Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Berpeluang Naik ke Moto2, Ini Tantangan Besar yang Harus Ditaklukkan Pembalap Muda Indonesia

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:03 WIB
Veda Ega Pratama, Moto2, Moto3 2026, Pembalap Indonesia, Astra Honda Racing Team (Pinterest).
Veda Ega Pratama, Moto2, Moto3 2026, Pembalap Indonesia, Astra Honda Racing Team (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Veda Ega Pratama semakin sering diperbincangkan di kalangan pengamat balap internasional seiring performa impresifnya di ajang Moto3 musim 2026. Pembalap muda asal Indonesia itu dinilai memiliki potensi besar untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, yakni Moto2, setelah menunjukkan perkembangan yang konsisten sepanjang musim.

Peluang Veda Ega Pratama untuk naik kelas semakin terbuka lebar. Namun, jalan menuju Moto2 bukanlah perkara mudah. Ada sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut agar mampu bersaing dengan para rider yang lebih berpengalaman di kelas menengah Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Performa positif yang ditunjukkan Veda Ega Pratama membuat banyak pihak optimistis. Meski demikian, proses adaptasi menuju Moto2 membutuhkan persiapan fisik, teknik, dan mental yang jauh lebih matang dibandingkan saat berlaga di Moto3.

Perbedaan Motor Moto3 dan Moto2 Jadi Tantangan Utama

Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi Veda adalah karakteristik motor yang sangat berbeda antara Moto3 dan Moto2.

Motor Moto2 memiliki bobot sekitar 217 kilogram dengan tenaga mencapai 138 horsepower. Sementara motor Moto3 memiliki bobot sekitar 152 kilogram dan tenaga sekitar 60 horsepower. Perbedaan tersebut membuat pembalap harus beradaptasi dengan karakter motor yang lebih bertenaga dan lebih berat.

Kondisi ini menuntut peningkatan kemampuan fisik secara signifikan. Pembalap harus memiliki kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan stamina yang lebih baik agar mampu mengendalikan motor secara optimal sepanjang balapan.

Di Moto2, kemampuan mengontrol motor saat pengereman keras dan ketika keluar tikungan menjadi aspek yang sangat penting. Karena itu, persiapan fisik menjadi salah satu fokus utama jika Veda benar-benar mendapatkan kesempatan naik kelas.

Baca Juga: Kontroversi Brian Uriarte vs Feda Ega Pratama Memanas, Publik Moto3 Soroti Dugaan Tindakan Tidak Sportif di Lintasan

Adaptasi Ban dan Gaya Balap

Selain perbedaan motor, aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah karakteristik ban yang digunakan di Moto2.

Ban Moto2 memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih lebar dibandingkan Moto3. Kondisi tersebut memberikan tingkat traksi yang lebih baik, tetapi juga mengubah cara pembalap mengendalikan motor saat menikung maupun berakselerasi.

Perubahan ini menuntut Veda untuk melakukan penyesuaian gaya balap. Jika di Moto3 fokus utama berada pada kecepatan saat memasuki tikungan, maka di Moto2 teknik pengereman dan akselerasi setelah keluar tikungan menjadi faktor yang lebih dominan.

Kemampuan membaca karakter ban dan menentukan strategi balap yang tepat akan menjadi kunci penting bagi pembalap Indonesia tersebut untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Persaingan Moto2 Jauh Lebih Ketat

Tantangan lain yang menanti Veda Ega Pratama adalah kualitas persaingan di Moto2 yang jauh lebih kompetitif.

Sebagian besar pembalap Moto2 merupakan rider berpengalaman yang telah bertahun-tahun berkompetisi di level internasional. Mereka memiliki kemampuan teknis yang sangat matang serta pengalaman menghadapi berbagai kondisi balapan.

Veda harus beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal dari para rivalnya. Kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat dan menjaga konsentrasi sepanjang balapan menjadi aspek yang wajib dikuasai.

Selain itu, pengalaman para pembalap senior juga menjadi sumber pembelajaran penting bagi Veda untuk meningkatkan kualitas balapnya.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Padock Eropa Geger, Start dari Posisi 20 hingga Finis 5 Besar, Ducati dan KTM Berebut Talenta Muda Indonesia

Mental Juara Jadi Penentu Kesuksesan

Tidak hanya fisik dan teknik, mental juga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan seorang pembalap di Moto2.

Sebagai rider muda, Veda akan menghadapi tekanan yang lebih besar dibandingkan saat tampil di Moto3. Ia harus mampu mengendalikan rasa gugup, menjaga fokus, dan tetap tenang ketika berada dalam situasi sulit di lintasan.

Dalam dunia balap profesional, kemampuan menjaga ketenangan sering kali menjadi pembeda antara pembalap biasa dan calon juara. Karena itu, persiapan mental harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan teknis dan fisik.

Harapan Baru Balap Indonesia

Keberhasilan Veda Ega Pratama menembus Moto2 nantinya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi dunia balap Indonesia.

Jika mampu bersaing dan meraih hasil positif di kelas tersebut, Veda dapat membuka jalan bagi generasi pembalap muda Indonesia lainnya untuk mengikuti jejaknya di pentas dunia.

Dengan dukungan tim yang solid, program latihan yang terstruktur, serta perkembangan performa yang terus meningkat, peluang Veda untuk sukses di Moto2 tetap terbuka lebar. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari pembalap muda yang digadang-gadang menjadi salah satu talenta terbaik Indonesia di ajang balap motor internasional.

Baca Juga: Alvaro Carpe Akui Kewalahan Hadapi Feda Ega Pratama di Moto3 Thailand, Rivalitas Baru Mulai Mengguncang Grid

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Moto2 #Astra Honda Racing Team #pembalap indonesia