JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Adrian Fernandez frustrasi dikalahkan Veda Ega Pratama pada seri pembuka Moto3 Thailand 2026. Pembalap Leopard Racing itu harus puas finis di posisi keenam setelah kalah tipis dari pembalap muda Indonesia dengan selisih hanya 0,036 detik di garis finis Sirkuit Buriram.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Fernandez yang datang ke Thailand dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia Moto3 musim 2026. Alih-alih meraih podium, pembalap asal Spanyol itu justru harus mengakui keunggulan Veda Ega Pratama, yang tampil impresif sepanjang balapan.
Kekalahan itu membuat Adrian Fernandez frustrasi dikalahkan Veda Ega Pratama. Selain kehilangan poin penting, ia juga harus menerima kenyataan kalah dalam duel langsung melawan pembalap debutan yang baru menjalani musim perdananya di kelas Moto3.
Duel Sengit Hingga Tikungan Terakhir
Persaingan antara Adrian Fernandez dan Veda Ega Pratama menjadi salah satu tontonan paling menarik sepanjang Moto3 GP Thailand. Keduanya beberapa kali terlibat aksi saling salip, terutama memasuki lap-lap terakhir yang menjadi penentu hasil balapan.
Fernandez berupaya mempertahankan posisinya dengan berbagai manuver bertahan. Namun, Veda mampu menjaga ritme dan terus memberikan tekanan kepada pembalap Leopard Racing tersebut.
Puncak duel terjadi di tikungan terakhir. Fernandez mencoba mengambil racing line bagian dalam untuk mempertahankan posisi, tetapi Veda berhasil memanfaatkan akselerasi saat keluar tikungan. Keduanya melaju berdampingan hingga garis finis sebelum akhirnya pembalap Indonesia unggul dengan selisih hanya 0,036 detik.
Margin waktu yang sangat tipis itu menjadi salah satu finis paling dramatis pada seri pembuka Moto3 musim ini.
Fernandez Akui Kecewa
Usai balapan, Adrian Fernandez tidak menutupi rasa kecewanya. Dalam sesi wawancara pasca-balapan, ia mengaku sama sekali tidak puas dengan hasil yang diraih di Buriram.
Menurutnya, finis di belakang pembalap rookie menjadi hasil yang sulit diterima. Sebagai pembalap berpengalaman yang telah mengenal karakter motor, ban, dan sirkuit, Fernandez merasa seharusnya mampu mengamankan posisi lebih baik.
Baca Juga: Adrian Wibowo Berharap Segera Debut Bersama Timnas Indonesia
Ia juga mengakui bahwa sedikit kesalahan dalam eksekusi di lap terakhir membuat peluang finis di depan Veda akhirnya hilang.
Fernandez menilai jika perpindahan gigi maupun pemilihan racing line pada sektor terakhir sedikit lebih presisi, hasil akhirnya mungkin akan berbeda.
Veda Ega Pratama Kirim Sinyal Bahaya
Di sisi lain, keberhasilan mengalahkan Fernandez menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap di grid Moto3 2026.
Pembalap muda Indonesia itu mampu bersaing langsung dengan salah satu pembalap paling berpengalaman di kelas tersebut. Gaya balap agresif tetapi tetap terukur menjadi salah satu kunci keberhasilannya mengamankan posisi kelima.
Sepanjang balapan, Veda mampu menjaga konsistensi kecepatan meski harus menghadapi suhu panas ekstrem di Buriram. Penampilannya juga menunjukkan kematangan mental yang membuatnya mampu memanfaatkan setiap peluang di lap-lap akhir.
Hasil tersebut sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Veda untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Evaluasi Leopard Racing
Kekalahan di Thailand membuat Leopard Racing harus segera melakukan evaluasi.
Salah satu perhatian utama adalah performa motor Honda yang dinilai masih memiliki kelemahan pada sektor lintasan lurus. Fernandez mengaku motornya cukup stabil saat pengereman, tetapi kehilangan keunggulan dalam top speed sehingga kesulitan melepaskan diri dari tekanan lawan.
Selain faktor teknis, strategi balapan juga menjadi sorotan. Tim disebut perlu mengevaluasi pengelolaan ban, pemetaan mesin, hingga pengambilan keputusan saat menghadapi duel satu lawan satu.
Data telemetri dari GP Thailand diperkirakan akan menjadi bahan analisis utama sebelum memasuki seri berikutnya.
Persaingan Moto3 Diprediksi Semakin Panas
Meski baru seri pembuka, hasil di Buriram memberikan dampak penting terhadap persaingan klasemen sementara Moto3 2026.
Fernandez kehilangan poin berharga yang bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar juara dunia di akhir musim. Sebaliknya, Veda memperoleh tambahan kepercayaan diri setelah mampu finis di depan salah satu kandidat juara.
Fernandez pun bertekad bangkit pada seri berikutnya. Fokusnya kini adalah memperbaiki hasil kualifikasi agar dapat memulai balapan dari posisi yang lebih depan sekaligus menghindari pertarungan ketat di kelompok tengah.
Apabila mampu menemukan solusi atas kelemahan yang muncul di Thailand, duel Adrian Fernandez dan Veda Ega Pratama diperkirakan akan kembali menjadi salah satu sajian paling menarik dalam lanjutan Moto3 2026. Persaingan antara pembalap senior dan talenta muda Indonesia itu berpotensi semakin sengit seiring berlangsungnya musim.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari