TRENGGALEK NJENGGELEK - Kabar miring sempat mewarnai paddock Moto3 usai balapan di Sirkuit Assen, Belanda. Isu santer beredar di kalangan pencinta balap tanah air bahwa pihak FIM tengah melakukan investigasi terhadap manuver Jesus Rias dan Adrian Fernandez yang dianggap merugikan pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama. Senggolan beruntun yang sempat membuat Feda kehilangan posisi hingga ke urutan 10 disebut-sebut bakal berujung pada penalti bagi kedua pembalap tersebut.
Menanggapi spekulasi ini, pengamat otomotif senior Iwan Banaran (IWB) dengan tegas membantah adanya penyelidikan resmi. Berdasarkan jaringan informasi yang ia miliki di lingkungan paddock, IWB menyatakan bahwa insiden tersebut dikategorikan sebagai racing incident yang lumrah terjadi dalam balapan kelas ringan.
Tidak Ada Pelanggaran Serius Dalam penjelasannya, IWB menekankan bahwa selama senggolan tidak mengakibatkan pembalap terjatuh atau keluar dari lintasan secara paksa, pihak penyelenggara biasanya tidak akan melakukan tindakan disipliner. "Sejauh ini tidak ada informasi sahih terkait investigasi FIM terhadap Jesus Rias atau Fernandez. Itu murni insiden balap yang normal," ujar IWB dalam analisis videonya.
Menurut IWB, posisi Feda yang terjepit di antara dua pembalap saat akan memasuki tikungan adalah konsekuensi dari ketatnya persaingan di Moto3. Ketiga pembalap memacu motor dengan tenaga yang nyaris identik, sehingga manuver saling tutup jalur menjadi tidak terelakkan. IWB pun mengajak penggemar balap untuk tidak mudah menelan isu-isu yang tidak berdasar tanpa adanya pernyataan resmi dari FIM.
Baca Juga: Dorna Resmi Hapus Mesin 250cc di 2028, Iwan Banaran Ungkap Yamaha Akan Gantikan Peran KTM dan Honda
Editor : Dinar Ananda Putri