Trenggalek Njenggelek - Veda Ega Pratama harus mengakhiri balapan Moto3 Grand Prix Belanda 2026 lebih cepat setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Assen. Hasil DNF (Did Not Finish) tersebut menjadi pukulan bagi Honda Team Asia, terlebih karena rekan setimnya, Zen Mitani, juga gagal menyelesaikan balapan akibat insiden serupa.
Usai balapan, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan evaluasi terhadap performa timnya sepanjang akhir pekan di Assen. Menurutnya, perubahan kondisi lintasan setelah hujan deras menjadi salah satu faktor yang membuat kedua pembalap kesulitan mengendalikan motor.
Meski pulang tanpa poin, Honda Team Asia tetap melihat adanya perkembangan positif dari performa Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu dinilai mampu menunjukkan kecepatan yang cukup untuk bersaing di barisan depan sebelum kecelakaan mengakhiri perjuangannya.
Hiroshi Aoyama: Kondisi Lintasan Sangat Berbeda
Dalam pernyataannya, Hiroshi Aoyama mengungkapkan bahwa kondisi lintasan pada hari balapan sangat berbeda dibandingkan sesi latihan maupun kualifikasi.
Hujan deras yang mengguyur Assen semalam membuat grip lintasan berubah. Akibatnya, kedua pembalap Honda Team Asia beberapa kali mengalami selip saat memasuki tikungan.
Meski demikian, awal balapan sebenarnya berjalan cukup menjanjikan. Veda Ega Pratama tampil agresif dan mampu bertarung di kelompok terdepan bersama para kandidat juara. Sementara Zen Mitani juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan naik dari posisi ke-20 menuju rombongan tengah.
Namun memasuki pertengahan balapan, nasib buruk menghampiri Honda Team Asia. Veda terjatuh di tikungan keempat, sedangkan Mitani mengalami kecelakaan di tikungan 10 dan 11. Kedua rider akhirnya gagal melanjutkan lomba hingga finis.
Selain kehilangan peluang meraih poin, Mitani juga mengalami nyeri pada bagian tangan akibat insiden tersebut.
Aoyama mengaku kecewa dengan hasil akhir yang diraih timnya. Namun ia menegaskan bahwa balapan memang penuh risiko dan seluruh tim harus belajar dari pengalaman tersebut agar tampil lebih baik pada seri berikutnya.
Veda Ega Pratama Tidak Menyalahkan Motor
Sementara itu, Veda Ega Pratama menunjukkan sikap dewasa dengan mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya merupakan kesalahan sendiri.
Pebalap asal Gunungkidul tersebut mengaku sangat kecewa karena gagal menyelesaikan balapan setelah menjalani akhir pekan yang sebenarnya berjalan sangat baik.
Meski begitu, Veda tetap mengambil banyak pelajaran positif. Ia merasa memiliki koneksi yang semakin baik dengan motor Honda NSF250RW dan mampu mengikuti ritme para pembalap papan atas Moto3.
Menurut Veda, dirinya perlu lebih cermat dalam mengambil keputusan ketika berada di rombongan depan. Pengalaman di Assen menjadi bekal berharga untuk menghadapi persaingan pada balapan-balapan berikutnya.
Ia juga menegaskan tidak ada masalah teknis pada motor. Seluruh tanggung jawab atas kecelakaan tersebut diakuinya sebagai bagian dari proses belajar sebagai rookie di ajang Moto3 World Championship.
Fokus Menatap Grand Prix Jerman
Baik Honda Team Asia maupun Veda Ega Pratama sepakat untuk segera melupakan hasil mengecewakan di Belanda dan mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Grand Prix Jerman.
Hiroshi Aoyama optimistis timnya mampu bangkit setelah melakukan evaluasi terhadap performa motor maupun strategi balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan pendukung yang terus memberikan kepercayaan kepada Honda Team Asia sepanjang musim 2026.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama tetap percaya diri menghadapi balapan selanjutnya. Kecepatan yang sempat ditunjukkan di Assen menjadi bukti bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3.
Meski gagal meraih poin di Moto3 Belanda 2026, penampilan Veda sebelum mengalami kecelakaan memberikan sinyal positif bagi perjalanan kariernya di kejuaraan dunia. Jika mampu memperbaiki manajemen balapan dan meminimalkan kesalahan, peluang pembalap Indonesia tersebut untuk kembali bertarung di barisan depan pada GP Jerman terbuka lebar. Hasil di Assen pun menjadi pelajaran penting bagi Veda Ega Pratama dan Honda Team Asia untuk tampil lebih kuat pada seri-seri berikutnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam