Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kritik Pedas Pengamat Balap! Jangan Manja dan Kambinghitamkan Motor Honda, Performa Luar Biasa Veda Ega Pratama dari P21 ke P8 di Assen Itu Nyata!

Cholifatun Nisak • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:35 WIB
Performa luar biasa Veda Ega Pratama di Assen tuai pujian! Pengamat minta stop salahkan motor Honda, sukses tembus P8 dari posisi 21.
Performa luar biasa Veda Ega Pratama di Assen tuai pujian! Pengamat minta stop salahkan motor Honda, sukses tembus P8 dari posisi 21.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK- Perdebatan panas mengenai kesenjangan performa mesin di kelas Moto3 kembali mencuat pasca-balapan sengit di Sirkuit Assen, Belanda. Banyak penggemar otomotif tanah air yang menyayangkan laju motor Honda NSF250RW milik pembalap Indonesia yang dinilai kalah jauh di trek lurus. Namun, pengamat balap senior langsung melayangkan kritik keras dan meminta publik untuk berhenti mencari alasan, melainkan harus fokus melihat performa luar biasa Veda Ega Pratama yang tampil ekstraordinari.

Dalam balapan yang berlangsung di TT Circuit Assen tersebut, Veda memang harus melewati akhir pekan yang sangat berat. Sejak sesi latihan bebas di hari Jumat, pembalap muda asal Gunungkidul ini terpantau sangat kesulitan untuk menembus posisi 14 besar. Akibatnya, ia harus rela mengawali jalannya balapan dari posisi start yang sangat tidak menguntungkan, yakni di urutan ke-21 (P21).

Meskipun harus memulai balapan dari barisan belakang dengan paket motor yang dinilai kurang kompetitif dibanding pabrikan KTM, Veda tidak menyerah. Alih-alih membalap dengan ugal-ugalan yang berisiko tinggi, ia justru memperlihatkan kematangan taktik yang luar biasa. Perlahan tapi pasti, performa luar biasa Veda Ega Pratama di atas lintasan mampu membawanya merangsek maju hingga berhasil finis di posisi ke-8 (P8) sebagai penunggang Honda tercepat.

Baca Juga: Kenapa Taufik Hidayat Sekap Korbannya dengan Keji? Psikolog Forensik Bongkar 3 Dimensi Kelam dan Kedok Alkohol Pelaku!

Tim Leopard Lebih Kencang Bukan Karena Curang

Menanggapi nyinyiran netizen yang membandingkan motor Veda dengan tim Leopard Racing—yang sama-sama menggunakan Honda namun motornya terlihat jauh lebih kencang—pengamat menegaskan bahwa hal tersebut murni masalah jam terbang. Tim Leopard merupakan salah satu tim tersukses di Moto3 yang dihuni oleh insinyur-insinyur terbaik dunia dengan tabungan data setup yang sangat melimpah selama bertahun-tahun. Kuncinya ada pada keandalan mekanik dalam meracik motor, bukan karena adanya tindakan kecurangan (cheating).

"Jangan selalu mencari alasan kalau Veda punya motor KTM dia pasti sudah menang ke mana-mana. Apa kalian yakin dia bisa langsung mengalahkan pembalap top seperti Quiles? Belum tentu," ujar salah satu analis dalam tayangan Bobola TV. Menurutnya, menyalahkan motor secara terus-menerus justru mengerdilkan perjuangan keras yang sudah ditunjukkan oleh pembalap di atas sirkuit. Kesenjangan teknologi antar pabrikan adalah hal yang lumrah dalam dunia balap profesional.

Publik diminta untuk melihat sisi positif bagaimana performa luar biasa Veda Ega Pratama mampu menutupi kelemahan motornya secara cerdas. Di saat motornya kalah telak dalam hal kecepatan puncak (top speed) di trek lurus, Veda justru mampu tampil sangat agresif dan melakukan aksi saling susul yang memukau di sektor tikungan. Ia memaksimalkan potensi motor yang ada tanpa harus memaksakan diri secara berlebihan yang bisa berujung pada kecelakaan (crash).

Finis Posisi Delapan yang Sangat Mewah

Menyelesaikan balapan di posisi kedelapan setelah struggle sejak hari pertama adalah sebuah pencapaian yang sangat mewah. Terlebih lagi, Veda sukses menyentuh garis finis di depan para pembalap utama dari tim raksasa Leopard Racing. Keberhasilan mengamankan poin penting di Assen ini menjadi bukti nyata bahwa Veda memiliki mentalitas bertarung yang sehat dan tidak mudah goyah oleh tekanan situasi di garasi.

Kondisi ketertinggalan motor Honda saat ini dinilai sama persis dengan apa yang dialami oleh tim-tim besar di kelas MotoGP, seperti ketika Aprilia atau Ducati mendominasi musim tertentu. Kunci utamanya adalah bagaimana pembalap dan tim teknis terus mengevaluasi data untuk memperkecil jarak. Menyalahkan keadaan tidak akan mengubah hasil di papan klasemen.

Melalui hasil balapan di Belanda ini, Veda Ega Pratama telah mengirimkan pesan kuat kepada para rivalnya bahwa dirinya adalah pembalap yang wajib diwaspadai di segala kondisi. Dengan bakat alaminya yang besar, pembalap muda kebanggaan Indonesia ini diprediksi akan semakin mengerikan di seri-seri selanjutnya, terutama jika pabrikan Honda mampu memberikan peningkatan (upgrade) yang signifikan pada sektor mesin dalam waktu dekat.

Baca Juga: Jumlah Warga Indonesia yang Pindah ke Luar Negeri Meningkat pada 2025

Editor : Cholifatun Nisak
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Assen #Bobola TV #Hasil Balapan Moto3