Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hakim Danish Juara Moto3, Tapi Aksi Cari Feda Ega Pratama Usai Finis Jadi Sorotan, Bos KTM Sampai Bandingkan dengan Pedro Acosta

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:37 WIB
Feda Ega Pratama tampil luar biasa dari P20 ke P5. Hakim Danish juara Moto3, sementara bos KTM membandingkan Feda dengan Pedro Acosta (Pinterest).
Feda Ega Pratama tampil luar biasa dari P20 ke P5. Hakim Danish juara Moto3, sementara bos KTM membandingkan Feda dengan Pedro Acosta (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEKFeda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap meski tidak berdiri di podium juara. Pembalap muda Indonesia itu justru menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan setelah balapan Moto3 berakhir berkat performa luar biasa dari posisi ke-20 hingga finis di urutan kelima.

Di sisi lain, pembalap Malaysia Hakim Danish berhasil keluar sebagai pemenang setelah melakukan manuver krusial pada tikungan terakhir. Namun, momen yang paling menyita perhatian publik bukan hanya kemenangan Hakim, melainkan aksinya mencari Feda Ega Pratama sesaat setelah balapan selesai.

Keakraban dua pembalap muda Asia Tenggara tersebut menjadi viral di media sosial. Setelah meraih kemenangan, Hakim tidak langsung larut dalam selebrasi pribadi. Ia justru memilih merayakan momen spesial itu bersama sahabatnya dari Indonesia, Feda Ega Pratama.

Baca Juga: Brian Uriarte Terancam Kehilangan Podium Usai Insiden dengan Feda Ega Pratama, Steward Moto3 Disebut Kaji Sanksi Berat

Hakim Danish Menang Dramatis di Tikungan Terakhir

Balapan Moto3 berlangsung sengit sejak lap awal. Posisi para pembalap terus berubah dan persaingan di kelompok depan berlangsung ketat hingga lap terakhir.

Hakim Danish sempat mendapat tekanan dari beberapa rivalnya sepanjang balapan. Namun pembalap Malaysia tersebut mampu menjaga ketenangan dan membaca situasi dengan baik.

Puncak drama terjadi saat memasuki tikungan terakhir. Hakim memilih jalur berbeda yang tidak digunakan para pesaingnya. Keputusan tersebut terbukti tepat karena membuatnya keluar tikungan dengan kecepatan lebih baik dan melesat menuju garis finis sebagai pemenang.

Kemenangan itu dinilai bukan faktor keberuntungan semata. Manuver yang dilakukan Hakim merupakan hasil dari pengalaman, latihan panjang, serta kemampuan mengambil keputusan dalam hitungan sepersekian detik.

Persahabatan Hakim Danish dan Feda Ega Jadi Viral

Usai menyelesaikan selebrasi di lintasan, Hakim Danish melakukan tindakan yang membuat banyak penggemar tersentuh. Ia langsung mencari Feda Ega Pratama di area paddock.

Keduanya terlihat merayakan hasil balapan bersama. Momen tersebut menjadi simbol bahwa rivalitas di lintasan tidak harus menghilangkan persahabatan di luar arena.

Video dan foto kebersamaan mereka langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial. Penggemar dari Indonesia maupun Malaysia memberikan respons positif terhadap hubungan erat kedua pembalap muda tersebut.

Banyak yang menilai persahabatan Hakim dan Feda menjadi contoh bahwa olahraga tidak hanya berbicara soal kemenangan, tetapi juga rasa hormat dan dukungan antar atlet.

Baca Juga: Brian Uriarte Terancam Kehilangan Podium Usai Insiden dengan Feda Ega Pratama, Steward Moto3 Disebut Kaji Sanksi Berat

Comeback Luar Biasa Feda Ega Pratama

Meski gagal naik podium, performa Feda Ega Pratama menjadi salah satu kejutan terbesar dalam balapan tersebut.

Sebelum balapan dimulai, Feda harus menerima hukuman penalti yang membuatnya start dari posisi ke-20. Situasi itu biasanya menjadi hambatan besar bagi pembalap muda, terutama di kelas Moto3 yang terkenal sangat kompetitif.

Namun Feda menunjukkan mentalitas luar biasa. Sejak lampu start padam, ia langsung tampil agresif namun tetap terukur. Dalam beberapa lap awal, posisinya terus merangkak naik dari belakang hingga masuk kelompok depan.

Perjuangannya akhirnya berbuah hasil manis dengan finis di posisi kelima. Pencapaian tersebut dianggap sangat impresif mengingat dirinya harus memulai balapan dari barisan belakang.

Hasil itu juga semakin memperkuat reputasi Feda sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Indonesia di ajang balap dunia.

Bos KTM Bandingkan Feda dengan Pedro Acosta

Sorotan terhadap Feda semakin besar setelah mendapat pujian dari bos KTM, Aki Ajo. Sosok yang dikenal sebagai pencetak banyak pembalap berbakat itu memberikan penilaian tinggi terhadap performa rider Indonesia tersebut.

Menurut Aki Ajo, secara logika balapan, apa yang dilakukan Feda dari posisi 20 ke posisi lima merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, terutama oleh seorang rookie.

Lebih menarik lagi, Aki Ajo mengungkapkan bahwa data telemetri Feda menunjukkan karakteristik yang mengingatkannya pada Pedro Acosta, salah satu bintang muda terbesar yang saat ini bersinar di MotoGP.

Kemiripan tersebut terlihat dari cara Feda melakukan pengereman, membaca tikungan, hingga menentukan waktu menyerang lawan. Penilaian itu menjadi sinyal positif bagi masa depan pembalap Indonesia tersebut.

Jika terus berkembang dengan konsisten, bukan tidak mungkin Feda Ega Pratama akan menjadi salah satu nama besar yang mampu membawa Indonesia bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Honda Terharu, Disambut Bak Pahlawan di Garasi Meski Gagal Podium, Hiroshi Aoyama Hampir Menangis

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#moto3 #Feda Ega Pratama #Pedro Acosta #Hakim Danish #Aki Ajo