Trenggalek Njenggelek - Seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, menghadirkan kejutan besar yang datang dari pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama. Tampil tanpa beban, Feda berhasil menunjukkan performa impresif dan memberikan tekanan serius kepada Alvaro Carpe sepanjang balapan.
Nama Alvaro Carpe sebelumnya dijagokan menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia Moto3 musim ini. Berbekal pengalaman serta prestasi mentereng di level junior, pembalap Spanyol tersebut datang ke Thailand dengan target mengamankan podium pada balapan perdana.
Namun persaingan di lintasan berlangsung jauh lebih sulit dari perkiraan. Kehadiran Feda Ega Pratama di kelompok depan membuat Carpe tidak bisa menjalankan strateginya dengan nyaman.
Feda Tampil Percaya Diri
Sejak awal balapan, Feda Ega Pratama menunjukkan kecepatan yang konsisten. Pembalap Indonesia itu mampu mengikuti ritme para rider papan atas dan beberapa kali terlibat duel ketat dalam perebutan posisi.
Kemampuan Feda menjaga jarak dengan rombongan terdepan menjadi salah satu sorotan utama. Bahkan saat memasuki lap-lap akhir, ia masih mampu memberikan tekanan kepada para pembalap yang lebih berpengalaman.
Penampilan tersebut semakin menguatkan anggapan bahwa Feda bukan lagi sekadar talenta muda, melainkan calon pesaing serius dalam perebutan poin Moto3 musim ini.
Carpe Terkendala Degradasi Ban
Setelah balapan berakhir, Alvaro Carpe mengungkapkan bahwa dirinya mengalami masalah degradasi ban yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat performa motor menurun dan memaksanya mengubah strategi balap di tengah perlombaan.
Alih-alih menyerang untuk mengejar podium, Carpe lebih banyak fokus mempertahankan posisi dari tekanan para pembalap di belakangnya. Situasi itu membuat duel di kelompok depan berlangsung semakin sengit.
Meski menghadapi kendala teknis, Carpe tetap berhasil finis di posisi keempat dan mengamankan poin penting pada seri pembuka musim ini.
Rivalitas Baru Mulai Terbentuk
Penampilan Feda Ega Pratama di Buriram menjadi salah satu pembahasan utama di paddock Moto3. Banyak pengamat menilai pembalap Indonesia tersebut telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan nama-nama besar di kelas ini.
Kemampuannya terus menempel Alvaro Carpe hingga garis finis menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk meraih hasil lebih baik pada balapan berikutnya. Bahkan sejumlah analis menyebut Feda sebagai salah satu kuda hitam yang bisa mengganggu dominasi pembalap Eropa musim ini.
Moto3 2026 baru saja dimulai, tetapi duel antara Alvaro Carpe dan Feda Ega Pratama sudah mencuri perhatian. Jika tren performa keduanya terus berlanjut, rivalitas ini berpotensi menjadi salah satu cerita terbesar sepanjang musim.
Seri berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Carpe untuk bangkit sekaligus peluang bagi Feda untuk kembali membuktikan kemampuannya di level tertinggi balap motor dunia.
Editor : M. Helmi Nurhisam