Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 2026, Debut Sensasional di Thailand Angkat Nilai Kontrak dan Harapan Indonesia

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:20 WIB
Feda Ega Pratama tampil sensasional di Moto3 Thailand 2026. Debut finis lima besar angkat nilai kontrak dan peluang sponsor (Pinterest).
Feda Ega Pratama tampil sensasional di Moto3 Thailand 2026. Debut finis lima besar angkat nilai kontrak dan peluang sponsor (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK- Nama Feda Ega Pratama semakin menjadi perbincangan hangat di dunia balap motor internasional setelah tampil impresif pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Thailand. Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sukses finis di posisi kelima pada balapan debutnya, sebuah pencapaian yang langsung mengundang perhatian pengamat balap dunia.

Keberhasilan Feda Ega Pratama menembus lima besar bukan sekadar hasil keberuntungan seorang rookie. Penampilannya yang tenang, agresif saat diperlukan, dan cerdas dalam mengelola balapan menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.

Bagi publik Indonesia, performa Feda Ega Pratama menjadi harapan baru di tengah penantian panjang hadirnya pembalap Tanah Air yang mampu berbicara banyak di kejuaraan dunia Grand Prix.

Debut Impresif di Sirkuit Chang Thailand

Moto3 Thailand 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Feda. Meski baru pertama kali tampil penuh di ajang Kejuaraan Dunia Moto3, rider Honda Team Asia tersebut mampu bersaing dengan pembalap-pembalap Eropa yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman.

Finis di posisi kelima membuat Feda langsung masuk radar para pengamat dan tim-tim besar yang memantau perkembangan talenta muda dunia balap motor.

Kemampuannya menjaga ritme balapan hingga lap terakhir menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pembalap seusianya. Tidak sedikit yang menilai hasil tersebut sebagai salah satu debut terbaik pembalap Asia dalam beberapa musim terakhir.

Baca Juga: Gaji Feda Ega Pratama di Moto3 2026 Jadi Sorotan, Berapa Penghasilan Pembalap Indonesia Bersama Honda Team Asia?

Jalur Prestasi Bersama Honda Team Asia

Berbeda dengan sebagian pembalap Moto3 yang harus membawa sponsor pribadi untuk mendapatkan kursi balap, Feda datang melalui jalur prestasi.

Lulusan program pembinaan Astra Honda Racing Team dan Asia Talent Cup tersebut mendapat kesempatan membela Honda Team Asia berkat pencapaian yang konsisten di berbagai kejuaraan junior.

Status tersebut membuat Feda berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan pembalap yang berstatus pay rider. Ia memperoleh dukungan teknis, fasilitas, dan pengembangan yang disiapkan langsung oleh jaringan pembinaan Honda.

Dukungan itu menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di level dunia.

Nilai Kontrak Mulai Jadi Perbincangan

Seiring meningkatnya performa Feda, pembahasan mengenai nilai kontraknya juga mulai ramai diperbincangkan.

Di Moto3, gaji pembalap memang tidak sebesar MotoGP. Namun pembalap yang tergabung dalam program pabrikan biasanya mendapatkan kontrak profesional dengan berbagai bentuk dukungan tambahan.

Meski angka resmi tidak pernah diumumkan, berbagai spekulasi menyebut nilai kontrak pembalap muda potensial di Moto3 dapat mencapai puluhan hingga ratusan ribu euro per musim, tergantung prestasi dan status tim yang dibela.

Selain gaji pokok, bonus performa dan dukungan sponsor menjadi sumber pemasukan yang tidak kalah penting.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Pangkas Jarak dengan Alvaro Carpe di Moto3 Le Mans, Peluang Juara Semakin Terbuka

Daya Tarik Sponsor Terus Meningkat

Keberhasilan Feda tampil kompetitif di Moto3 membuat nilai komersialnya ikut melonjak.

Sebagai pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia, ia memiliki daya tarik besar bagi berbagai merek nasional maupun internasional. Popularitasnya di media sosial juga menjadi faktor yang semakin memperkuat posisi tawarnya.

Dalam dunia balap modern, sponsor pribadi sering kali memberikan kontribusi pendapatan yang lebih besar dibandingkan gaji dasar dari tim.

Karena itu, semakin baik hasil yang diraih Feda di lintasan, semakin besar pula peluang kerja sama komersial yang bisa diperolehnya pada masa depan.

Tantangan Berikutnya di Brasil

Setelah tampil mengesankan di Thailand, tantangan selanjutnya menanti Feda pada seri Moto3 Brasil 2026.

Lintasan dengan karakter berbeda akan menjadi ujian penting untuk membuktikan apakah hasil di Thailand merupakan awal dari konsistensi jangka panjang atau sekadar kejutan di seri pembuka.

Tim Honda Team Asia kini fokus mempersiapkan motor dan strategi terbaik agar pembalap Indonesia tersebut dapat kembali bersaing di barisan depan.

Jika mampu mempertahankan performanya, peluang Feda untuk menjadi kandidat kuat Rookie of the Year 2026 semakin terbuka lebar.

Perjalanan Feda Ega Pratama di Moto3 memang masih panjang. Namun satu hal yang mulai terlihat jelas, pembalap muda asal Gunungkidul itu sedang membangun fondasi kuat menuju karier yang lebih besar. Dengan dukungan tim, sponsor, dan performa yang terus berkembang, mimpi melihat pembalap Indonesia menembus Moto2 hingga MotoGP kini bukan lagi sekadar angan-angan.

Baca Juga: Feda Ega Pratama vs Hakim Danish, Siapa Pembalap Moto3 dengan Penghasilan Lebih Besar? Ini Perbandingan Gaji dan Sponsor Keduanya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Honda Team Asia #Rookie of the Year Moto3 #Moto3 Thailand 2026 #Pembalap Indonesia MotoGP