Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama vs Hakim Danish, Siapa Pembalap Moto3 dengan Penghasilan Lebih Besar? Ini Perbandingan Gaji dan Sponsor Keduanya

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB
Feda Ega Pratama dan Hakim Danish bersaing di Moto3 2026. Siapa yang memiliki gaji dan pendapatan sponsor lebih besar? (Pinterest).
Feda Ega Pratama dan Hakim Danish bersaing di Moto3 2026. Siapa yang memiliki gaji dan pendapatan sponsor lebih besar? (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Persaingan Feda Ega Pratama dan Hakim Danish tidak hanya menarik perhatian di lintasan Moto3 2026, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai besaran pendapatan yang diterima kedua pembalap muda Asia Tenggara tersebut. Di tengah performa impresif yang mereka tunjukkan sepanjang musim, nilai kontrak dan dukungan sponsor menjadi topik yang ramai diperbincangkan penggemar balap motor.

Nama Feda Ega Pratama dan Hakim Danish sama-sama muncul sebagai talenta terbaik dari Asia Tenggara yang berhasil menembus Kejuaraan Dunia Moto3. Keduanya merupakan lulusan kompetisi junior bergengsi dan kini bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia.

Meski sama-sama tampil di Moto3, struktur pendapatan Feda Ega Pratama dan Hakim Danish diyakini memiliki perbedaan yang dipengaruhi oleh tim, sponsor, hingga nilai komersial yang mereka miliki di negara masing-masing.

Moto3 Bukan Kelas dengan Gaji Fantastis

Banyak penggemar menganggap seluruh pembalap yang tampil di kejuaraan dunia otomatis memperoleh bayaran besar. Namun kenyataannya tidak demikian.

Moto3 dikenal sebagai kelas pembinaan yang berfungsi sebagai batu loncatan menuju Moto2 dan MotoGP. Di kelas ini, sebagian pembalap bahkan masih harus membawa sponsor pribadi untuk mendapatkan kursi balap.

Pendapatan besar umumnya baru dinikmati pembalap yang sudah berhasil menembus MotoGP. Sementara di Moto3, kontrak profesional masih berada dalam kategori pengembangan karier.

Meski begitu, kondisi Feda dan Hakim berbeda dibandingkan banyak rider lainnya karena keduanya datang dengan prestasi yang sudah terbukti di level junior.

Baca Juga: Alvaro Carpe Terkejut dengan Kecepatan Feda Ega Pratama, Moto3 Thailand Jadi Awal Rivalitas Panas Musim 2026

Posisi Finansial Feda Ega Pratama

Sebagai pembalap Honda Team Asia yang mendapat dukungan dari program pembinaan Honda, posisi Feda dinilai cukup kuat dari sisi finansial.

Meski tidak ada angka resmi yang dipublikasikan, sejumlah pengamat memperkirakan pembalap muda Indonesia tersebut menerima kontrak profesional dengan nilai yang kompetitif untuk ukuran Moto3.

Selain gaji pokok, sumber pendapatan terbesar Feda diperkirakan berasal dari bonus performa dan dukungan sponsor.

Setiap kali berhasil meraih poin, finis di posisi depan, atau naik podium, peluang memperoleh insentif tambahan dari sponsor maupun program pembinaan menjadi semakin besar.

Hakim Danish Didukung Tim Kompetitif

Di kubu lain, Hakim Danish juga memiliki posisi yang tidak kalah menarik. Pembalap asal Malaysia tersebut membela salah satu tim kompetitif di Moto3 dan menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan papan atas musim ini.

Statusnya sebagai pembalap potensial membuat nilai kontraknya diperkirakan berada pada level yang bersaing dengan para rider muda terbaik lainnya.

Dukungan industri motorsport Malaysia yang terus berkembang juga membuat Hakim memiliki peluang besar mendapatkan tambahan pemasukan dari berbagai sponsor nasional maupun regional.

Baca Juga: Gaji Feda Ega Pratama di Moto3 2026 Jadi Sorotan, Berapa Penghasilan Pembalap Indonesia Bersama Honda Team Asia?

Sponsor Jadi Kunci Penghasilan

Dalam dunia balap modern, penghasilan pembalap tidak hanya berasal dari gaji tim.

Sponsor pribadi, kontrak iklan, kerja sama merek, hingga aktivitas media sosial menjadi sumber pemasukan yang sangat penting. Bahkan dalam banyak kasus, nilainya bisa melampaui gaji pokok pembalap.

Di sinilah Feda memiliki keunggulan tersendiri. Sebagai salah satu pembalap Indonesia yang tampil di level dunia, ia memiliki pasar yang sangat besar. Basis penggemar yang luas membuat namanya menarik bagi berbagai perusahaan yang ingin memanfaatkan eksposur MotoGP sebagai sarana promosi.

Sementara Hakim Danish juga menikmati keuntungan serupa di Malaysia, meski skala pasar Indonesia yang lebih besar dinilai memberikan peluang komersial yang lebih luas bagi Feda.

Investasi Menuju MotoGP

Para pengamat menilai pendapatan yang diterima pembalap Moto3 saat ini lebih tepat dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Tujuan utama para rider muda bukan sekadar memperoleh gaji besar, melainkan membangun reputasi untuk menembus Moto2 dan MotoGP. Ketika berhasil naik kelas, nilai kontrak mereka berpotensi meningkat berkali-kali lipat.

Karena itu, persaingan Feda Ega Pratama dan Hakim Danish saat ini bukan hanya soal hasil balapan, tetapi juga tentang siapa yang mampu membangun nilai pasar tertinggi untuk masa depan.

Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus berkembang, keduanya berpeluang menjadi wajah baru balap motor Asia di panggung dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Pangkas Jarak dengan Alvaro Carpe di Moto3 Le Mans, Peluang Juara Semakin Terbuka

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Moto3 2026 #Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hakim Danish #Gaji Pembalap Moto3