Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Judul: Feda Ega Pratama Terpuruk di Free Practice Moto3 Belanda, Iwan Banaran: Jangan Buru-buru Menjustifikasi!

Dinar Ananda Putri • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:01 WIB

 

 Feda Ega Pratama tampil kurang impresif di Moto3 Assen. Iwan Banaran ajak fans tenang dan tidak menjustifikasi performa sang pembalap asal Gunung Kidul tersebut.
Feda Ega Pratama tampil kurang impresif di Moto3 Assen. Iwan Banaran ajak fans tenang dan tidak menjustifikasi performa sang pembalap asal Gunung Kidul tersebut.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Hasil kurang memuaskan ditunjukkan oleh pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, pada sesi free practice Moto3 di Sirkuit Assen, Belanda. Dalam analisis mendalam yang disampaikan oleh pengamat otomotif Iwan Banaran melalui kanal YouTube-nya, Feda harus puas berada di posisi ke-23. Catatan waktu ini membuat banyak penggemar balap tanah air cemas. Namun, IWB—sapaan akrab Iwan Banaran—meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi sang pembalap asal Gunung Kidul tersebut.

Menurut IWB, Feda bukanlah tipe pembalap yang langsung tampil agresif sejak sesi awal. Karakteristik "Sunday Rider" yang melekat pada dirinya justru menunjukkan bahwa ia adalah seorang pembelajar yang membutuhkan waktu untuk memahami setiap jengkal lintasan. "Feda adalah pembalap cerdas yang mempelajari sirkuit. Kita tidak boleh grusa-grusu menyimpulkan potensinya hanya dari hasil Jumat," tegas IWB dalam analisisnya.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Terpuruk di FP1 Moto3 Belanda, Benarkah Masih Menyimpan Kecepatan Aslinya?

Tantangan Teknis di Sirkuit Assen Sirkuit Assen dikenal sebagai Cathedral of Speed dengan karakteristik lintasan yang sangat mengandalkan fast corner. Dengan total 18 tikungan—12 ke kanan dan 6 ke kiri—beban pada ban sisi kanan sangat besar. Hal ini menciptakan tantangan teknis bagi tim Honda Asia untuk meracik setup yang presisi pada motor NSF 250 RW milik Feda.

IWB menyoroti bahwa pada sektor kedua sirkuit, di mana tikungan bersifat mengalir (flowing), Feda justru mengalami stagnasi. Berdasarkan data sektor, Feda kesulitan mendapatkan feeling yang pas saat masuk maupun keluar tikungan. Padahal, rekan setimnya, Zen Mitani, mampu menembus posisi 20 besar. Ketimpangan data ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi tim teknis untuk segera melakukan evaluasi sebelum babak kualifikasi.

Baca Juga: Isu Investigasi FIM atas Insiden Veda Ega Pratama Terbantahkan, Begini Fakta Sebenarnya

Meski hasil hari pertama sangat berat, IWB tetap optimistis. Ia mengingatkan sejarah Feda di ajang RBRC 2024 yang mampu finis di posisi keempat. Pengalaman tersebut menjadi modal mental bagi Feda untuk melakukan perlawanan di hari balapan. Bagi IWB, Feda adalah petarung sejati yang seringkali membuat kejutan ketika banyak orang mulai meragukan performanya di lintasan balap.

Baca Juga: Isu Investigasi FIM atas Insiden Veda Ega Pratama Terbantahkan, Begini Fakta Sebenarnya

Editor : Dinar Ananda Putri
#moto3 #Feda Ega Pratama #Sirkuit Assen #iwan banaran #balap motor