TRENGGALEK NJENGGELEK - Keberhasilan Feda Ega Pratama meraih podium di Moto3 Brasil sempat memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet melontarkan kritik karena Feda terlihat menghindar saat selebrasi sampanye, yang merupakan tradisi lumrah dalam dunia balap. Menanggapi komentar negatif yang menyebut Feda "udik," pengamat MotoGP Lucy Wiryono angkat bicara untuk memberikan edukasi sekaligus pembelaan kepada pembalap muda tersebut.
Lucy Wiryono menegaskan bahwa tindakan Feda tidak seharusnya dihakimi secara sepihak. Ia memaparkan dua alasan logis yang mungkin menjadi dasar sikap pembalap asal Indonesia tersebut. "Pertama, Feda masih berusia 17 tahun. Di luar negeri, usia di bawah 18 tahun dianggap underage, sehingga kontak dengan alkohol adalah ilegal. Kedua, ada kemungkinan Feda menjalankan prinsip kepercayaannya sebagai seorang Muslim," jelas Lucy.
Baca Juga: Bos Besar Yamaha Ambil Tindakan Tegas, Jorge Martin dan Ai Ogura Siap Gantikan Fabio Quartararo!
Menghormati Integritas Pembalap Lebih lanjut, Lucy mengingatkan bahwa banyak pembalap internasional lain, seperti Toprak Razgatlioglu, juga memiliki prinsip yang sama untuk tidak terlibat dalam selebrasi alkohol demi menghormati keyakinan mereka. Lucy menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak memahami konteks ini dan langsung memberikan stigma negatif kepada Feda tanpa mencari tahu faktanya terlebih dahulu.
Sebagai sosok yang intens mengikuti perkembangan karier Feda Ega Pratama, Lucy menekankan pentingnya bagi penggemar balap di tanah air untuk lebih bijak dalam berkomentar. Baginya, prestasi Feda di lintasan balap jauh lebih penting daripada kontroversi selebrasi. "Mari kita dukung Feda Ega Pratama untuk terus fokus berkarya. Jangan sampai energi positifnya terkuras karena narasi-narasi yang kurang tepat di media sosial," tutup Lucy. Pembelaan ini diharapkan dapat menenangkan situasi dan mengembalikan fokus masyarakat untuk mendukung perjuangan Feda dalam mengejar gelar juara dunia di masa depan.
Editor : Dinar Ananda Putri