TRENGGALEK NJENGGELEK - Penampilan Feda Ega Pratama pada seri Moto3 Brno 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang musim ini. Pembalap muda Indonesia tersebut berhasil mencuri perhatian setelah melakukan comeback luar biasa dari posisi start ke-20 hingga finis di posisi kelima pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Brno, Republik Ceko.
Hasil tersebut terasa istimewa karena Feda Ega Pratama harus menghadapi berbagai tantangan sejak sebelum balapan dimulai. Selain menerima penalti yang membuatnya harus memulai balapan dari barisan belakang, rider Honda Team Asia itu juga harus bersaing melawan dominasi motor KTM yang sepanjang musim Moto3 2026 menjadi kekuatan utama di grid.
Aksi Feda Ega Pratama di Brno pun menjadi bukti bahwa kemampuan pembalap tidak hanya ditentukan oleh performa motor semata, tetapi juga oleh kecerdasan membaca balapan, strategi, serta keberanian mengambil keputusan di lintasan.
Honda dan KTM Punya Karakter Berbeda
Moto3 musim ini didominasi oleh motor KTM RC250GP yang dikenal memiliki akselerasi agresif dan torsi kuat saat keluar tikungan.
Karakter tersebut membuat banyak pembalap KTM mampu menciptakan keunggulan sejak awal balapan, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan akselerasi cepat dari kecepatan rendah.
Di sisi lain, Honda NSF250RW yang digunakan Feda memiliki karakter berbeda. Motor tersebut dikenal lebih halus dalam penyaluran tenaga, memiliki stabilitas tinggi di tikungan cepat, serta mampu menjaga kecepatan saat melintasi sektor panjang.
Perbedaan karakter itu membuat pembalap Honda harus memiliki pendekatan balap yang berbeda dibandingkan rival-rival mereka yang menggunakan KTM.
Penalti Tak Goyahkan Mental Feda
Sebelum balapan berlangsung, Feda harus menerima kenyataan pahit berupa penalti yang membuatnya turun hingga 12 posisi dari hasil kualifikasi.
Akibatnya, pembalap asal Gunungkidul itu terpaksa memulai balapan dari posisi ke-20. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan besar mengingat ketatnya persaingan di Moto3 yang terkenal dengan grup balapan yang rapat.
Namun, Feda menunjukkan ketenangan luar biasa. Alih-alih kehilangan kepercayaan diri, ia tetap fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama tim.
Mentalitas itulah yang kemudian menjadi salah satu kunci keberhasilannya melakukan comeback spektakuler sepanjang balapan.
Pengereman dan Racing Line Jadi Senjata Utama
Sejak lap pertama, Feda mulai memperlihatkan kemampuannya membaca situasi balapan.
Alih-alih mengandalkan kecepatan motor semata, ia memaksimalkan teknik pengereman terlambat serta pemilihan racing line yang efektif untuk menyalip lawan-lawannya.
Strategi tersebut terbukti sangat efektif di Brno yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat.
Dengan pengereman yang presisi dan kemampuan menjaga momentum saat menikung, Feda mampu menutup kekurangan motor Honda di sektor akselerasi dan secara perlahan memangkas posisi demi posisi.
Penampilannya terlihat matang dan penuh perhitungan, sesuatu yang jarang ditemukan pada pembalap berusia 17 tahun.
Salip 15 Pembalap dalam Satu Balapan
Puncak penampilan impresif Feda terlihat ketika ia berhasil menyalip total 15 pembalap sepanjang balapan.
Ia mampu melewati sejumlah nama kuat yang menggunakan motor KTM dan berada di barisan depan klasemen Moto3 musim ini.
Setiap posisi yang diraih bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari strategi, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang di momen yang tepat.
Perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis saat Feda melintasi garis finis di posisi kelima, sebuah hasil yang nyaris tidak terbayangkan ketika dirinya memulai balapan dari P20.
Bukti Kualitas Pembalap Masa Depan
Finis kelima di Brno menjadi bukti bahwa Feda Ega Pratama memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Di tengah dominasi KTM dan berbagai keterbatasan yang harus dihadapi, pembalap Indonesia itu mampu menunjukkan bahwa kecerdasan balap dan kemampuan beradaptasi dapat menjadi pembeda.
Hasil tersebut juga memperkuat status Feda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan perkembangan performa yang terus meningkat, masa depan pembalap Honda Team Asia itu dinilai semakin cerah.
Moto3 Brno 2026 bukan hanya menjadi balapan biasa bagi Feda. Seri ini menjadi panggung yang menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang siap bersaing melawan para pembalap terbaik di arena Grand Prix.
Editor : Fadhilah Salsa Bella