TRENGGALEK NJENGGELEK – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional. Kali ini bukan karena kemenangan balapan atau raihan podium, melainkan karena MotoGP secara khusus membuat profil tentang perjalanan hidup dan karier pembalap muda Indonesia tersebut di situs resminya.
Langkah MotoGP membuat artikel khusus mengenai Feda Ega Pratama langsung menarik perhatian para penggemar. Sebab, tidak semua pembalap mendapatkan perlakuan serupa. Dalam artikel tersebut, MotoGP bahkan memberikan judul yang sangat istimewa, yakni "Who is Veda Pratama? The Indonesian Teenager Making History in Moto3" atau "Siapa Feda Pratama? Remaja Indonesia yang Sedang Menciptakan Sejarah di Moto3".
Kalimat "menciptakan sejarah" menjadi bagian yang paling mencolok. Sebab, MotoGP secara langsung mengakui bahwa perjalanan yang sedang ditempuh Feda Ega Pratama bukanlah sesuatu yang biasa. Di usia yang masih sangat muda, pembalap asal Gunungkidul itu berhasil mencuri perhatian dunia melalui prestasi dan kisah perjuangannya.
Berawal dari Gunungkidul
Feda lahir dan tumbuh di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah yang jauh dari kesan sebagai pusat lahirnya pembalap Grand Prix dunia.
Namun, mimpi besar mulai tumbuh sejak usia dini. Sang ayah, Sudarmono, yang merupakan mantan pembalap nasional Indonesia, menjadi sosok penting dalam perjalanan kariernya.
Sejak kecil, Feda sudah akrab dengan dunia balap. Saat anak-anak seusianya menikmati masa bermain, dirinya justru lebih banyak menghabiskan waktu di lintasan menggunakan mini bike. Bahkan, pada usia enam tahun, Feda sudah mulai mengikuti berbagai ajang balap.
Perjalanan panjang itu perlahan membuahkan hasil. Bakatnya semakin berkembang dan mulai menarik perhatian banyak pihak dalam dunia balap nasional.
Dari Asia Talent Cup Menuju Panggung Dunia
Momentum penting datang pada 2021 ketika Feda mendapat kesempatan tampil sebagai wildcard di Asia Talent Cup Mandalika.
Meski belum banyak dikenal saat itu, kesempatan tersebut menjadi langkah awal menuju level yang lebih tinggi. Setahun kemudian, Feda berhasil finis di posisi ketiga klasemen Asia Talent Cup.
Puncaknya terjadi pada musim 2023. Pembalap muda Indonesia tersebut tampil dominan dengan meraih sembilan kemenangan dari 12 balapan dan berhasil menjadi juara Asia Talent Cup.
Prestasi tersebut membuat namanya masuk dalam radar program pengembangan pembalap internasional dan membuka jalan menuju Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang dikenal sebagai tempat lahirnya banyak bintang MotoGP masa depan.
Mencetak Sejarah di Red Bull MotoGP Rookies Cup
Musim 2025 menjadi titik balik besar dalam karier Feda Ega Pratama. Di tengah persaingan ketat para talenta muda terbaik dunia, ia berhasil mencatatkan sejarah bagi Indonesia.
Salah satu momen paling berkesan terjadi di Mugello, Italia. Feda sukses meraih kemenangan yang membuat lagu Indonesia Raya berkumandang untuk pertama kalinya di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Prestasi itu menjadi tonggak penting dalam sejarah balap Indonesia. Tidak hanya memenangkan balapan, Feda juga mampu menutup musim sebagai runner-up atau vice champion dunia.
Pencapaian tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan oleh tim, pengamat, hingga penyelenggara MotoGP.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Jadi Sorotan Dunia, Insiden dengan Brian Uriarte Bikin Publik Moto3 Heboh
Debut Moto3 yang Langsung Mencuri Perhatian
Memasuki musim 2026, Feda akhirnya menjalani debut yang telah lama dinantikan di Moto3.
Penampilannya langsung mengundang perhatian. Pada seri pembuka di Thailand, ia berhasil lolos ke sesi Q2, start dari posisi kelima, lalu finis di kelompok lima besar.
Hasil tersebut tergolong luar biasa bagi seorang rookie yang baru menjalani balapan Grand Prix pertamanya.
Bahkan, petinggi Gresini Racing, Carlo Merlini, menyebut Feda sebagai salah satu talenta muda Asia paling kuat saat ini. Pujian itu semakin mempertegas bahwa pembalap Indonesia tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang di level dunia.
MotoGP Melihat Masa Depan Indonesia
Alasan utama MotoGP membuat profil khusus tentang Feda tampaknya bukan hanya karena hasil balapan semata. Mereka melihat perjalanan inspiratif seorang anak muda dari Gunungkidul yang berhasil menembus panggung balap dunia melalui kerja keras dan dedikasi.
Di tengah berbagai pencapaian tersebut, Feda tetap dikenal sebagai sosok rendah hati. Ia tidak terlalu fokus mengejar penghargaan individu dan lebih memilih terus belajar serta mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin.
Mentalitas itulah yang membuat banyak pihak semakin yakin terhadap masa depannya. Kini, dunia balap mulai menaruh perhatian kepada Feda Ega Pratama.
Pertanyaan yang tersisa hanyalah seberapa jauh langkah pembalap muda Indonesia tersebut. Namun satu hal sudah pasti, ketika MotoGP mulai memperkenalkan seorang pembalap kepada dunia melalui platform resminya, itu menjadi tanda bahwa sosok tersebut dianggap memiliki masa depan besar dalam sejarah olahraga balap motor.
Editor : Fadhilah Salsa Bella