Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Finis Kelima di Moto3 Ceko 2026, Start dari Posisi 20 dan Nyaris Rebut Podium

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:07 WIB
Feda Ega Pratama finis kelima di Moto3 Ceko 2026 setelah start dari posisi 20. Simak komentar lengkap pembalap Honda Team Asia (Pinterest).
Feda Ega Pratama finis kelima di Moto3 Ceko 2026 setelah start dari posisi 20. Simak komentar lengkap pembalap Honda Team Asia (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Pembalap muda Indonesia Feda Ega Pratama kembali menunjukkan performa impresif pada ajang Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026). Meski harus memulai balapan dari posisi ke-20, rider Honda Team Asia tersebut sukses menembus posisi lima besar saat finis.

Hasil ini membuat Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pecinta balap motor dunia. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu tampil agresif sepanjang balapan dan nyaris mengamankan podium setelah terlibat persaingan ketat dengan para pembalap papan atas Moto3.

Bagi Feda Ega Pratama, hasil finis kelima di Moto3 Ceko menjadi pencapaian positif meski dirinya mengaku masih belum sepenuhnya puas. Sebab, sejak seri Mugello hingga Brno, ia terus mampu bersaing di grup depan dan merasa memiliki peluang untuk kembali naik podium.

Baca Juga: Alvaro Carpe Akui Kewalahan Hadapi Feda Ega Pratama di Moto3 Thailand, Rivalitas Baru Mulai Mengguncang Grid

Feda Bangga Meski Gagal Podium

Dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Feda mengaku senang dengan hasil yang diraih setelah memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan.

"Mulai dari posisi ke-20 hingga finis kelima tentu membuat saya senang. Tetapi saya juga merasa ada sesuatu yang kurang karena sejak Mugello saya telah berjuang di kelompok depan dan hari ini kami sangat dekat dengan podium," ujar Feda.

Ia mengakui akhir pekan di Brno tidak berjalan mudah. Sejak sesi latihan hingga kualifikasi, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun pengalaman tersebut justru memberinya pelajaran berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya.

Menurut Feda, fokus utamanya saat balapan adalah mengejar kelompok depan secepat mungkin setelah start dari posisi belakang. Strategi itu berhasil dijalankan dengan baik hingga akhirnya mampu menembus lima besar.

"Banyak pembalap memiliki pengalaman lebih banyak daripada saya dan lebih tahu bagaimana mengelola momen-momen terakhir balapan. Saya akan belajar dari pengalaman ini dan terus bekerja untuk balapan berikutnya," katanya.

Hakim Danish Raih Kemenangan

Sementara itu, balapan Moto3 Ceko 2026 berhasil dimenangkan oleh pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang tampil dominan sepanjang lomba.

Kemenangan tersebut semakin memperketat persaingan klasemen Moto3 musim 2026. Di sisi lain, Feda terus menunjukkan konsistensi sebagai salah satu rookie terbaik musim ini dan menjaga peluang untuk bersaing di papan atas klasemen.

Performa pembalap Indonesia itu juga menjadi sinyal positif menjelang seri berikutnya yang akan berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda, pada akhir pekan ini.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Berpeluang Naik ke Moto2, Ini Tantangan Besar yang Harus Ditaklukkan Pembalap Muda Indonesia

Marco Bezzecchi Kembali Balapan di MotoGP Belanda

Di kelas MotoGP, perhatian publik juga tertuju pada pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang dipastikan kembali turun balap pada MotoGP Belanda 2026 setelah menjalani hukuman larangan tampil satu balapan.

Sebelumnya, Bezzecchi mendapat sanksi usai insiden kontroversial pada Sprint Race MotoGP Ceko. Pembalap Italia tersebut diketahui menampar seorang marshal lintasan setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 3.

Aksi tersebut membuat Direktur Balap menjatuhkan hukuman diskualifikasi dan larangan tampil satu balapan. Upaya banding yang diajukan tim Aprilia kepada FIM juga ditolak.

Melalui akun media sosialnya, Bezzecchi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh komunitas MotoGP atas tindakannya.

"Saya ingin meminta maaf kepada seluruh komunitas MotoGP atas perilaku saya terhadap marshal lintasan. Saya menyesali tindakan tersebut dan memahami pengorbanan besar yang dilakukan para marshal demi keselamatan kami," tulis Bezzecchi.

Aprilia Terima Keputusan FIM

Tak lama setelah permintaan maaf tersebut, tim Aprilia Racing mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan menerima keputusan FIM dan tidak akan melanjutkan proses banding ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan demikian, kasus yang sempat menjadi perhatian dunia MotoGP itu resmi berakhir. Bezzecchi kini dapat kembali fokus menjalani persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim 2026.

Sementara itu, perhatian publik Indonesia kini kembali tertuju kepada Feda Ega Pratama yang akan menghadapi tantangan baru di Sirkuit Assen. Dengan performa yang terus meningkat, peluang pembalap muda Indonesia tersebut untuk kembali bersaing di barisan depan Moto3 semakin terbuka lebar.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Alvaro Carpe Frustrasi di Buriram, Pembalap Spanyol Akui Kehilangan Peluang Podium Moto3

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Marco Bezzecchi #Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Ceko 2026 #Hakim Danish