Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Klasemen Moto3 2026 Berubah Usai DNF Veda Ega Pratama di Assen, Hakim Danish Salip Pembalap Indonesia

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

 

Klasemen Moto3 2026 berubah usai Veda Ega Pratama gagal finis di Assen. Hakim Danish kini menyalip pembalap Indonesia. (Pinterest)
Klasemen Moto3 2026 berubah usai Veda Ega Pratama gagal finis di Assen. Hakim Danish kini menyalip pembalap Indonesia. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Klasemen Moto3 2026 Berubah Usai DNF Veda Ega Pratama di Assen, Hakim Danish Naik Peringkat

Persaingan klasemen Moto3 2026 semakin ketat setelah seri Belanda di Sirkuit Assen menghadirkan hasil yang kurang menguntungkan bagi Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia tersebut gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami kecelakaan pada lap kedelapan, sehingga harus pulang tanpa tambahan poin.

Hasil tersebut berdampak langsung terhadap posisi Veda di klasemen sementara. Pembalap muda asal Indonesia itu kini harus rela turun satu peringkat setelah disalip oleh rival asal Malaysia, Hakim Danish, yang berhasil memanfaatkan kesempatan untuk meraih poin penting di Assen.

Meski demikian, peluang Veda untuk kembali bersaing di papan atas masih terbuka lebar karena Moto3 musim 2026 masih menyisakan beberapa putaran yang akan menjadi penentu perebutan posisi klasemen.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Akui Kesalahan Sendiri Usai DNF di Moto3 Belanda 2026, Posisi Klasemen Disalip Hakim Danish

Tampil Menjanjikan Sejak Start

Veda mengawali balapan dari posisi ketujuh. Sejak lap pertama, ia langsung menunjukkan performa yang kompetitif dan mampu bertahan bersama rombongan terdepan.

Kepercayaan dirinya semakin terlihat ketika berhasil menyalip sejumlah rival. Bahkan pada lap keempat, pembalap binaan Astra Honda itu sukses memimpin jalannya balapan.

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Veda memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan podium di level dunia meski menghadapi persaingan yang sangat ketat.

Kecelakaan Hentikan Perjuangan

Saat memasuki lap kedelapan, balapan berubah menjadi mimpi buruk bagi Veda.

Ia kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh sehingga tidak dapat melanjutkan perlombaan. Akibatnya, Veda dinyatakan gagal finis atau did not finish (DNF).

Usai balapan, Veda mengakui bahwa insiden tersebut merupakan kesalahannya sendiri meski sebelumnya sempat terjadi senggolan dalam persaingan di lintasan.

Sikap terbuka itu mendapat apresiasi karena menunjukkan sportivitas dan tanggung jawab sebagai seorang pembalap profesional.

Hakim Danish Manfaatkan Peluang

Kegagalan Veda meraih poin dimanfaatkan dengan baik oleh Hakim Danish.

Pembalap Malaysia tersebut berhasil finis di zona poin sehingga total koleksinya kini mencapai 82 poin, sama dengan yang dimiliki Veda.

Namun, berdasarkan regulasi penentuan klasemen Moto3, Hakim Danish berhak menempati posisi keenam. Sementara Veda harus turun ke posisi ketujuh karena kalah dalam perhitungan hasil terbaik.

Situasi tersebut membuat persaingan kedua pembalap Asia Tenggara semakin menarik menjelang putaran berikutnya.

Baca Juga: Hukuman FIM untuk Insiden Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026 Tuai Sorotan, Rumor Transfer ke Aspar Racing Ikut Menggema

Peluang Masih Terbuka

Walaupun kehilangan poin penting di Assen, peluang Veda untuk bangkit masih sangat besar.

Moto3 musim 2026 belum memasuki fase akhir sehingga setiap balapan berikutnya masih dapat mengubah posisi klasemen secara signifikan. Selisih poin antarpembalap di papan tengah juga masih relatif tipis.

Seri berikutnya akan digelar di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Lintasan tersebut menjadi kesempatan bagi Veda untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya dan merebut kembali posisi yang hilang.

Sepanjang musim ini, Veda beberapa kali tampil kompetitif dan mampu bersaing di kelompok depan. Hal itu menjadi modal penting untuk menghadapi balapan berikutnya.

Dengan pengalaman yang diperoleh dari Assen, Veda Ega Pratama diharapkan mampu bangkit lebih kuat. Konsistensi dalam meraih poin pada sisa musim akan menjadi kunci agar pembalap Honda Team Asia tersebut tetap berada dalam persaingan papan atas klasemen Moto3 2026 hingga akhir musim.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Veda Ega Pratama #Klasemen Moto3 2026 #Honda Team Asia #Hakim Danish #Moto3 Belanda 2026