Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Isu Investigasi FIM atas Insiden Veda Ega Pratama Terbantahkan, Begini Fakta Sebenarnya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:45 WIB
Investigasi FIM terhadap insiden Veda Ega Pratama di Assen dipastikan belum terbukti. Veda justru mengakui crash yang dialaminya merupakan kesalahan sendiri. (Youtube. com)
Investigasi FIM terhadap insiden Veda Ega Pratama di Assen dipastikan belum terbukti. Veda justru mengakui crash yang dialaminya merupakan kesalahan sendiri. (Youtube. com)

 

JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMInvestigasi FIM terhadap insiden Veda Ega Pratama saat balapan Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Assen menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beredar kabar bahwa Federasi Balap Motor Internasional (FIM) tengah menyelidiki manuver Adrian Fernandez dan Jesus Rios yang mengapit pembalap Indonesia tersebut hingga kehilangan banyak posisi.

Namun, informasi tersebut dipastikan belum memiliki dasar yang kuat. Berdasarkan penelusuran dari sejumlah sumber di lingkungan paddock, tidak ditemukan bukti resmi bahwa FIM membuka investigasi maupun menjatuhkan sanksi atas insiden yang melibatkan Veda Ega Pratama.

Isu investigasi FIM terhadap Veda Ega Pratama mencuat setelah beredar analisis video yang memperlihatkan pembalap asal Indonesia itu terjebak di antara Adrian Fernandez di sisi kanan dan Jesus Rios di sisi kiri saat memasuki tikungan.

Dalam tayangan ulang, Veda memang tampak kesulitan mencari ruang. Ketika mencoba bergeser ke kanan, ia bersentuhan dengan Fernandez. Saat mengarah ke kiri, Jesus Rios juga mempertahankan racing line sehingga ruang gerak Veda semakin sempit.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Jadi Sorotan usai Moto3 Brno 2026, Performa Hakim Danish Ikut Dibahas

Manuver Dianggap Bagian dari Balapan

Meski insiden tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar, hingga saat ini tidak ada pengumuman resmi dari FIM maupun penyelenggara balapan mengenai adanya investigasi.

Manuver ketiga pembalap tersebut dinilai masih berada dalam batas persaingan normal. Tidak terjadi tabrakan yang menyebabkan pembalap keluar lintasan ataupun insiden besar yang biasanya menjadi dasar steward melakukan penyelidikan.

Karena itu, kabar mengenai investigasi FIM disebut hanya sebatas spekulasi yang berkembang di media sosial dan belum dapat dijadikan acuan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Akui Kesalahan Sendiri Usai DNF di Moto3 Belanda 2026, Posisi Klasemen Disalip Hakim Danish

Veda Akui Melakukan Kesalahan Sendiri

Yang justru menarik perhatian adalah pengakuan langsung dari Veda Ega Pratama usai balapan di Assen.

Pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut mengaku sebenarnya memiliki kepercayaan diri tinggi sejak start. Bahkan, ia merasa motor Honda NSF250RW miliknya bekerja dengan sangat baik sehingga optimistis mampu bertahan di rombongan depan.

Namun, senggolan dengan pembalap lain membuat posisinya melorot cukup jauh. Saat berusaha mengejar rombongan depan, Veda justru mengalami highside hingga gagal finis.

Baca Juga: Honda Team Asia Beberkan Penyebab Veda Ega Pratama DNF di Moto3 Belanda 2026, Hiroshi Aoyama Soroti Kesalahan dan Target Bangkit di GP Jerman

Menurut Veda, kecelakaan tersebut murni berasal dari kesalahannya sendiri.

Ia mengaku ban belakang kehilangan traksi ketika membuka gas saat mencoba mengejar pembalap di depannya. Kondisi itu membuat motor langsung melemparnya ke udara sebelum akhirnya terjatuh.

Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas bahwa crash yang dialaminya bukan disebabkan tindakan ilegal pembalap lain, melainkan kesalahan saat berupaya melakukan recovery posisi.

Baca Juga: Hasil Race Moto3 Belanda 2026: Maximo Quiles Tak Terbendung, Veda Ega Pratama DNF, Berikut Klasemen Terbaru

Feeling Motor Positif, Mental Tetap Optimistis

Di balik hasil mengecewakan tersebut, Veda tetap membawa kabar positif.

Ia menyebut feeling terhadap motor sepanjang balapan sebenarnya sangat baik. Hal itu terlihat sejak awal lomba ketika mampu bersaing dengan kelompok depan sebelum akhirnya terlibat duel sengit.

Meski gagal meraih poin, Veda tetap optimistis bisa bangkit pada seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman.

Masa jeda sekitar 10 hari sebelum balapan berikutnya akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi bersama tim sekaligus memperbaiki kekurangan, terutama dalam mengelola ban dan menghadapi duel ketat di lintasan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Buka Suara Usai Crash di Moto3 Belanda 2026, Akui Kesalahan Sendiri dan Siap Bangkit pada GP Jerman

Klasemen Sementara Ikut Terpengaruh

Akibat gagal finis di Assen, posisi Veda Ega Pratama pada klasemen sementara Red Bull Rookies Cup ikut mengalami penurunan.

Pembalap Indonesia itu turun dari peringkat keenam ke posisi kedelapan setelah gagal menambah poin.

Meski demikian, peluang untuk kembali bersaing masih terbuka lebar mengingat musim masih menyisakan beberapa seri.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Buka Suara Usai Crash di Moto3 Belanda 2026, Akui Kesalahan Sendiri dan Siap Bangkit pada GP Jerman

Performa adaptif yang selama ini menjadi kelebihan Veda juga diyakini masih menjadi modal penting untuk kembali tampil kompetitif.

Kini, fokus utama pembalap muda Indonesia tersebut adalah menebus hasil buruk di Assen dengan meraih poin maksimal pada seri Sachsenring.

Jika mampu tampil konsisten dan menghindari kesalahan sendiri, peluang Veda untuk kembali menembus papan atas klasemen masih sangat terbuka. Sementara itu, isu mengenai investigasi FIM terhadap insiden di Assen hingga kini belum terbukti dan tidak didukung pernyataan resmi dari otoritas balap dunia.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Red Bull Rookies Cup #Adrian Fernandez #Investigasi FIM #Jesus Rios