Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Start Posisi 8 Moto3 Belanda, Bangkit usai Terpuruk dan Kalahkan Pembalap Leopard Racing

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:55 WIB
Veda Ega Pratama bangkit di kualifikasi Moto3 Belanda 2026. Start posisi kedelapan usai mengalahkan pembalap Leopard Racing dan membuka peluang finis enam besar. (Youtube. com)
Veda Ega Pratama bangkit di kualifikasi Moto3 Belanda 2026. Start posisi kedelapan usai mengalahkan pembalap Leopard Racing dan membuka peluang finis enam besar. (Youtube. com)

 

JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama berhasil menunjukkan perkembangan positif jelang balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Setelah sempat tercecer pada tiga sesi latihan bebas, pembalap muda Indonesia itu sukses mengamankan posisi start kedelapan dalam sesi kualifikasi.

Hasil tersebut menjadi angin segar bagi pendukung Veda Ega Pratama. Sebab, sebelumnya pembalap binaan Honda Team Asia itu hanya berada di posisi ke-23 pada Free Practice 1, lalu kembali kesulitan hingga finis di urutan ke-22 pada sesi latihan terakhir sebelum kualifikasi.

Meski belum mampu menembus barisan terdepan, performa Veda Ega Pratama dinilai mengalami peningkatan signifikan. Ia bahkan berhasil menjadi pembalap Honda terbaik kedua pada sesi kualifikasi, mengungguli sejumlah rider dari Leopard Racing seperti Adrian Fernandez dan Guido Pini.

Baca Juga: Hasil Moto3 Mugello 2026: Veda Ega Pratama Finis Posisi 8, Hakim Danish Raih Podium Perdana

Bangkit Setelah Sulit Menemukan Feeling Motor

Perjalanan Veda menuju posisi kedelapan tidak berlangsung mudah. Sejak hari pertama di Assen, ia mengaku masih berusaha memahami karakter lintasan sekaligus mencari setelan terbaik untuk Honda NSF250RW.

Sirkuit Assen dikenal memiliki kombinasi tikungan cepat (fast corner) dengan beberapa area hard braking yang menuntut kestabilan motor. Kondisi tersebut membuat Veda membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan ritme balap yang sesuai.

Strategi mengumpulkan data secara bertahap akhirnya membuahkan hasil. Pada putaran keenam sesi kualifikasi, Veda mencatatkan waktu terbaiknya dan memastikan diri start dari baris ketiga.

Baca Juga: Valentino Rossi Puji Veda Ega Pratama Usai Moto3 Belanda 2026, Rumor Aspar Racing Siap Bajak Pembalap Honda Team Asia

KTM Masih Mendominasi Persaingan

Meski Veda mengalami peningkatan, dominasi KTM masih belum terbendung di Moto3 Belanda.

David Almansa berhasil merebut pole position sekaligus mencetak rekor lap terbaik sepanjang sejarah Moto3 di Assen. Di belakangnya, Hakim Danish dan Joel Kelso juga tampil kompetitif sehingga lima posisi teratas dikuasai pembalap bermotor KTM.

Keunggulan tersebut menunjukkan perkembangan signifikan RC250GP musim ini. Motor KTM dinilai memiliki akselerasi, kecepatan keluar tikungan, dan stabilitas yang lebih baik dibanding rival-rivalnya.

Baca Juga: Hasil Moto3 Belanda 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama DNF, Simak Klasemen dan Jadwal Seri Berikutnya

Sementara itu, Honda masih berupaya mengejar ketertinggalan melalui penyempurnaan setup di berbagai tim, termasuk Honda Team Asia.

Veda Unggul atas Fernandez dan Pini

Salah satu catatan menarik dari sesi kualifikasi adalah keberhasilan Veda mengungguli beberapa pembalap Honda yang lebih berpengalaman.

Adrian Fernandez yang membela Leopard Racing harus puas memulai balapan dari posisi ke-13. Rekan setimnya, Guido Pini, juga hanya mampu berada di urutan ke-12.

Sebaliknya, Veda berhasil mengamankan posisi kedelapan dan menjadi representasi Honda terbaik kedua setelah Eddie O'Shea.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 Belanda 2026, Sempat Pimpin Balapan Sebelum Crash di Assen

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses adaptasi Veda mulai menunjukkan perkembangan meski masih menghadapi keterbatasan performa motor dibanding para rival dari KTM.

Sektor T1 dan T3 Jadi Kekuatan Veda

Analisis catatan waktu menunjukkan Veda tampil cukup kompetitif di sektor pertama dan ketiga lintasan Assen.

Pada sektor pertama, ia berhasil masuk delapan besar setelah sebelumnya tercecer pada sesi latihan bebas. Performa serupa kembali terlihat di sektor ketiga yang juga menjadi area terbaiknya selama kualifikasi.

Sebaliknya, sektor kedua dan keempat masih menjadi pekerjaan rumah. Dua sektor tersebut berisi kombinasi tikungan sempit dan hairpin yang membutuhkan akselerasi serta kestabilan tinggi saat keluar tikungan.

Baca Juga: Kudeta Meja Hijau Terbesar Moto3 2026! Brian Uriarte Kena PHP Didiskualifikasi Dorna Sports, Veda Ega Pratama Ketiban Durian Runtuh Rebut Puncak Klasemen

Honda Team Asia diperkirakan akan memfokuskan evaluasi pada area tersebut agar Veda mampu tampil lebih kompetitif saat balapan.

Peluang Raih Enam Besar Masih Terbuka

Start dari posisi kedelapan membuat peluang Veda untuk bersaing di kelompok depan masih terbuka.

Salah satu kekuatan pembalap asal Gunungkidul itu adalah kemampuan melakukan start agresif. Dalam beberapa seri sebelumnya, Veda kerap mampu memperbaiki posisi pada lap-lap awal sebelum kemudian menjaga ritme balapan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Bersinar di Moto3 Ceko 2026, Comeback dari Posisi 20 Jadi Sorotan Penggemar

Tantangan terbesar justru berada pada pengelolaan ban. Jika menggunakan kombinasi ban lunak seperti prediksi banyak pengamat, Veda harus mampu menjaga degradasi ban agar tetap kompetitif hingga lap terakhir.

Apabila mampu mempertahankan konsistensi dan terhindar dari insiden di lap awal, target finis enam besar bukanlah sesuatu yang mustahil. Perkembangan performanya sepanjang akhir pekan di Assen menunjukkan proses adaptasi berjalan ke arah positif dan memberi harapan bagi penggemar balap Indonesia.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Kualifikasi Moto3 #Moto3 Belanda 2026 #Sirkuit Assen