Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Feda Ega Pratama Tetap Pimpin Klasemen Rookie Moto3 2026 Meski Gagal Finis, Sementara Francesco Bagnaia Mulai Frustrasi dengan Ducati GP26

M. Helmi Nurhisam • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:15 WIB
Feda Ega Pratama tetap pimpin klasemen rookie Moto3 2026 meski gagal finis, sementara Francesco Bagnaia mulai frustrasi dengan Ducati. (Pinterest)
Feda Ega Pratama tetap pimpin klasemen rookie Moto3 2026 meski gagal finis, sementara Francesco Bagnaia mulai frustrasi dengan Ducati. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dalam persaingan Moto3 2026. Meski gagal finis pada seri ketiga yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, pembalap muda Indonesia tersebut masih kokoh di puncak klasemen rookie musim ini.

Posisi Feda Ega Pratama di klasemen rookie Moto3 2026 tetap aman berkat raihan 27 poin yang berhasil dikumpulkannya dari dua seri sebelumnya di Thailand dan Brasil. Hasil tersebut membuat para pesaingnya belum mampu menyalip perolehan poin pembalap binaan Honda Team Asia tersebut.

Di saat yang sama, dunia balap motor juga diwarnai kabar kurang menggembirakan dari kelas MotoGP. Juara dunia Francesco Bagnaia dikabarkan mulai frustrasi dengan performa Ducati GP26 yang dinilai mengalami penurunan dibanding musim sebelumnya.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Tetap Pimpin Klasemen Rookie Moto3 2026 Meski Crash di Amerika, Brian Uriarte Terus Membayangi

Feda Ega Pratama Tetap Kokoh di Puncak Rookie Moto3

Insiden yang dialami Feda pada seri Amerika membuatnya gagal meraih tambahan poin. Namun hasil tersebut ternyata belum cukup untuk menggoyahkan posisinya sebagai pemimpin klasemen rookie Moto3 2026.

Pesaing terdekatnya saat ini adalah Brian Uriarte asal Spanyol yang mengoleksi 23 poin. Sementara posisi ketiga ditempati Rico Salmela dengan raihan 20 poin.

Persaingan antara Feda dan Uriarte sebenarnya bukan hal baru. Keduanya sudah beberapa kali bertemu sejak tampil di ajang junior seperti Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP World Championship. Rivalitas tersebut kini berlanjut di level dunia dan menjadi salah satu cerita menarik musim ini.

Di bawah mereka terdapat Casey O'Gorman dengan 12 poin dan Hakim Danis yang mengoleksi sembilan poin. Sementara Jesus Rios menjadi rookie lain yang sudah berhasil meraih poin setelah finis di posisi ke-15 pada salah satu seri awal musim.

Menariknya, dari delapan rookie yang tampil musim ini, hanya Feda Ega Pratama dan Leo Ramerstorfer yang benar-benar menjalani debut penuh tanpa pengalaman balapan Moto3 sebelumnya. Fakta tersebut semakin memperlihatkan betapa cepatnya adaptasi pembalap Indonesia tersebut di level kompetisi dunia.

Baca Juga: Meski Crash di Moto3 Amerika, Feda Ega Pratama Tetap Rajai Klasemen Rookie 2026 dan Ungguli Rival Spanyol

 

Tantangan Berat Menanti di Jerez

Meski masih memimpin klasemen rookie, perjalanan Feda menuju gelar pendatang baru terbaik musim ini masih sangat panjang. Seri berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, lintasan yang dikenal teknis dan membutuhkan konsistensi tinggi.

Balapan di Jerez diprediksi menjadi momentum penting bagi Feda untuk bangkit setelah gagal finis di Amerika. Di sisi lain, para rival tentu akan berusaha memanfaatkan kesempatan untuk memangkas selisih poin.

Dengan selisih hanya empat poin dari Brian Uriarte, posisi Feda belum sepenuhnya aman. Namun performa impresif yang ditunjukkan sejak awal musim membuat banyak pengamat mulai melihatnya sebagai salah satu talenta masa depan MotoGP.

Ducati GP26 Mulai Dihantui Masalah

Sementara perhatian publik tertuju pada perkembangan Feda di Moto3, kelas MotoGP justru menghadirkan cerita berbeda. Ducati yang musim lalu tampil dominan kini mulai menghadapi berbagai persoalan teknis.

Francesco Bagnaia mengaku kesulitan menemukan performa terbaik bersama Ducati GP26. Pembalap asal Italia itu menyebut masalah utama terletak pada pengereman dan pengelolaan ban yang membuat kecepatannya menurun drastis saat balapan utama.

Pada GP Amerika Serikat, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang mampu naik podium di balapan utama. Hasil tersebut menjadi alarm serius bagi pabrikan asal Bologna tersebut.

Ducati sebenarnya telah menghadirkan pembaruan aerodinamika baru pada sesi latihan di Texas. Paket tersebut digunakan oleh Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sebagai bagian dari evaluasi pengembangan motor. Namun hasilnya belum menunjukkan perubahan signifikan.

 

Spekulasi Masa Depan Bagnaia

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan Bagnaia bersama Ducati. Beberapa rumor menyebutkan bahwa sang juara dunia mulai mempertimbangkan opsi lain, termasuk kemungkinan bergabung dengan Aprilia yang saat ini tampil sangat kompetitif.

Meski belum ada konfirmasi resmi, sejumlah pengamat menilai pernyataan Bagnaia belakangan ini menunjukkan tingkat frustrasi yang cukup tinggi. Ia mengaku kehilangan kecepatan saat balapan utama dan belum menemukan solusi atas masalah yang dihadapi Ducati GP26.

MotoGP 2026 kini memasuki fase penting. Ducati masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sebelum seri berikutnya berlangsung di Jerez. Namun jika masalah tersebut tidak segera teratasi, dominasi yang mereka bangun dalam beberapa musim terakhir bisa saja berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.

Di sisi lain, Feda Ega Pratama justru terus menunjukkan perkembangan positif. Meski sempat gagal finis, pembalap Indonesia itu masih menjadi pemimpin klasemen rookie dan terus membuka peluang untuk mencatatkan sejarah di musim debutnya.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Moto3 2026 #Francesco Bagnaia #Feda Ega Pratama #Klasemen Rookie Moto3 #Ducati GP26