Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Balapan Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 3 Klasemen

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:05 WIB
Adrian Fernandez didiskualifikasi 6 balapan Moto3 2026 akibat pelanggaran mesin. Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen sementara. (Youtube. com)
Adrian Fernandez didiskualifikasi 6 balapan Moto3 2026 akibat pelanggaran mesin. Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen sementara. (Youtube. com)

 

JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Dunia Moto3 kembali diguncang kabar besar. Setelah Brian Uriarte dijatuhi sanksi diskualifikasi karena pelanggaran penggunaan oli, kini giliran Adrian Fernandez didiskualifikasi 6 balapan Moto3 2026 akibat dugaan manipulasi pada mesin motornya. Keputusan tersebut diumumkan melalui dokumen resmi yang dirilis FIM usai investigasi teknis terhadap motor Leopard Racing.

Kasus Adrian Fernandez didiskualifikasi 6 balapan Moto3 2026 langsung menjadi sorotan karena hukuman yang dijatuhkan termasuk salah satu yang terberat dalam beberapa musim terakhir. Sanksi tersebut bukan hanya menghapus hasil balap Fernandez di enam seri awal, tetapi juga mengubah peta persaingan klasemen sementara Moto3.

Di sisi lain, keputusan tersebut membawa kabar baik bagi pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team itu dipastikan memperoleh tambahan podium sekaligus naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 menjelang GP Hungaria.

Baca Juga: Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari Enam Balapan Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Tembus Tiga Besar Klasemen Dunia

FIM Temukan Dugaan Manipulasi pada Dua Mesin

Berdasarkan dokumen resmi FIM yang dipaparkan dalam transkrip video, pemeriksaan dilakukan setelah beberapa mesin Honda dikembalikan untuk inspeksi sesuai prosedur regulasi kejuaraan dunia Moto3.

Pada pemeriksaan pertama seusai GP Italia, petugas menemukan adanya kejanggalan pada mesin bernomor 811 yang digunakan Adrian Fernandez. Kawat segel serta stiker pengaman menunjukkan indikasi telah mengalami manipulasi atau dibuka di luar prosedur resmi.

Mesin tersebut kemudian diamankan di bawah pengawasan Technical Control sebelum dilakukan pembongkaran bersama pihak Honda selaku produsen mesin.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Melonjak ke Tiga Besar Moto3 2026 Usai Adrian Fernandez Didiskualifikasi, Klasemen Dunia Berubah Total

Hasil inspeksi lanjutan menunjukkan adanya sejumlah anomali yang mengindikasikan mesin telah dibuka tanpa izin. Temuan itu dinilai melanggar regulasi mengenai daya tahan mesin serta aturan yang melarang segala bentuk tindakan yang merugikan integritas olahraga.

Pelanggaran Kembali Ditemukan pada Mesin Kedua

Investigasi tidak berhenti pada satu mesin. Dalam pemeriksaan berikutnya setelah GP Prancis, FIM kembali menemukan indikasi serupa pada mesin bernomor 810 milik Adrian Fernandez.

Kawat segel dinilai tidak sesuai dengan prosedur pemasangan standar, sementara stiker penyegel memperlihatkan tanda-tanda manipulasi. Pemeriksaan lebih lanjut bersama Honda kembali menyimpulkan bahwa mesin tersebut pernah dibuka tanpa otorisasi resmi.

Baca Juga: Adrian Wibowo Jalani Debut, Kluivert Beri Tanggapan Positif

Karena dua mesin berbeda terbukti mengalami pelanggaran yang sama, FIM menjatuhkan hukuman yang jauh lebih berat dibanding kasus diskualifikasi sebelumnya.

Enam Hasil Balapan Dibatalkan

Sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut, seluruh hasil Adrian Fernandez sejak GP Thailand resmi dibatalkan.

Enam seri yang terkena diskualifikasi meliputi GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Akibatnya, Fernandez kehilangan hampir seluruh poin yang telah dikumpulkan sepanjang musim.

Baca Juga: Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Balapan Sekaligus, Feda Ega Pratama Melonjak ke Posisi 3 Klasemen Moto3 2026

Hukuman ini membuat peluang Leopard Racing dalam perebutan gelar dunia Moto3 musim 2026 semakin berat karena salah satu pembalap andalannya kehilangan posisi di papan atas klasemen.

Veda Ega Pratama Diuntungkan

Perubahan hasil balapan otomatis memberikan keuntungan bagi Veda Ega Pratama.

Selain mendapatkan tambahan podium dari revisi hasil GP Prancis, pembalap Indonesia itu juga memperoleh tambahan poin yang membuat posisinya terdongkrak ke peringkat ketiga klasemen sementara.

Baca Juga: Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari Enam Balapan Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Tembus Tiga Besar Klasemen Dunia

Sebelumnya Veda berada di luar tiga besar, namun setelah poin Adrian Fernandez dihapus, peluangnya untuk bersaing memperebutkan gelar dunia semakin terbuka.

Momentum ini menjadi modal penting bagi Veda menjelang seri GP Hungaria yang diperkirakan berlangsung semakin kompetitif.

Regulasi Moto3 Semakin Ketat

Kasus Adrian Fernandez memperlihatkan betapa ketatnya pengawasan teknis yang diterapkan FIM di kelas Moto3. Setiap mesin memiliki sistem penyegelan khusus agar tidak dapat dibongkar selama masih berada dalam masa penggunaan yang diizinkan.

Baca Juga: Adrian Fernandez Diskualifikasi dari Enam Seri Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Tembus Tiga Besar Klasemen

Kerusakan pada segel saja sudah cukup menjadi dasar investigasi. Bila terbukti mesin dibuka tanpa izin, konsekuensinya bisa berupa diskualifikasi hingga pembatalan hasil balapan.

Sebelumnya Brian Uriarte juga menerima hukuman karena penggunaan oli yang tidak sesuai regulasi. Kini, kasus Adrian Fernandez kembali menegaskan bahwa setiap pelanggaran teknis akan ditindak tanpa kompromi.

Dengan perubahan klasemen yang terjadi, perhatian kini tertuju pada seri berikutnya di Hungaria. Veda Ega Pratama berpeluang mempertahankan posisinya di tiga besar, sementara Leopard Racing harus berupaya bangkit setelah kehilangan salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar Moto3 musim 2026.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Klasemen Moto3 #Adrian Fernandez #Leopard Racing