Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Raih Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama Gemparkan Jagat Balap, Dobrak Aturan Batas Usia Dorna Sports Usai Jadi Runner-Up Red Bull Rookies Cup!

Cholifatun Nisak • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:55 WIB
Raih Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama sukses gemparkan dunia balap usai taklukkan regulasi batas usia Dorna! Simak kisahnya.
Raih Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama sukses gemparkan dunia balap usai taklukkan regulasi batas usia Dorna! Simak kisahnya.

 

TRENGGALEK NJENGGELEK– Pembalap muda masa depan Indonesia asal Yogyakarta kembali mengukir sejarah emas di kancah internasional. Keberhasilan meraih Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama sukses menggemparkan publik balap motor dunia setelah dirinya tampil luar biasa di Eropa. Rider besutan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini baru saja tiba di tanah air dengan membawa prestasi membanggakan sebagai runner-up klasemen akhir ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup.

Prestasi fenomenal ini menjadi sangat spesial karena jalur Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama tersebut didapatkan melalui perjuangan yang penuh drama dan pengorbanan. Di awal musim, pembalap berbakat ini sempat didera cedera parah hingga terpaksa absen dalam satu seri balapan penting. Namun, mentalitas juara yang dimilikinya membuat Veda bangkit dan berhasil merebut podium tertinggi di sirkuit legendaris seperti Mugello (Italia) dan Spielberg (Austria) demi mengejar ketertinggalan poin.

Peluang emas melalui Golden Ticket Moto3 Veda Ega Pratama ini sekaligus menjadi bukti adanya dispensasi khusus atau regulasi pengecualian dari pihak penyelenggara Grand Prix. Secara umum, Dorna Sports menetapkan aturan ketat bahwa batas usia minimal seorang pembalap untuk bisa menembus kelas Moto3 adalah 18 tahun. Namun, berkat keberhasilan menembus posisi tiga besar di Red Bull Rookies Cup, Veda berhak naik kelas pada usia 17 tahun.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Resmi Meluncur, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya, Pakai Exynos 1680 dan Layar AMOLED 120Hz

Perjuangan Sengit dan Drama Kontak Fisik di Lintasan Eropa

Dalam wawancara eksklusif setelah kepulangannya dari Eropa, Veda mengungkapkan rasa tidak percaya atas pencapaian luar biasa ini. Kompetisi di Red Bull Rookies Cup terkenal sangat kejam karena mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai belahan dunia. Setiap balapan selalu menyajikan aksi saling salip dalam rombongan besar yang super ketat dari awal hingga lap terakhir. Kontak fisik antarmotor dan berbagai drama di lintasan menjadi makanan sehari-hari yang harus dihadapi oleh pembalap muda Yogyakarta ini.

Veda menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilannya adalah kemampuan mengelola strategi dan menjaga ketenangan emosi pada lap-lap akhir. Meskipun sempat melewatkan beberapa poin krusial akibat cedera di awal musim, kemenangan spektakuler di Mugello menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan dirinya secara drastis. Baginya, status runner-up ini adalah salah satu pencapaian terbesar dalam karier balap profesionalnya sejauh ini.

Baca Juga: Vibe Baru yang Fresh! Hearts2Hearts Hadir Lagi Lewat ‘Lemon Tang’, Siap Rajai Playlist Musim Ini

Manajemen Waktu Super Ketat Selama Menetap di Spanyol

Selain bertarung di lintasan balap, tantangan berat lainnya bagi pembalap muda ini adalah menjalani kehidupan sehari-hari di Eropa. Selama meniti karier internasional, Veda harus menetap di Spanyol dan membagi waktu antara latihan fisik yang intens, latihan motor, serta kewajiban menyelesaikan pendidikan formal. Beruntung, manajemen tim balapnya telah menyusun jadwal harian secara sangat terstruktur dan profesional.

Veda mengaku hanya perlu disiplin mengikuti seluruh agenda yang telah ditetapkan oleh manajer timnya. Rutinitas yang padat ini membentuk karakter kedewasaan dan kedisiplinan yang tinggi dalam dirinya. Pola asuh dan program pelatihan intensif dari Astra Honda Racing Team terbukti sukses menciptakan atlet yang tidak hanya tangguh di atas sirkuit, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang matang di luar lintasan balap.

Fokus Menyelesaikan Musim 2025 Sebelum Melaju ke Kelas Dunia

Ketika ditanya mengenai persiapan menyongsong musim balap tahun depan, pembalap belia yang akan merayakan ulang tahun ke-17 pada bulan November nanti memilih untuk tetap membumi. Veda menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan seluruh sisa balapan di ajang FIM JuniorGP musim 2025 dengan hasil yang seoptimal mungkin. Ia enggan berpikir terlalu jauh dan memilih untuk konsisten selangkah demi selangkah demi menjaga performa terbaiknya.

Sebagai penutup, Veda memberikan pesan motivasi yang mendalam bagi para pembalap junior di Indonesia yang saat ini masih berjuang di kejuaraan daerah maupun kejuaraan nasional. Ia menekankan pentingnya latihan keras, kedisiplinan tingkat tinggi, serta pantang menyerah dalam mengejar impian. Veda berharap ke depan akan ada lebih banyak lagi talenta muda Indonesia yang mampu menembus panggung Grand Prix dan bersaing memperebutkan kursi di kelas tertinggi, MotoGP.

Baca Juga: Infinix Note 70 Pro 5G Dirumorkan Bawa Layar Belakang dan Kamera 200 MP, Siap Guncang Kelas Midrange?

Editor : Cholifatun Nisak
#Veda Ega Pratama #Red Bull Rookies Cup #Astra Honda Racing Team #Golden Ticket Moto3 #pembalap indonesia