TRENGGALEK NJENGGELEK- Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, harus menelan pil pahit saat berlaga di Sirkuit Assen, Belanda. Setelah sempat tampil menjanjikan di awal balapan, Feda akhirnya gagal menyentuh garis finis akibat terjatuh. Banyak pihak menyayangkan kejadian tersebut, namun Feda secara jantan mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan fatal dalam mengelola traksi motornya.
Iwan Banaran, dalam analisis teknisnya, menyoroti insiden high side yang dialami Feda. Menurut IWB, kecelakaan tersebut memiliki kemiripan dengan insiden yang pernah dialami Feda di Amerika Serikat. "Feda kehilangan traksi pada ban belakang karena opening throttle yang terlalu agresif saat mencoba mengejar grup depan," jelas IWB.
Analisis Feeling Motor yang Positif Menariknya, di balik kegagalan tersebut, Feda memberikan pernyataan yang cukup melegakan bagi tim Honda Asia. Ia mengaku bahwa secara feeling, motor Honda NSF 250 RW yang dikendarainya sudah memiliki performa yang sangat positif. Ia merasa nyaman dan mampu mengimbangi kecepatan pembalap lain sebelum insiden senggolan terjadi.
IWB menilai, masalah utama Feda bukan pada mesin, melainkan pada kemampuannya menjaga ketenangan setelah terlempar ke posisi 10. Upaya untuk segera melakukan recovery posisi dengan cara memacu motor secara maksimal justru menjadi bumerang. Kondisi ban yang belum stabil ditambah dengan timing bukaan gas yang kurang presisi memicu high side yang membuat Feda terlempar.
Baca Juga: Dorna Resmi Hapus Mesin 250cc di 2028, Iwan Banaran Ungkap Yamaha Akan Gantikan Peran KTM dan Honda
Meski pulang dengan tangan hampa, IWB meyakini Feda memiliki mentalitas fighter. Dengan jeda waktu sekitar 10 hari sebelum seri berikutnya di Sachsenring, Jerman, IWB berharap Feda bisa melakukan evaluasi total. Kesalahan ini, menurut IWB, adalah bagian dari proses pendewasaan seorang pembalap muda di level dunia.
Editor : Dinar Ananda Putri