
Trenggalek Njenggelek - Rumor Transfer Veda Ega Pratama ke Aspar Racing Menguat, Performa Heroik di Moto3 Belanda 2026 Jadi Sorotan
Rumor transfer Veda Ega Pratama ke Aspar Racing menjadi perbincangan hangat usai seri Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia disebut-sebut masuk radar tim papan atas tersebut setelah menampilkan performa luar biasa meski gagal menyelesaikan balapan akibat insiden.
Kabar mengenai Veda Ega Pratama yang dikaitkan dengan Aspar Racing mencuat dari sejumlah rumor di paddock Moto3. Tim yang menggunakan motor KTM itu dikabarkan tertarik merekrut pembalap asal Gunungkidul tersebut untuk musim 2027, bahkan disebut siap menawarkan kontrak bernilai besar apabila negosiasi benar-benar dilakukan.
Rumor ini semakin menguat setelah aksi impresif Veda pada balapan Moto3 Belanda 2026. Meski akhirnya berstatus did not finish (DNF), penampilannya berhasil mencuri perhatian banyak pihak berkat kecepatan dan mental bertarung yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan.
Performa Veda Berubah Drastis di Assen
Akhir pekan di Assen sebenarnya tidak dimulai dengan mulus bagi Veda. Pada sesi latihan bebas, ia hanya mampu menempati posisi ke-23 akibat kendala pengaturan motor Honda Team Asia.
Namun situasi berubah drastis saat sesi kualifikasi. Pembalap Indonesia itu berhasil memperbaiki catatan waktunya hingga mengamankan posisi start ketujuh.
Saat balapan dimulai, Veda sempat kehilangan beberapa posisi. Meski demikian, ia mampu bangkit dengan cepat dan secara bertahap menyalip para rivalnya. Dalam beberapa lap saja, Veda sudah berada di kelompok terdepan sebelum akhirnya berhasil memimpin jalannya balapan.
Aksi tersebut menjadi salah satu momen paling mencolok di Moto3 Belanda 2026 karena ia mampu bersaing melawan pembalap-pembalap yang menggunakan motor KTM.
Insiden yang Menghancurkan Peluang Podium
Sayangnya perjuangan Veda tidak berakhir sesuai harapan.
Saat bertarung memperebutkan posisi podium, ia terlibat insiden dengan Adrian Fernandez dan Jesus Rios. Kontak antarpembalap membuat ruang gerak Veda semakin sempit hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke area gravel.
Akibat kecelakaan tersebut, peluang meraih podium sekaligus tambahan poin penting pun sirna. Status DNF membuat Veda gagal membawa pulang poin dari seri Assen meski sebelumnya tampil sangat kompetitif.
Insiden tersebut memicu banyak perdebatan di kalangan penggemar Moto3, terutama karena Veda dinilai menjadi pihak yang paling dirugikan.
FIM Jatuhkan Hukuman kepada Dua Pembalap
Setelah melakukan investigasi menggunakan rekaman balapan dan data yang tersedia, FIM Stewards akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Adrian Fernandez dan Jesus Rios.
Keduanya dinyatakan bersalah atas manuver yang membahayakan pembalap lain dan diwajibkan menjalani double long lap penalty pada seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Meski demikian, keputusan tersebut masih menuai pro dan kontra. Banyak pendukung Veda menilai hukuman itu belum sebanding dengan kerugian yang dialami pembalap Indonesia tersebut karena kehilangan kesempatan meraih podium serta poin penting klasemen.
Posisi Klasemen Sementara Berubah
Akibat gagal finis, Veda tetap mengoleksi 82 poin. Posisinya di klasemen sementara Moto3 2026 turun ke peringkat keenam setelah kalah perhitungan dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang memiliki jumlah poin sama tetapi unggul dalam hasil finis.
Meski begitu, peluang Veda untuk bersaing di papan atas masih terbuka mengingat musim masih menyisakan beberapa seri lagi.
Target berikutnya adalah memangkas jarak dengan para pembalap di posisi empat besar sekaligus menjaga peluang meraih gelar Rookie of the Year.
Rumor Aspar Racing Makin Kencang
Performa Veda di Assen ternyata tidak luput dari perhatian tim-tim besar.
Rumor yang beredar menyebutkan bos Aspar Racing tengah mempertimbangkan merekrut Veda sebagai bagian dari proyek jangka panjang. Tim tersebut dikabarkan ingin memasangkan Veda dengan pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles, guna membangun duet kuat pada musim mendatang.
Jika benar terjadi, Veda berpeluang mengendarai motor KTM yang selama ini dikenal memiliki performa kompetitif di kelas Moto3.
Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Aspar Racing maupun Honda Team Asia terkait kabar tersebut. Veda sendiri masih terikat kontrak dalam program pembinaan Astra Honda Motor.
Dengan demikian, rumor transfer ini masih sebatas spekulasi yang berkembang di paddock Moto3. Namun satu hal yang tidak terbantahkan, performa Veda Ega Pratama di Assen telah membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi incaran tim-tim papan atas pada masa mendatang.
Editor : M. Helmi Nurhisam