Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Valentino Rossi Puji Veda Ega Pratama Usai Moto3 Belanda 2026, Rumor Aspar Racing Siap Bajak Pembalap Honda Team Asia

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:05 WIB

Valentino Rossi puji Veda Ega Pratama usai Moto3 Belanda 2026, di tengah rumor Aspar Racing siap merekrut pembalap Honda Team Asia. (Pinterest)

Valentino Rossi puji Veda Ega Pratama usai Moto3 Belanda 2026, di tengah rumor Aspar Racing siap merekrut pembalap Honda Team Asia. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Valentino Rossi Puji Veda Ega Pratama Usai Moto3 Belanda 2026, Rumor Aspar Racing Semakin Memanas

Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai gelaran Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Meski gagal finis akibat insiden saat bersaing di barisan depan, penampilan pembalap muda Indonesia itu disebut berhasil menarik perhatian banyak pihak. Bahkan, muncul rumor Aspar Racing siap merekrut Veda untuk memperkuat tim pada musim depan.

Performa Veda Ega Pratama sepanjang akhir pekan Moto3 Belanda 2026 dinilai menjadi salah satu yang paling mengesankan. Pembalap Honda Team Asia tersebut mampu bangkit dari posisi belakang hingga memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya terjatuh setelah terlibat kontak dengan dua rivalnya.

Di tengah kontroversi tersebut, beredar pula kabar bahwa legenda MotoGP, Valentino Rossi, memberikan apresiasi terhadap gaya balap Veda yang dinilai berani dan memiliki bakat besar. Meski demikian, klaim tersebut masih berupa laporan yang beredar dan belum disertai pernyataan resmi yang dapat diverifikasi.

Baca Juga: Honda Team Asia Beberkan Penyebab Veda Ega Pratama DNF di Moto3 Belanda 2026, Hiroshi Aoyama Soroti Kesalahan dan Target Bangkit di GP Jerman

Bangkit dari Posisi ke-23 Hingga Memimpin Balapan

Veda menjalani awal pekan yang cukup sulit di Assen. Pada sesi latihan bebas, pembalap asal Gunungkidul itu hanya berada di posisi ke-23 setelah mengalami kendala pada setelan motor Honda Team Asia.

Namun situasi berubah ketika memasuki sesi kualifikasi. Veda tampil jauh lebih kompetitif dan berhasil mengamankan posisi start ketujuh.

Saat balapan berlangsung, ia sempat kehilangan beberapa posisi setelah start. Akan tetapi, secara perlahan Veda mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya dengan menyalip sejumlah pembalap hingga akhirnya mengambil alih posisi terdepan pada lap-lap awal.

Aksi tersebut menjadi salah satu penampilan terbaiknya sepanjang musim Moto3 2026.

Insiden Kontak Gagalkan Peluang Podium

Harapan meraih hasil maksimal sirna ketika Veda terlibat insiden di tengah persaingan ketat memperebutkan posisi depan.

Kontak dengan Adrian Fernandez dan Jesus Rios membuat ruang gerak Veda sangat terbatas. Motor yang kehilangan keseimbangan akhirnya terjatuh ke area gravel sehingga pembalap Indonesia tersebut gagal melanjutkan balapan.

Status did not finish (DNF) membuat Veda kehilangan peluang meraih podium sekaligus tambahan poin penting dalam persaingan klasemen sementara.

Insiden itu memicu banyak reaksi dari penggemar Moto3 yang menilai Veda menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan.

FIM Berikan Hukuman Double Long Lap Penalty

Setelah melakukan investigasi, FIM Stewards memutuskan Adrian Fernandez dan Jesus Rios bersalah atas insiden tersebut.

Keduanya dijatuhi hukuman double long lap penalty yang harus dijalani pada seri Moto3 berikutnya di Sachsenring, Jerman.

Walau hukuman telah diberikan, sebagian penggemar masih menilai keputusan tersebut belum mampu menggantikan kerugian yang dialami Veda karena kehilangan kesempatan meraih poin besar.

Baca Juga: Pernyataan Honda Team Asia Usai Veda Ega Pratama DNF di Moto3 Belanda 2026, Hiroshi Aoyama Ungkap Penyebab Crash dan Janji Bangkit di Jerman

Posisi Klasemen Masih Terbuka

Akibat gagal finis di Assen, koleksi poin Veda tetap bertahan di angka 82.

Ia turun ke posisi keenam klasemen sementara setelah kalah perhitungan hasil finis dibandingkan pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang memiliki jumlah poin sama.

Meski demikian, peluang Veda memperbaiki posisi masih terbuka lebar mengingat musim Moto3 2026 masih menyisakan beberapa seri penting.

Selain mengejar posisi empat besar, pembalap Honda Team Asia itu juga masih berpeluang bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year.

Rumor Aspar Racing Semakin Menguat

Performa impresif Veda di Assen disebut menjadi alasan utama munculnya rumor ketertarikan Aspar Racing.

Tim yang menggunakan motor KTM tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan merekrut pembalap Indonesia itu untuk proyek jangka panjang. Bahkan, Veda disebut berpotensi dipasangkan dengan pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles, apabila transfer benar-benar terwujud.

Spekulasi ini semakin menarik karena KTM dikenal memiliki paket motor yang sangat kompetitif di kelas Moto3.

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Aspar Racing maupun Honda Team Asia mengenai proses negosiasi tersebut. Veda masih terikat kontrak dalam program pembinaan Astra Honda Motor sehingga seluruh kabar transfer masih sebatas rumor.

Terlepas dari berbagai spekulasi, penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026 menunjukkan bahwa pembalap muda Indonesia itu semakin diperhitungkan di level dunia dan berpotensi menjadi salah satu bintang masa depan balap motor internasional.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Valentino Rossi #Moto3 Belanda 2026 #Aspar Racing