TRENGGALEK NJENGGELEK - Nama Feda Ega Pratama kini menjadi salah satu perbincangan terbesar di dunia balap motor Indonesia. Pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu berhasil mencatatkan perjalanan luar biasa dari lintasan balap lokal hingga menjadi runner up ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup, kompetisi yang dikenal sebagai tempat lahirnya calon bintang MotoGP dunia.
Perjalanan Feda Ega Pratama tidak dimulai dari fasilitas mewah atau dukungan tanpa batas. Ia tumbuh di lingkungan sederhana dengan mimpi besar yang terus diperjuangkan melalui kerja keras, disiplin, dan pengorbanan. Kini, namanya menjadi simbol harapan baru bagi Indonesia untuk memiliki pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.
Sejak kecil, Feda sudah akrab dengan dunia balap. Sang ayah yang mencintai olahraga tersebut melihat bakat besar dalam diri putranya dan mulai mengenalkannya pada ajang minimoto. Dari lintasan-lintasan kecil itulah perjalanan panjang sang pembalap dimulai.
Awal Karier dan Kesuksesan di Asia Talent Cup
Kemampuan Feda berkembang sangat cepat. Tidak hanya memiliki kecepatan, ia juga dikenal cerdas membaca situasi balapan dan mampu menjaga ketenangan saat berada di bawah tekanan. Berbagai gelar di tingkat nasional mulai berdatangan hingga akhirnya membuka jalan menuju kompetisi internasional.
Kesempatan besar datang saat Feda tampil di Asia Talent Cup, program pencarian bakat yang menjadi salah satu jalur resmi menuju MotoGP. Musim 2022 menjadi musim penuh pertamanya di ajang tersebut.
Persaingan ketat dengan pembalap Jepang, Thailand, dan negara Asia lainnya membuat perjalanan Feda tidak mudah. Ia beberapa kali mengalami kecelakaan dan kehilangan poin penting. Namun, mental pantang menyerah menjadi kekuatan utamanya.
Musim tersebut ditutup dengan hasil membanggakan. Feda berhasil finis di posisi ketiga klasemen dengan raihan sekitar 141 poin. Prestasi itu membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda terbaik Asia.
Juara Asia Talent Cup 2023
Tahun 2023 menjadi titik balik kariernya. Feda tampil jauh lebih matang dan konsisten sepanjang musim. Podium demi podium berhasil diraih hingga membuat persaingan dengan para pembalap Jepang berlangsung sangat sengit.
Penampilan impresif itu akhirnya membuahkan hasil manis. Feda keluar sebagai Juara Asia Talent Cup 2023 dengan total 256 poin, sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar tersebut.
Keberhasilan itu menjadi tonggak penting dalam sejarah balap Indonesia. Banyak penggemar mulai percaya bahwa Indonesia akhirnya memiliki pembalap yang benar-benar mampu bersaing di level internasional.
Tantangan Berat di Red Bull Rookies Cup
Setelah sukses di Asia, Feda mendapatkan kesempatan emas untuk tampil di Red Bull Rookies Cup (RBRC), kompetisi yang telah melahirkan banyak pembalap top dunia seperti Pedro Acosta, Jorge Martin, hingga Johann Zarco.
Musim 2024 menjadi tahun debutnya di Eropa. Tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Ia harus beradaptasi dengan motor KTM RC 250R serta karakter sirkuit-sirkuit legendaris seperti Mugello, Sachsenring, dan Spielberg.
Pada awal musim, Feda sempat kesulitan menembus posisi sepuluh besar. Bahkan ia pernah gagal meraih podium akibat terjatuh di tikungan terakhir saat sedang bertarung di grup depan.
Namun perlahan adaptasinya membuahkan hasil. Momentum penting terjadi ketika ia berhasil meraih podium pertamanya di Spielberg, Austria. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa dirinya mampu bersaing dengan para talenta muda terbaik dunia.
Musim debutnya ditutup dengan raihan 112 poin dan posisi kedelapan klasemen akhir. Hasil yang sangat menjanjikan untuk seorang rookie.
Runner Up Red Bull Rookies Cup 2025
Musim 2025 menjadi musim terbaik dalam karier Feda sejauh ini. Sejak awal kompetisi, ia tampil sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar juara.
Kepercayaan diri yang meningkat membuat performanya semakin konsisten. Ia beberapa kali finis di lima besar dan mulai mengoleksi kemenangan penting.
Kemenangan di Mugello menjadi salah satu momen paling berkesan. Tidak berhenti di sana, Feda kembali meraih hasil gemilang di beberapa seri berikutnya dan terus menempel ketat rival-rivalnya di papan atas klasemen.
Hingga seri terakhir, persaingan gelar masih terbuka. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan pembalap Spanyol Brian Uriarte yang mengumpulkan 236 poin, Feda sukses mengakhiri musim sebagai runner up Red Bull Rookies Cup 2025 dengan 181 poin.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Dari seorang anak asal Gunung Kidul, Feda kini berdiri sejajar dengan para calon bintang MotoGP masa depan.
Keberhasilannya tidak hanya membanggakan keluarga dan tim, tetapi juga memberikan harapan besar bagi dunia balap nasional. Dengan usia yang masih sangat muda, peluang Feda untuk melangkah ke Moto3 bahkan MotoGP masih terbuka lebar.
Jika mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang, bukan tidak mungkin suatu hari nanti bendera Merah Putih akan berkibar di podium tertinggi kejuaraan dunia balap motor melalui tangan seorang Feda Ega Pratama.
Editor : Fadhilah Salsa Bella