Trenggalek Njenggelek - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dalam persaingan Moto3 2026. Meski gagal menyelesaikan balapan pada seri ketiga yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, pembalap muda Indonesia itu tetap bertahan di puncak klasemen rookie atau pembalap debutan musim ini.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa performa impresif yang ditunjukkan Feda pada awal musim masih memberikan dampak besar terhadap posisinya di klasemen. Dengan total 27 poin yang telah dikumpulkan sejak seri Thailand dan Brasil, Feda masih unggul atas para pesaing terdekatnya.
Kondisi ini cukup menarik karena biasanya kegagalan finis dapat membuat posisi pembalap terancam. Namun dalam kasus Feda Ega Pratama, keunggulan poin yang berhasil diraih pada dua seri awal menjadi penyelamat yang membuatnya tetap nyaman di urutan pertama klasemen rookie Moto3 2026.
Awal Musim yang Mengesankan
Perjalanan Feda pada musim debutnya bisa dibilang melampaui ekspektasi banyak pihak. Sebagai pembalap yang baru pertama kali menjalani satu musim penuh di Moto3, ia mampu langsung tampil kompetitif menghadapi para rider muda terbaik dunia.
Pada dua seri pembuka musim ini, Feda menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat cepat. Ia berhasil mengumpulkan poin penting yang kini menjadi modal utama dalam persaingan klasemen rookie.
Meski mengalami kecelakaan dan gagal meraih poin di Amerika Serikat, pencapaiannya pada awal musim membuat posisinya tetap sulit digeser. Konsistensi tersebut menjadi salah satu faktor yang membedakannya dari para rookie lain.
Brian Uriarte Terus Menempel
Di belakang Feda, pembalap Spanyol Brian Uriarte terus memberikan tekanan. Hingga seri ketiga, Uriarte telah mengoleksi 23 poin atau hanya terpaut empat angka dari pembalap Indonesia tersebut.
Persaingan keduanya menjadi salah satu cerita menarik di Moto3 musim ini. Sebelum bertemu di kejuaraan dunia, Feda dan Uriarte sudah beberapa kali saling berhadapan di level junior seperti Red Bull MotoGP Rookies Cup dan JuniorGP.
Kini rivalitas tersebut berlanjut di Moto3 dan diprediksi akan semakin sengit seiring bertambahnya jumlah seri balapan. Selain Uriarte, pembalap Finlandia Rico Salmela juga masih memiliki peluang setelah mengumpulkan 20 poin.
Sementara Casey O'Gorman menempati posisi keempat dengan 12 poin, diikuti Hakim Danis yang mengoleksi sembilan poin. Persaingan klasemen rookie masih sangat terbuka karena musim 2026 masih menyisakan banyak balapan.
Adaptasi Cepat Jadi Kelebihan Feda
Salah satu hal yang paling banyak mendapat pujian dari pengamat adalah kemampuan adaptasi Feda. Dari delapan rookie yang tampil musim ini, hanya Feda Ega Pratama dan Leo Ramerstorfer yang benar-benar menjalani debut penuh tanpa pengalaman Moto3 sebelumnya.
Meski minim pengalaman, Feda mampu menunjukkan kematangan dalam balapan. Ia tidak hanya cepat, tetapi juga mampu mengelola tekanan ketika harus bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.
Kemampuan tersebut membuat banyak pihak mulai memandang Feda sebagai salah satu prospek besar Asia untuk masa depan balap motor dunia. Bahkan, sejumlah analis menilai pembalap Indonesia itu berpotensi menjadi kandidat kuat peraih gelar rookie terbaik musim ini jika mampu mempertahankan performanya.
Tantangan Berat Menanti di Jerez
Setelah seri Amerika, fokus kini beralih ke Sirkuit Jerez, Spanyol. Lintasan ini dikenal memiliki karakter teknis yang menuntut konsistensi dan kemampuan membaca kondisi balapan dengan baik.
Bagi Feda, Jerez menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kegagalan finis di Amerika hanyalah sebuah insiden biasa. Tambahan poin di Spanyol akan sangat penting untuk menjaga jarak dari Brian Uriarte dan para pesaing lainnya.
Sebaliknya, para rival tentu berharap dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memangkas selisih poin. Karena itu, balapan di Jerez diperkirakan menjadi salah satu seri paling menentukan dalam perebutan posisi puncak klasemen rookie.
Meski perjalanan masih panjang, Feda Ega Pratama telah menunjukkan bahwa dirinya bukan rookie biasa. Dengan performa yang konsisten dan kemampuan beradaptasi yang cepat, pembalap Indonesia itu terus membuktikan layak diperhitungkan sebagai salah satu bintang masa depan Moto3.
Editor : M. Helmi Nurhisam