JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif pada rangkaian Moto3 Brno 2026. Penampilan pembalap muda Indonesia itu dibandingkan dengan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish Ramlee, yang sempat mencuri perhatian pada sesi latihan bebas namun gagal mengulang performa terbaiknya saat balapan.
Nama Veda Ega Pratama ramai diperbincangkan karena dinilai mampu menunjukkan peningkatan performa sepanjang akhir pekan balap. Meski tidak memulai dari posisi depan, pembalap binaan Honda Team Asia tersebut berhasil memperbaiki posisinya saat balapan berlangsung.
Sementara itu, Hakim Danish sebelumnya tampil menjanjikan ketika menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas. Namun hasil balapan utama tidak sesuai ekspektasi sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari pengamat maupun media otomotif yang membahas jalannya Moto3 Brno.
Hakim Danish Sempat Tampil Dominan di Latihan Bebas
Dalam sesi free practice, Hakim Danish tampil sangat kompetitif. Pembalap AON Credit MT Helmets MSI itu sempat mencatat waktu tercepat setelah mempertajam lap time menjadi 2 menit 4,938 detik.
Catatan tersebut membuat optimisme terhadap peluangnya meraih podium semakin tinggi. Dalam narasi video yang beredar di YouTube, disebutkan bahwa kepercayaan diri pembalap Malaysia itu meningkat setelah tampil dominan pada latihan bebas.
Namun balapan utama menghadirkan tantangan berbeda. Persaingan yang jauh lebih ketat, strategi balapan, hingga pengelolaan ban menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir.
Performa Hakim Danish pada race akhirnya tidak mampu menyamai hasil impresif saat sesi latihan sehingga gagal bersaing di barisan depan hingga garis finis.
Veda Ega Pratama Tunjukkan Mental Bertarung
Berbeda dengan rivalnya, Veda Ega Pratama justru mendapat perhatian karena mampu memperbaiki posisi sepanjang balapan.
Pembalap muda Indonesia itu memulai akhir pekan dengan hasil yang belum maksimal pada latihan bebas. Bahkan, ia sempat berada di posisi ke-22 dari 26 peserta.
Meski demikian, Veda mampu menunjukkan peningkatan saat balapan berlangsung. Kemampuannya menjaga ritme dan melakukan overtaking dinilai menjadi salah satu kekuatan utama yang membuatnya mampu bersaing di zona poin.
Narasi dalam video juga menyoroti bahwa Veda hanya terpaut satu posisi dari Hakim Danish pada hasil akhir balapan meskipun memulai lomba dari grid yang lebih belakang.
Analisis Dani Pedrosa Soal Pembalap Muda
Video tersebut juga mengaitkan penampilan Veda Ega Pratama dengan pandangan legenda MotoGP, Dani Pedrosa.
Dalam narasi video disebutkan bahwa Pedrosa mengapresiasi kemampuan Veda dalam mengelola tekanan selama balapan. Ia disebut menilai pembalap muda Indonesia itu mampu tetap tenang ketika memulai dari posisi yang kurang menguntungkan.
Selain itu, video juga menyebut Pedrosa mengingatkan pentingnya menjaga fokus sepanjang balapan. Menurut narasi tersebut, kecepatan pada sesi latihan belum tentu menjamin hasil maksimal ketika race berlangsung karena balapan membutuhkan strategi, pengelolaan emosi, serta kemampuan membaca situasi lintasan.
Namun demikian, tidak terdapat rujukan resmi dalam transkrip mengenai waktu maupun forum penyampaian pernyataan tersebut sehingga informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Honda Team Asia Disebut Melihat Potensi Besar
Di bagian akhir video, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga disebut memberikan apresiasi terhadap perkembangan Veda Ega Pratama.
Narasi video menyebut Aoyama menganggap kemampuan Veda memperbaiki posisi selama balapan sebagai bukti kedewasaan seorang rookie di kelas Moto3.
Penampilan tersebut dinilai memperlihatkan potensi jangka panjang yang dimiliki pembalap Indonesia tersebut untuk berkembang di level Kejuaraan Dunia Moto3.
Terlepas dari berbagai opini yang berkembang dalam video, hasil Moto3 Brno 2026 kembali menunjukkan bahwa konsistensi sepanjang akhir pekan balapan menjadi faktor utama dalam meraih hasil maksimal. Tidak hanya kecepatan saat latihan bebas, tetapi juga strategi, pengelolaan ban, dan ketahanan mental menjadi penentu performa pembalap ketika lampu start padam hingga bendera finis dikibarkan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari