Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Perjalanan Feda Ega Pratama dari Gunungkidul ke Eropa, Anak Juara Indoprix yang Kini Jadi Harapan Besar Indonesia Menuju MotoGP

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:56 WIB
Perjalanan Feda Ega Pratama dari Gunungkidul hingga juara Rookies Cup dan calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP (Pinterest).
Perjalanan Feda Ega Pratama dari Gunungkidul hingga juara Rookies Cup dan calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP (Pinterest).

TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Feda Ega Pratama kini semakin dikenal di dunia balap internasional. Pembalap muda asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu berhasil menjelma menjadi salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia dalam jalur pembinaan menuju MotoGP.

Di usianya yang masih sangat muda, Feda telah menorehkan sejumlah prestasi bersejarah yang membuat namanya diperhitungkan di Eropa. Keberhasilannya bukan datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun sejak masa kanak-kanak dengan dukungan keluarga dan sistem pembinaan berjenjang dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Lahir pada 23 September 2008, Feda tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan dunia balap. Sang ayah, Sudarmono atau yang akrab disapa Momon, merupakan mantan pembalap nasional yang pernah menjadi juara Indoprix 2012.

Sejak kecil, Feda sudah akrab dengan suasana sirkuit. Raungan mesin dan atmosfer balapan menjadi bagian dari kesehariannya karena kerap diajak sang ayah menghadiri berbagai kejuaraan motor.

Dididik Keras Sejak Kecil

Perkenalan Feda dengan dunia motor dimulai sejak usia empat tahun. Awalnya hanya bermain dan mengenal komponen motor. Saat berusia lima tahun, ia mulai belajar mengendarai motor kecil, sebelum akhirnya mengikuti berbagai ajang balap anak-anak pada usia enam tahun.

Awalnya Feda sempat diarahkan ke motocross. Namun saat menginjak usia delapan tahun, fokusnya dialihkan ke balap aspal yang kemudian menjadi fondasi utama kariernya hingga sekarang.

Sudarmono menerapkan disiplin tinggi dalam mendidik putranya. Menurutnya, balap motor merupakan olahraga berisiko tinggi sehingga membutuhkan keseriusan dan fokus penuh.

Latihan fisik menjadi rutinitas harian Feda setelah pulang sekolah. Waktu bermain yang biasanya dinikmati anak seusianya harus dikorbankan demi mengejar mimpi menjadi pembalap profesional.

Baca Juga: Veda Ega Pratama dan Hakim Danish Kena Penalti 12 Posisi di Moto3 Ceko 2026, Grid Start Brno Mendadak Berubah Total

Tempaan Astra Honda Racing School

Bakat besar yang dimiliki Feda mulai mendapat perhatian ketika bergabung dengan Astra Honda Racing School (AHRS) pada 2019.

Di bawah bimbingan pelatih dan pembalap senior Astra Honda Racing Team (AHRT), kemampuan teknis serta mental balapnya berkembang pesat. Bahkan, Feda berhasil meraih predikat sebagai murid terbaik AHRS.

Keberhasilan tersebut menjadi pintu masuk menuju program pembinaan berjenjang milik AHM yang selama ini menjadi jalur utama pembalap Indonesia menuju level internasional.

Juara Asia Talent Cup Dua Kali

Karier internasional Feda mulai terlihat ketika mendapatkan kesempatan tampil di Asia Talent Cup. Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan sangat baik.

Musim 2022 menjadi titik awal kebangkitannya. Pada musim penuh pertamanya di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), Feda sukses meraih gelar juara dan mencatat sejarah sebagai salah satu juara termuda dalam kompetisi tersebut.

Prestasi itu berlanjut pada musim 2023. Ia kembali menunjukkan dominasi luar biasa dan mempertahankan performa konsisten di berbagai sirkuit Asia.

Keberhasilan meraih gelar juara Asia Talent Cup membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi di Eropa.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Asen Belanda Gempar, Fans Eropa Berebut Foto hingga Muncul Rumor Diburu Tim Besar Moto2 dan Moto3

Bersinar di Red Bull Rookies Cup

Tahun 2024 menjadi langkah besar berikutnya saat Feda naik kelas ke Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Sebagai rookie, ia langsung menunjukkan perkembangan yang mengesankan. Salah satu momen penting terjadi di Red Bull Ring, Austria, saat berhasil meraih podium perdananya dengan finis ketiga.

Prestasi tersebut menjadi sinyal bahwa Feda mampu bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia.

Puncaknya terjadi pada musim 2025. Feda sukses mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Gelar tersebut dipastikan setelah tampil dominan di Sirkuit Mugello, Italia. Ia berhasil menyapu bersih dua balapan sekaligus dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di salah satu sirkuit paling ikonik dunia.

Menuju Moto3 dan Impian MotoGP

Setelah sukses di Rookies Cup, Feda melanjutkan kariernya ke FIM JuniorGP yang dianggap sebagai gerbang terakhir sebelum masuk ke Kejuaraan Dunia Moto3.

Di kompetisi ini, ia menghadapi tantangan baru karena harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW yang memiliki karakter berbeda dibanding motor KTM yang sebelumnya digunakan.

Meski demikian, pengalaman balap di berbagai sirkuit Eropa menjadi modal berharga untuk mempercepat proses adaptasi.

Kemampuan teknisnya juga mendapat pujian dari tim mekanik. Feda dinilai mampu memberikan masukan detail terkait pengaturan motor dan memahami data telemetri layaknya pembalap yang lebih berpengalaman.

Selain cepat di lintasan, karakter kepemimpinan juga mulai terlihat. Ia aktif berdiskusi dengan tim dan terlibat dalam evaluasi teknis setiap akhir sesi.

Dengan deretan prestasi tersebut, banyak pengamat menilai Feda Ega Pratama memiliki peluang besar menjadi pembalap Indonesia berikutnya yang tampil di level Grand Prix. Jika perkembangan positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin nama Feda akan menjadi simbol kebangkitan baru balap motor Indonesia di panggung dunia.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Cetak Sejarah di MotoGP Awards 2025, Ini Alasan Pembalap Indonesia Pertama Ini Dinilai Sangat Layak Raih Penghargaan Bergengsi

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Feda Ega Pratama #Red Bull Rookies Cup #Asia Talent Cup #MotoGP Indonesia #Astra Honda Racing Team