarkan aturan terbaru, batas usia minimal untuk melakoni debut penuh di kelas kejuaraan dunia adalah 18 tahun.

Mengingat Uriarte baru merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada Maret 2026, maka musim berjalan kali ini merupakan fase yang sangat krusial baginya untuk mengumpulkan poin lisensi balap serta mematangkan mental bertandingnya. Alih-alih melompat secara instan, jalur karier sang matador muda dirancang secara bertahap dan legal agar ia siap menghadapi tekanan industri olahraga yang sesungguhnya saat menjadi pembalap penuh waktu kelak.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#moto3 #Feda Ega Pratama #Brian Uriarte #Red Bull KTM Ajo #profil pembalap