JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam seri Moto3 2026 setelah dinyatakan melakukan pelanggaran regulasi teknis terkait mesin Honda NSF250RW yang digunakannya. Hukuman tersebut menjadi salah satu keputusan paling berat musim ini karena seluruh hasil balapan pembalap Leopard Racing itu dibatalkan.
Akibat Adrian Fernandez didiskualifikasi, seluruh poin yang diperolehnya sejak seri pembuka di Thailand hingga Catalunya resmi dihapus. Dampaknya tidak hanya mengubah posisi klasemen sementara Moto3 2026, tetapi juga membawa keuntungan besar bagi pembalap Indonesia Veda Ega Pratama yang naik ke posisi ketiga klasemen dunia sekaligus memperoleh tambahan podium di GP Prancis.
Kasus Adrian Fernandez didiskualifikasi juga menjadi peringatan keras bagi seluruh tim Moto3 bahwa pelanggaran regulasi teknis, sekecil apa pun, dapat berujung pada sanksi berat. Investigasi Race Direction menunjukkan adanya dugaan pembukaan mesin tanpa izin resmi yang melanggar aturan homologasi FIM.
Pelanggaran Mesin Jadi Awal Diskualifikasi
Berdasarkan hasil investigasi Race Direction, dua unit mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez ditemukan memiliki segel pengaman yang rusak dan tidak sesuai standar.
Dalam regulasi Moto3, mesin yang telah disegel tidak boleh dibuka tanpa persetujuan resmi dari Race Direction maupun pihak pabrikan, kecuali untuk alasan keselamatan yang telah mendapat izin.
Saat proses inspeksi yang dilakukan bersama perwakilan Honda Racing Corporation (HRC), ditemukan indikasi bahwa mesin bernomor 810 dan 811 pernah dibuka tanpa otorisasi.
Kerusakan pada kawat segel menjadi bukti utama yang kemudian membawa kasus tersebut ke sidang steward. Setelah melalui proses pemeriksaan, Race Direction memutuskan bahwa pelanggaran tersebut cukup serius sehingga seluruh hasil balapan yang menggunakan kedua mesin tersebut dibatalkan.
Enam Seri Balapan Dihapus
Sanksi yang diterima Adrian Fernandez berlaku untuk enam seri awal Moto3 2026.
Seluruh poin yang diraih di GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol (Jerez), Prancis (Le Mans), dan Catalunya resmi dihapus dari klasemen.
Dengan keputusan tersebut, Fernandez kehilangan puluhan poin penting yang sebelumnya menempatkannya di papan atas klasemen.
Posisinya pun langsung merosot drastis menjelang seri Hungaria, menyisakan hanya sejumlah kecil poin yang diperoleh dari balapan yang tidak menggunakan mesin bermasalah.
Keputusan ini menjadi salah satu hukuman teknis paling berat yang pernah dijatuhkan di Moto3 dalam beberapa musim terakhir.
Veda Ega Pratama Ketiban Durian Runtuh
Diskualifikasi Adrian Fernandez membawa perubahan besar terhadap klasemen pembalap, termasuk bagi Veda Ega Pratama.
Pembalap muda Indonesia tersebut memperoleh tambahan posisi pada beberapa seri yang sebelumnya finis di belakang Fernandez.
Perubahan paling signifikan terjadi di GP Prancis Le Mans. Setelah hasil Adrian Fernandez dibatalkan, Veda naik ke posisi ketiga sehingga berhak atas podium serta tambahan poin yang sebelumnya tidak didapatkan.
Tambahan poin tersebut membuat koleksi angka Veda meningkat dan mengantarkannya naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026.
Tak hanya Veda, sejumlah pembalap lain yang finis di belakang Adrian Fernandez juga ikut mengalami kenaikan posisi akibat revisi hasil balapan.
Regulasi Teknis Moto3 Tak Bisa Ditawar
Kasus ini kembali menegaskan bahwa FIM dan Race Direction tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran teknis.
Aturan mengenai penyegelan mesin dibuat untuk memastikan seluruh peserta menggunakan spesifikasi yang sama sehingga kompetisi berlangsung adil.
Apabila tim membuka mesin tanpa izin, meskipun belum terbukti melakukan modifikasi performa, tindakan tersebut tetap dianggap sebagai pelanggaran serius karena menghilangkan jaminan integritas mesin yang digunakan.
Karena itu, sanksi berupa diskualifikasi dari seluruh hasil balapan menjadi konsekuensi yang harus diterima.
Momentum Positif Veda Jelang Seri Hungaria
Di sisi lain, perubahan klasemen menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama menghadapi seri Hungaria.
Selain naik ke posisi tiga klasemen dunia, pembalap binaan Astra Honda tersebut kini juga tercatat memiliki dua podium sepanjang musim 2026 setelah revisi hasil GP Prancis.
Momentum positif ini menjadi tambahan motivasi bagi Veda untuk terus bersaing memperebutkan gelar juara dunia Moto3 musim ini.
Dengan persaingan yang masih panjang, konsistensi performa di lintasan serta kepatuhan terhadap regulasi teknis dipastikan menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir kejuaraan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari