TRENGGALEK NJENGGELEK – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan hangat usai tampil luar biasa pada balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Automotodrom Brno. Meski gagal meraih podium, pembalap muda Indonesia tersebut sukses mencuri perhatian publik dunia berkat aksi comeback spektakuler dari posisi start ke-20 hingga finis di urutan kelima.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko 2026 bahkan disebut sebagai salah satu aksi terbaik yang terjadi sepanjang musim ini. Pembalap Honda Team Asia itu menunjukkan mentalitas kuat dan kemampuan balap yang matang meski harus menghadapi situasi sulit sebelum balapan dimulai.
Nama Veda Ega Pratama menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas setelah balapan karena keberhasilannya menyalip 15 pembalap dalam satu race. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa rider asal Wonosari, Gunungkidul, itu mampu bersaing dengan para pembalap terbaik dunia meski masih menjalani musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3.
Penalti Bikin Veda Kehilangan Posisi Start Ideal
Sebelum balapan berlangsung, Veda sebenarnya memiliki modal yang cukup menjanjikan. Pada sesi kualifikasi yang digelar Sabtu, 20 Juni 2026, pembalap berusia 17 tahun itu berhasil mencatatkan waktu yang kompetitif dan menempati posisi kedelapan.
Hasil tersebut membuka peluang besar bagi Veda untuk bertarung di barisan depan sejak lap pertama. Namun situasi berubah setelah dirinya mendapatkan hukuman penalti yang membuatnya harus turun 12 posisi di grid start.
Akibat sanksi tersebut, Veda yang semula berada di posisi kedelapan harus memulai balapan dari urutan ke-20. Posisi tersebut tentu menjadi tantangan besar mengingat persaingan Moto3 dikenal sangat ketat dengan selisih performa yang tipis antar pembalap.
Tunjukkan Mental Baja Sejak Lampu Start Padam
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Veda justru menunjukkan karakter kuat saat balapan dimulai. Sejak lap pertama, pembalap Honda Team Asia tersebut langsung tampil agresif dan mulai memangkas jarak dengan para rivalnya.
Posisi demi posisi berhasil direbut dengan manuver bersih dan penuh perhitungan. Keberaniannya saat melakukan pengereman serta kemampuannya memilih racing line yang tepat membuat banyak lawan kesulitan mempertahankan posisi.
Penampilan Veda semakin mengesankan ketika memasuki pertengahan balapan. Secara perlahan ia mampu merangsek ke kelompok depan hingga sempat menembus posisi tiga besar.
Pencapaian itu menjadi salah satu momen paling menarik sepanjang balapan. Sebab sangat jarang seorang pembalap yang memulai lomba dari posisi ke-20 mampu ikut bertarung memperebutkan podium di kelas yang sekompetitif Moto3.
Finis Kelima, Tetapi Jadi Pembalap dengan Progres Terbaik
Meski pada lap-lap terakhir harus menghadapi tekanan dari para rival yang lebih berpengalaman, Veda tetap mampu menjaga ritme balapnya hingga garis finis.
Pembalap Indonesia itu akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima. Sementara kemenangan diraih pembalap Malaysia, Hakim Danish, setelah melalui pertarungan sengit sepanjang 16 lap.
Meski tidak naik podium, statistik menunjukkan Veda menjadi pembalap dengan peningkatan posisi terbesar di Moto3 Ceko 2026. Dari posisi start ke-20, ia berhasil melompat 15 posisi hingga finis di urutan kelima.
Catatan tersebut bahkan lebih baik dibandingkan beberapa pembalap yang berdiri di podium. Keberhasilan menyalip banyak rival dalam satu balapan menjadi bukti kualitas balap yang dimiliki pembalap muda Indonesia tersebut.
Honda Terbaik di Tengah Dominasi KTM
Ada fakta menarik lain dari hasil balapan di Brno. Empat pembalap yang finis di depan Veda seluruhnya menggunakan motor KTM yang sepanjang musim memang mendominasi Moto3.
Di tengah dominasi tersebut, Veda berhasil menjadi pembalap Honda dengan hasil terbaik pada seri ke-9 musim 2026. Pencapaian ini menunjukkan bahwa dirinya mampu memaksimalkan potensi motor Honda NSF250RW untuk bersaing melawan para rival yang menggunakan paket motor berbeda.
Hasil di Brno sekaligus mempertegas status Veda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini. Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus berkembang, peluangnya untuk meraih hasil lebih besar pada seri-seri berikutnya masih terbuka lebar.
Aksi comeback dari posisi ke-20 hingga finis kelima menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar talenta masa depan Indonesia, tetapi juga salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di ajang Moto3 World Championship.
Editor : Fadhilah Salsa Bella