JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama sempat memberikan harapan besar bagi pecinta balap Indonesia setelah berhasil memimpin jalannya balapan Moto3 di Sirkuit Assen. Sayangnya, performa impresif pembalap muda Tanah Air itu berakhir dengan insiden yang membuatnya mengalami crash dan gagal menyentuh garis finis.
Penampilan Veda Ega Pratama sepanjang balapan sebenarnya menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level teratas Moto3. Bahkan, sebelum mengalami kendala, pembalap asal Gunungkidul itu mampu menyalip sejumlah rival hingga mengambil alih posisi pertama.
Namun, balapan berubah drastis ketika performa motornya mulai menurun pada pertengahan lomba. Di saat bersamaan, muncul dugaan adanya kontak dengan pembalap lain yang hingga kini masih menjadi pembahasan di kalangan penggemar. Meski demikian, belum ada keputusan resmi dari Steward mengenai penyebab pasti insiden tersebut.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Bersinar di Moto3 Ceko 2026, Comeback dari Posisi 20 Jadi Sorotan Penggemar
Awal Balapan Berjalan Sesuai Rencana
Veda memulai balapan dari posisi ketujuh. Sejak lampu start padam, persaingan berlangsung sangat ketat dengan rombongan pembalap yang saling berdekatan memasuki tikungan pertama.
Sempat kehilangan beberapa posisi tidak membuat Veda panik. Ia memilih menjaga ritme balapan dan menghindari risiko yang tidak perlu sambil menunggu peluang melakukan serangan.
Strategi tersebut terbukti efektif. Memasuki lap-lap awal, Veda mulai memanfaatkan duel antarpembalap di depannya untuk memperbaiki posisi secara bertahap.
Berkat pengereman yang presisi dan akselerasi yang bersih saat keluar tikungan, pembalap Indonesia itu berhasil menembus tiga besar hanya dalam beberapa putaran.
Sempat Memimpin Jalannya Balapan
Momentum terbaik Veda datang pada lap kelima. Ia sukses melakukan manuver bersih untuk mengambil alih posisi terdepan dari para rivalnya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Veda mampu bersaing dengan para pembalap unggulan Moto3. Selama beberapa lap, ia memimpin balapan dengan racing line yang rapi dan kecepatan yang konsisten.
Posisi itu juga memunculkan optimisme besar dari para pendukung Indonesia yang mulai melihat peluang podium, bahkan kemenangan, terbuka lebar.
Kepercayaan diri Veda terlihat saat mampu mempertahankan tekanan dari kelompok pembalap di belakangnya.
Kendala Teknis Mulai Mengubah Jalannya Balapan
Situasi berubah ketika balapan memasuki lap ketujuh. Motor Veda mulai kehilangan performa sehingga kecepatannya tidak lagi sekonsisten sebelumnya.
Dalam transkrip disebutkan adanya dugaan masalah pada traksi ban belakang yang menyebabkan daya cengkeram berkurang. Akibatnya, akselerasi keluar tikungan menjadi kurang maksimal dan Veda mulai kehilangan waktu di setiap putaran.
Satu per satu pembalap berhasil melewatinya hingga posisinya melorot dari urutan pertama ke posisi sepuluh.
Meski menghadapi kondisi sulit, Veda tetap berusaha mempertahankan ritme balapan dan memberikan perlawanan setiap kali memiliki kesempatan.
Dugaan Kontak dengan Adrian Fernandez Masih Diselidiki
Di tengah upaya mempertahankan posisi, muncul dugaan adanya kontak antara motor Veda dengan pembalap lain.
Nama Adrian Fernandez menjadi sorotan karena banyak penggemar menduga dirinya terlibat dalam rangkaian insiden sebelum kecelakaan terjadi.
Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara resmi. Pihak penyelenggara maupun Steward masih memiliki kewenangan untuk menelaah rekaman balapan serta data teknis sebelum menyimpulkan penyebab insiden.
Karena itu, berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial masih menunggu hasil evaluasi resmi.
Gagal Finis, tetapi Performa Veda Tetap Menuai Apresiasi
Setelah kehilangan kendali, Veda mengalami crash. Ia sempat bangkit dan mencoba melanjutkan balapan meski kondisi motornya sudah mengalami kerusakan.
Usaha tersebut akhirnya tidak membuahkan hasil. Motor yang dikendarainya tidak lagi memungkinkan untuk menyelesaikan lomba sehingga Veda memutuskan masuk ke pit dan dinyatakan gagal finis.
Sementara itu, balapan dimenangkan oleh Maximo Quiles setelah mampu mempertahankan kecepatannya hingga garis akhir.
Walaupun gagal meraih poin, penampilan Veda Ega Pratama tetap mendapat apresiasi. Ia membuktikan mampu bersaing di barisan terdepan, bahkan sempat memimpin balapan melawan para pembalap terbaik Moto3. Pengalaman di Assen diharapkan menjadi modal penting untuk tampil lebih kuat pada seri-seri berikutnya, sekaligus mempertegas bahwa pembalap muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level dunia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari