TRENGGALEK NJENGGELEK- Kabar kurang sedap kembali datang dari pembalap muda andalan Indonesia yang tengah berlaga di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Perjalanan gemilang yang sejatinya ditunjukkan sepanjang rangkaian pekan balap di Sirkuit Brno, Ceko, harus ternoda oleh keputusan krusial dari Race Direction. Akibat kelalaian di atas lintasan, hukuman penalti Veda Ega Pratama terpaksa dijatuhkan dan membuat posisinya melorot tajam menjelang sesi balapan utama.
Padahal, pembalap debutan (rookie) asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini tampil sangat kompetitif dan menjanjikan selama sesi kualifikasi Moto3 Ceko 2026. Menunggangi motor milik Honda Team Asia, Veda mampu mengimbangi agresivitas para rider top Eropa dan mengamankan posisi kedelapan (P8) pada kualifikasi kedua (Q2). Catatan waktu tersebut menjadi bukti sahih betapa pesatnya adaptasi dan kemajuan performa pemuda berusia 17 tahun itu.
Namun sayang, kegembiraan publik tanah air tidak bertahan lama setelah Race Direction merilis keputusan resmi pasca-kualifikasi. Veda dijatuhi hukuman turun 12 posisi dari grid start semula karena dinilai berkendara terlalu lambat (riding slowly) di jalur balap yang dapat membahayakan pembalap lain. Akibat hukuman penalti Veda Ega Pratama tersebut, ia harus merelakan baris ketiga yang strategis dan dipaksa memulai balapan dari urutan ke-20 (P20).
Baca Juga: Jumlah Warga Indonesia yang Pindah ke Luar Negeri Meningkat pada 2025
Hiroshi Aoyama Soroti Kesalahan Berulang
Situasi ini langsung memicu kekecewaan dari sang manajer tim, Hiroshi Aoyama. Mantan pembalap MotoGP asal Jepang tersebut tidak bisa menutupi kekecewaannya karena insiden serupa bukan pertama kali terjadi. Hanya dua pekan sebelum seri Ceko, tepatnya pada seri Moto3 Hungaria 2026, Veda juga sempat dijatuhi hukuman long lap penalty karena kedapatan melambatkan laju motornya di tengah sesi krusial.
"Feda (Veda) sebenarnya punya performa yang sangat bagus dalam kualifikasi dan finis kedelapan pada Q2 yang menunjukkan potensi serta kemajuan besar. Tapi sayangnya, ia menerima penalti lagi soal berkendara secara lambat," ujar Hiroshi Aoyama dalam rilis resmi Honda Team Asia. Menurut Aoyama, kesalahan berulang seperti ini harus segera dihentikan karena merusak strategi tim dan menciptakan situasi sulit yang tidak perlu.
Di level kejuaraan dunia yang sangat ketat, posisi start memegang peranan hingga 50 persen dari hasil akhir balapan. Memulai balapan dari urutan ke-8 memberikan peluang besar untuk menguntit rombongan terdepan demi mengamankan podium. Sebaliknya, memulai dari urutan ke-20 berarti Veda harus bekerja ekstra keras membelah kepadatan pembalap di lap-lap awal yang sangat rawan akan insiden benturan (crash).
Sikap Kesatria Veda dan Ambisi Balapan Comeback
Kendati dihadapkan pada situasi pelik, Veda menunjukkan kedewasaan mental yang luar biasa. Alih-alih mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan di media sosial, alumni Asia Talent Cup dengan rekor poin tertinggi ini justru bersikap kesatria. Ia mengakui kesalahannya secara terbuka di depan media dan berjanji akan menjadikannya sebagai evaluasi besar agar tidak terulang di seri berikutnya seperti Misano atau Motegi.
"Saya melakukan kesalahan dengan mengendarai motor secara lambat dan saya terkena penalti lagi. Ini adalah sesuatu yang perlu saya pelajari karena membuat pekerjaan kami jauh lebih sulit besok saat balapan," tutur Veda dengan lapang dada. Sebagai seorang rookie, membuat kesalahan adalah bagian dari proses adaptasi, namun kecepatan Veda dalam mengoreksi diri menunjukkan bahwa ia memiliki mentalitas calon juara dunia masa depan.
Meski terseret mundur ke barisan belakang akibat hukuman penalti Veda Ega Pratama, asa untuk meraih poin di Brno belum sepenuhnya tertutup. Sepanjang musim 2026, Veda dikenal sebagai pembalap yang tangguh saat melakoni recovery race. Karakter sirkuit Brno yang lebar memberikan ruang yang cukup baginya untuk melakukan aksi saling susul. Bermodalkan race pace yang solid selama latihan bebas, pembalap bernomor motor 9 ini tetap optimis untuk melakukan comeback epik demi mengibarkan bendera Merah Putih di eropa.