Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengupas Tuntas Penyebab Crash Feda Ega Pratama di Assen, Iwan Banaran: Murni Kesalahan Pembalap

Dinar Ananda Putri • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:20 WIB
Feda Ega Pratama akui kesalahan fatal saat crash di Moto3 Assen. Simak ulasan Iwan Banaran mengenai penyebab insiden dan peluang Feda bangkit di Jerman.
Feda Ega Pratama akui kesalahan fatal saat crash di Moto3 Assen. Simak ulasan Iwan Banaran mengenai penyebab insiden dan peluang Feda bangkit di Jerman.

 TRENGGALEK NJENGGELEK- Pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, harus menelan pil pahit saat berlaga di Sirkuit Assen, Belanda. Setelah sempat tampil menjanjikan di awal balapan, Feda akhirnya gagal menyentuh garis finis akibat terjatuh. Banyak pihak menyayangkan kejadian tersebut, namun Feda secara jantan mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan fatal dalam mengelola traksi motornya.

Iwan Banaran, dalam analisis teknisnya, menyoroti insiden high side yang dialami Feda. Menurut IWB, kecelakaan tersebut memiliki kemiripan dengan insiden yang pernah dialami Feda di Amerika Serikat. "Feda kehilangan traksi pada ban belakang karena opening throttle yang terlalu agresif saat mencoba mengejar grup depan," jelas IWB.

Baca Juga: Mengupas Tuntas Karakter Sirkuit Assen, Iwan Banaran: Tikungan Cepat Jadi Ujian Berat Bagi Pembalap Honda

Analisis Feeling Motor yang Positif Menariknya, di balik kegagalan tersebut, Feda memberikan pernyataan yang cukup melegakan bagi tim Honda Asia. Ia mengaku bahwa secara feeling, motor Honda NSF 250 RW yang dikendarainya sudah memiliki performa yang sangat positif. Ia merasa nyaman dan mampu mengimbangi kecepatan pembalap lain sebelum insiden senggolan terjadi.

IWB menilai, masalah utama Feda bukan pada mesin, melainkan pada kemampuannya menjaga ketenangan setelah terlempar ke posisi 10. Upaya untuk segera melakukan recovery posisi dengan cara memacu motor secara maksimal justru menjadi bumerang. Kondisi ban yang belum stabil ditambah dengan timing bukaan gas yang kurang presisi memicu high side yang membuat Feda terlempar.

Baca Juga: Dorna Resmi Hapus Mesin 250cc di 2028, Iwan Banaran Ungkap Yamaha Akan Gantikan Peran KTM dan Honda

Meski pulang dengan tangan hampa, IWB meyakini Feda memiliki mentalitas fighter. Dengan jeda waktu sekitar 10 hari sebelum seri berikutnya di Sachsenring, Jerman, IWB berharap Feda bisa melakukan evaluasi total. Kesalahan ini, menurut IWB, adalah bagian dari proses pendewasaan seorang pembalap muda di level dunia.

Baca Juga: Judul: Feda Ega Pratama Terpuruk di Free Practice Moto3 Belanda, Iwan Banaran: Jangan Buru-buru Menjustifikasi!

Editor : Dinar Ananda Putri
#moto3 #Feda Ega Pratama #Honda Asia #iwan banaran #Sachsenring