TRENGGALEK NJENGGELEK- Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional setelah menampilkan performa luar biasa pada seri Moto3 di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Pembalap muda Indonesia tersebut sukses mencuri perhatian usai melesat dari posisi start ke-20 hingga finis di lima besar, sekaligus mencatatkan lap tercepat sepanjang balapan.
Penampilan impresif Feda Ega Pratama menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat dan tim-tim besar Eropa. Rider binaan Astra Honda Racing Team yang membela Honda Team Asia itu menunjukkan kombinasi kecepatan, kecerdasan strategi, dan mental bertarung yang membuat rival-rivalnya mulai waspada.
Keberhasilan Feda Ega Pratama menembus barisan depan Moto3 juga memunculkan spekulasi mengenai masa depannya. Sejumlah pihak menyebut pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut sudah layak naik kelas ke Moto2 pada musim depan.
Bangkit dari Penalti Berat di Brno
Sebelum balapan dimulai, Feda menghadapi situasi sulit setelah menerima penalti yang membuatnya harus start dari posisi ke-20. Posisi tersebut dianggap sangat merugikan karena peluang untuk bersaing di barisan depan menjadi semakin kecil.
Namun, kondisi itu tidak membuat pembalap berusia 17 tahun tersebut kehilangan kepercayaan diri. Begitu lampu start padam, Feda langsung tampil agresif dan mulai menyalip satu per satu pembalap di depannya.
Dalam beberapa lap awal, ia berhasil memangkas jarak dengan kelompok terdepan. Bahkan, pada pertengahan balapan, Feda mampu menembus posisi enam besar dan terus memberikan tekanan kepada para pembalap KTM yang mendominasi jalannya lomba.
Puncaknya terjadi ketika Feda mencatatkan waktu putaran tercepat dengan torehan sekitar 2 menit 04 detik. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa kecepatan Honda Team Asia masih mampu bersaing melawan dominasi motor KTM di Moto3 musim 2026.
Strategi Ban Jadi Kunci Kesuksesan
Salah satu faktor penting di balik performa gemilang Feda adalah keputusan teknis yang cukup berani dari timnya. Pada balapan di Brno, Honda Team Asia memilih menggunakan kombinasi ban keras Pirelli SC2 di depan dan belakang.
Pilihan tersebut tergolong berisiko karena kompon lebih keras biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu kerja ideal. Namun karakter lintasan Brno yang abrasif justru membuat strategi itu berjalan efektif.
Dengan setup tersebut, motor Honda NSF250RW milik Feda tampil stabil saat memasuki tikungan. Keunggulan itu menjadi senjata utama pembalap Indonesia tersebut untuk melakukan berbagai manuver overtake bersih terhadap para rivalnya.
Ducati dan KTM Mulai Melirik
Performa impresif Feda di Brno tidak hanya memukau penggemar Moto3, tetapi juga menarik perhatian sejumlah tokoh besar di dunia balap.
Dalam berbagai pembahasan di paddock, nama Feda disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan saat ini. Sejumlah pihak menilai konsistensinya sepanjang musim menjadi modal kuat untuk menembus Moto2.
Spekulasi semakin berkembang setelah muncul kabar bahwa beberapa tim besar mulai memantau perkembangan pembalap Indonesia tersebut. Ducati disebut tertarik melihat kemampuan Feda dalam mengelola balapan, sementara KTM juga dikabarkan mengagumi kecepatannya saat menghadapi motor-motor mereka di lintasan.
Kondisi ini membuat peluang Feda untuk mendapatkan tempat di tim yang lebih kompetitif pada masa depan semakin terbuka lebar.
Tantangan Besar Menanti di Assen
Usai tampil mengesankan di Brno, fokus Feda kini tertuju pada seri berikutnya di Sirkuit Assen, Belanda. Lintasan legendaris tersebut dikenal memiliki karakter tikungan cepat yang diyakini cocok dengan gaya balap agresif pembalap Indonesia itu.
Saat ini, Feda masih bersaing ketat dalam perebutan posisi terbaik di klasemen Moto3 sekaligus perburuan gelar Rookie of the Year 2026. Selisih poin dengan para rival terdekatnya masih sangat terbuka sehingga peluang untuk memperbaiki posisi klasemen tetap besar.
Jika mampu mempertahankan performa seperti di Brno, bukan tidak mungkin Feda kembali menciptakan kejutan di Assen. Bahkan peluang untuk meraih podium pertama musim ini mulai menjadi target yang realistis bagi pembalap muda kebanggaan Indonesia tersebut.
Dengan usia yang masih sangat muda dan perkembangan yang terus meningkat, Feda Ega Pratama kini menjadi salah satu nama yang paling diperhitungkan di Moto3. Perjalanan menuju Moto2 memang masih panjang, tetapi penampilannya di Brno telah mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa Indonesia memiliki calon bintang besar di arena balap motor internasional.
Editor : Fadhilah Salsa Bella