JAKARTA – Sebuah momen magis yang sangat langka baru saja mengguncang panggung Liga Spanyol. Penjaga gawang Sevilla, Yassine Bounou alias Bono, sukses menciptakan sejarah besar yang membuat jagat maya gempar. Gol kiper Sevilla, Bono, di detik-detik akhir pertandingan tidak hanya menyelamatkan timnya dari kekalahan, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi kubu tuan rumah, Real Valladolid.
Pertandingan yang awalnya diprediksi akan berakhir dengan kemenangan tipis Valladolid ini seketika berubah menjadi drama penuh air mata. Sevilla yang tertinggal hingga memasuki masa injury time terus melancarkan serangan frustrasi ke jantung pertahanan lawan. Di menit ke-94, keajaiban itu akhirnya datang melalui skenario sepak pojok yang tak terbayangkan oleh siapa pun.
Saat wasit bersiap meniup peluit panjang, Sevilla mendapatkan hadiah tendangan sudut terakhir. Melihat tidak ada lagi waktu tersisa, Bono memutuskan untuk maju dan meninggalkan sarangnya. Keputusan nekat ini terbukti menjadi berkah luar biasa. Bola mati yang dikirimkan ke kotak penalti Valladolid langsung memicu kepanikan massal di lini belakang tuan rumah.
Pertahanan Valladolid yang sepanjang laga tampil disiplin mendadak kehilangan fokus akibat kehadiran sang penjaga gawang lawan di kotak penalti mereka.
Berdasarkan tayangan ulang, Luuk de Jong sebenarnya sempat menyundul bola ke arah belakang gawang. Pada momen krusial tersebut, barisan pertahanan Valladolid justru melakukan kesalahan fatal dengan mengira bola akan keluar lapangan dan berbuah tendangan gawang.
Para pemain bertahan lawan, termasuk Yamik, justru melangkah menjauh dan membiarkan bola tetap hidup. Bola liar tersebut kemudian disambar oleh Oscar, namun tendangannya sedikit meleset dan membentur tiang gawang. Di sinilah insting striker seorang Bono muncul. Berada di posisi yang tepat, kiper asal Maroko tersebut langsung melepaskan tembakan keras yang menggetarkan jala Real Valladolid.
Gol dramatis di menit ke-94 tersebut langsung disambut selebrasi gila-gilaan dari seluruh penggawa Sevilla. Di sisi lain, para pemain Valladolid tampak terduduk lesu di lapangan, tidak percaya bahwa kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna dengan cara yang begitu menyakitkan.
Keberhasilan Bono mencetak gol penyeimbang ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola dunia. Sangat jarang seorang penjaga gawang bisa mencatatkan namanya di papan skor melalui skema permainan terbuka, bukan dari titik penalti. Drama ini sekaligus membuktikan bahwa dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi sebelum peluit panjang benar-benar dibunyikan.
Bagi Real Valladolid, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan telak. Kegagalan mereka dalam menyapu bersih bola di area penalti sendiri harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Mereka terlalu meremehkan situasi bola mati di detik-detik akhir dan membiarkan fokus mereka pecah.
Sementara itu, bagi Sevilla, aksi heroik penjaga gawang mereka memastikan mereka pulang dengan satu poin berharga. Momen emosional ini dipastikan akan terus diingat sebagai salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Spanyol musim ini. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana