Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama dan Hakim Danish Kena Penalti 12 Posisi di Moto3 Ceko 2026, Grid Start Brno Mendadak Berubah Total

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:49 WIB
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish kena penalti 12 posisi di Moto3 Ceko 2026. Grid start Brno berubah total jelang balapan (Pinterest).
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish kena penalti 12 posisi di Moto3 Ceko 2026. Grid start Brno berubah total jelang balapan (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK– Drama besar mewarnai rangkaian Moto3 Grand Prix Ceko 2026 di Sirkuit Automotodrom Brno setelah pihak steward menjatuhkan sanksi berat kepada empat pembalap menjelang balapan utama. Salah satu nama yang paling menjadi sorotan adalah Veda Ega Pratama yang harus menerima hukuman turun 12 posisi di grid start setelah dinilai melanggar aturan saat sesi kualifikasi.

Keputusan tersebut langsung mengubah peta persaingan Moto3 Ceko 2026. Selain Veda Ega Pratama, pembalap Malaysia Hakim Danish juga terkena hukuman serupa. Penalti ini membuat sejumlah tim harus mengubah strategi secara mendadak hanya beberapa jam sebelum balapan berlangsung.

Sanksi diberikan karena para pembalap dianggap melakukan pelanggaran berupa berkendara terlalu lambat atau excessively slow riding selama sesi kualifikasi kedua (Q2). Menurut steward, tindakan tersebut berpotensi mengganggu pembalap lain yang sedang menjalani lap cepat untuk memperbaiki catatan waktu.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Sorotan di Moto3 Ceko 2026, Start dari Posisi 20 hingga Finish P5, Aksi Comeback-nya Bikin Dunia Balap Tercengang

Steward Jatuhkan Hukuman Berat

Sesi kualifikasi Moto3 di Brno berlangsung dalam tensi tinggi. Para pembalap saling mencari posisi terbaik untuk mendapatkan efek slipstream yang sangat penting di lintasan panjang seperti Automotodrom Brno.

Namun dalam proses tersebut, beberapa rider dinilai memperlambat laju motornya secara berlebihan saat menunggu momen ideal untuk memulai lap cepat. Situasi itu dianggap membahayakan dan mengganggu pembalap lain yang sedang berada dalam putaran kualifikasi.

Setelah melakukan evaluasi, steward akhirnya menjatuhkan penalti berupa penurunan 12 posisi di grid start kepada empat pembalap yang dianggap melanggar regulasi.

Keputusan tersebut langsung menjadi topik utama di paddock Moto3 karena memengaruhi sejumlah rider yang sebelumnya memiliki peluang besar untuk bertarung di barisan depan.

Veda Kehilangan Posisi Start Ideal

Dampak terbesar dirasakan Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu sebelumnya tampil cukup impresif sepanjang sesi kualifikasi.

Veda berhasil mengamankan posisi start kedelapan yang menempatkannya di baris ketiga grid. Hasil tersebut dinilai cukup ideal untuk membuka peluang bersaing di kelompok depan sejak lap pertama.

Namun setelah penalti diumumkan, posisi start Veda langsung merosot drastis. Rider asal Wonosari, Gunungkidul, itu harus turun 12 posisi dan memulai balapan dari urutan ke-20.

Perubahan tersebut membuat tantangan yang dihadapi Veda menjadi jauh lebih berat. Dari yang semula berpeluang langsung bertarung di kelompok depan, kini ia harus memulai balapan dari tengah hingga belakang rombongan pembalap.

Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Feda Ega Pratama Makin Dekat 5 Besar Usai Tampil Heroik di Moto3 Ceko

Hakim Danish Ikut Terdampak

Nasib serupa juga dialami Hakim Danish. Pembalap Malaysia itu sebenarnya tampil sangat kompetitif di sesi kualifikasi dan berhasil menempati posisi kedua.

Namun penalti yang sama membuat Danish kehilangan kesempatan start dari baris depan. Ia harus turun ke posisi ke-14 dan memulai balapan dari lini tengah.

Perubahan tersebut memaksa timnya menyusun ulang strategi balapan. Fokus yang semula mengarah pada perebutan podium kini berubah menjadi upaya menembus kembali kelompok terdepan.

Selain Veda dan Danish, pembalap Italia Guido Pini serta Rico Salmela juga menerima hukuman identik. Guido Pini turun dari posisi ke-12 ke urutan ke-24, sementara Rico Salmela harus melorot dari posisi ke-18 hingga ke posisi ke-26 atau barisan paling belakang.

Peluang Comeback Masih Terbuka

Meski hukuman tersebut dianggap sangat merugikan, peluang untuk bangkit masih terbuka bagi para pembalap yang terkena penalti.

Karakteristik Sirkuit Brno memang dikenal teknikal dengan kombinasi tikungan cepat, perubahan elevasi, serta lintasan lurus yang cukup panjang. Namun trek ini juga menyediakan sejumlah titik overtaking yang dapat dimanfaatkan pembalap dengan kecepatan kompetitif.

Bagi Veda Ega Pratama, tantangan terbesar adalah melakukan start bersih dan menghindari insiden pada lap-lap awal. Jika mampu menjaga ritme balap serta memanfaatkan peluang menyalip dengan efektif, peluang untuk kembali menembus zona poin bahkan mendekati posisi lima besar masih terbuka.

Situasi serupa juga berlaku bagi Hakim Danish yang memiliki modal kecepatan kuat sepanjang akhir pekan. Balapan di Brno kini tidak hanya menjadi pertarungan memperebutkan poin kejuaraan, tetapi juga panggung pembuktian bagi para pembalap yang harus bangkit dari posisi start yang tidak ideal.

Dengan penalti yang mengubah susunan grid secara drastis, Moto3 Ceko 2026 dipastikan menghadirkan jalannya balapan yang lebih menarik dan sulit diprediksi hingga lap terakhir.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Start dari Baris Ketiga Moto3 Ceko 2026, Lompatan Dramatis di Detik Terakhir Q2 Buka Peluang Besar ke Podium

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Ceko 2026 #Hakim Danish #Automotodrom Brno