TRENGGALEK NJENGGELEK – Feda Ega Pratama resmi mencatatkan namanya dalam sejarah balap motor Indonesia setelah berhasil menjadi vice champion Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Prestasi luar biasa tersebut sekaligus membuka jalan bagi pembalap muda Indonesia itu menuju Moto3 meski usianya baru menginjak 17 tahun.
Pencapaian Feda Ega Pratama terasa semakin istimewa karena regulasi terbaru Moto3 mewajibkan pembalap berusia minimal 18 tahun untuk bisa tampil di kejuaraan dunia. Namun, berkat prestasi gemilang yang diraihnya di Red Bull MotoGP Rookies Cup, Feda mendapatkan pengecualian berupa tiket emas menuju ajang Grand Prix.
Perjalanan Feda Ega Pratama sepanjang musim 2025 jauh dari kata mudah. Cedera serius, operasi kaki, hingga kehilangan dua balapan akibat pemulihan sempat mengancam impiannya. Namun, semua tantangan itu berhasil dilalui hingga akhirnya ia menutup musim sebagai runner-up dunia.
Awal Musim Penuh Tantangan di Jerez
Musim 2025 dimulai di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pada balapan pertama, Feda harus start dari posisi ke-15. Namun, ia langsung menunjukkan kualitasnya dengan melesat ke barisan depan dan berhasil finis di posisi ketiga.
Podium perdana itu menjadi sinyal bahwa pembalap bernomor 54 tersebut siap bersaing dengan para talenta terbaik dunia. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak pada race kedua.
Saat sedang bertarung di kelompok terdepan, Feda mengalami insiden yang membuatnya gagal finis atau DNF. Akibatnya, posisinya di klasemen sementara langsung merosot meski sempat berada di jalur persaingan papan atas.
Cedera dan Operasi yang Mengubah Segalanya
Ujian terbesar datang bukan di Red Bull Rookies Cup, melainkan saat menjalani seri FIM JuniorGP di Estoril, Portugal.
Feda mengalami high side yang cukup parah hingga menyebabkan patah tulang fibula kaki kanan. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi di Barcelona pada Mei 2025.
Dampaknya sangat besar. Feda harus absen pada dua balapan penting di Le Mans, Prancis. Saat para rival mengumpulkan poin, dirinya hanya bisa menyaksikan dari luar lintasan.
Akibat kehilangan dua race, posisi Feda terus melorot hingga keluar dari persaingan papan atas klasemen sementara. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.
Bangkit dan Menang Beruntun di Mugello
Setelah menjalani masa pemulihan, Feda kembali tampil di Aragon. Meski belum sepenuhnya pulih, ia berhasil meraih dua kali finis posisi keempat dan mengembalikan kepercayaan dirinya.
Momentum besar datang saat seri Mugello, Italia. Di lintasan legendaris tersebut, Feda tampil luar biasa dengan meraih kemenangan pertamanya di Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Hebatnya lagi, sehari kemudian ia kembali naik podium tertinggi setelah memenangi duel sengit melawan Hakim Danish dengan selisih hanya 0,011 detik di garis finis.
Dua kemenangan beruntun di Mugello membuat nama Feda semakin diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia junior tersebut.
Tunjukkan Mental Juara di Sachsenring
Performa impresif berlanjut di Sachsenring, Jerman. Setelah finis keempat pada balapan pertama, Feda tampil dominan pada race kedua.
Meski sempat tercecer hingga posisi ke-13, ia mampu bangkit dan mengambil alih pimpinan lomba pada lap-lap akhir. Dengan strategi matang dan ritme balap yang konsisten, Feda meraih kemenangan ketiganya musim itu.
Kemenangan tersebut membuktikan bahwa dirinya tidak hanya cepat, tetapi juga semakin matang dalam membaca situasi balapan.
Perebutan Gelar Hingga Seri Penutup
Memasuki Red Bull Ring Austria, Feda terus mengoleksi podium dan memperkecil jarak poin dengan pemimpin klasemen Brian Uriarte.
Pada balapan yang digelar tepat 17 Agustus 2025, pembalap Indonesia itu kembali naik podium dan membawa Merah Putih berkibar di Eropa. Hasil tersebut mengantarkannya naik ke posisi kedua klasemen sementara.
Sayangnya, harapan merebut gelar juara dunia pupus setelah mengalami DNF pada race pertama Misano. Kemenangan Brian Uriarte di seri tersebut memastikan gelar juara dunia menjadi milik pembalap Spanyol itu.
Meski demikian, Feda masih memiliki target besar, yakni mengamankan posisi vice champion dunia.
Tiket Emas Menuju Moto3
Pada balapan terakhir musim di Misano, Feda berhasil finis di posisi lima. Hasil tersebut cukup untuk mengunci status vice champion Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Dengan total 181 poin, Feda menutup musim di posisi kedua klasemen akhir meski hanya mengikuti 12 dari total 14 balapan akibat cedera.
Prestasi itu menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Selain menjadi runner-up dunia, Feda juga berhak mendapatkan jalur khusus menuju Moto3 sebelum berusia 18 tahun.
Perjalanan penuh cedera, operasi, kegagalan, hingga kemenangan akhirnya membawa Feda Ega Pratama menuju panggung yang lebih besar. Kini, dunia balap internasional mulai mengenal satu nama baru dari Indonesia yang berpotensi bersinar di masa depan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella