Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

FIM Resmi Terapkan Aturan Keselamatan Baru di MotoGP 2026, Begini Analisis Lucy Wiryono

Dinar Ananda Putri • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:45 WIB
 FIM berlakukan aturan keselamatan baru, termasuk sistem 9R dan prosedur restart motor. Lucy Wiryono sebut ini langkah krusial demi keselamatan pembalap MotoGP 2026.
FIM berlakukan aturan keselamatan baru, termasuk sistem 9R dan prosedur restart motor. Lucy Wiryono sebut ini langkah krusial demi keselamatan pembalap MotoGP 2026.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Regulasi baru FIM resmi diberlakukan mulai musim balap 2026 guna meningkatkan standar keselamatan para pembalap. Pengamat MotoGP senior, Lucy Wiryono, menyoroti dua poin krusial dalam aturan tersebut yang dipastikan akan mengubah strategi tim di lapangan. Pertama, mengenai penanganan motor yang mengalami stall atau mati mesin saat mengalami crash di tengah lintasan, dan kedua adalah penerapan sistem 9R untuk pengecekan medis pembalap.

Menurut Lucy, aturan pertama mewajibkan pembalap atau kru untuk membawa motor yang mati di tengah lintasan ke luar barrier sirkuit sebelum mencoba melakukan restart. "Aturan ini bertujuan menjamin keselamatan pembalap dan marshal yang bertugas. Memang ada pro dan kontra dari para pembalap, seperti Jorge Martin yang menilai ini akan merepotkan saat wet race, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama," ujar Lucy.

Baca Juga: Daftar Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026: Prancis, Brasil hingga Norwegia Melaju, Jerman Tersingkir

Sistem 9R dan Standar Medis Poin kedua yang tak kalah penting adalah sistem 9R. Selama ini, banyak penggemar mempertanyakan keputusan medis yang menyatakan seorang pembalap fit to race setelah kecelakaan hebat. Dengan adanya 9R, terdapat semacam checklist ketat yang harus dipenuhi oleh tim medis sebelum seorang pembalap diizinkan kembali memacu motornya. Jika sembilan indikator keselamatan tersebut tidak terpenuhi, maka pembalap dilarang melanjutkan balapan.

Lucy menilai langkah FIM ini sangat krusial, mengingat MotoGP adalah olahraga berisiko tinggi. "Ini bukan hanya berlaku di MotoGP, tapi juga di WSBK dan seri lain di bawah FIM. Tujuannya jelas: untuk memberikan batasan yang objektif mengenai kapan pembalap boleh kembali berkompetisi," jelas Lucy. Meskipun kebijakan ini akan sangat menguji manajemen tim, Lucy meyakini bahwa langkah tegas FIM ini adalah bentuk nyata upaya federasi untuk menekan angka cedera serius di lintasan.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Diserang Netizen Gara-gara Selebrasi, Lucy Wiryono Beri Pembelaan Keras

 

Editor : Dinar Ananda Putri
#MotoGP 2026 #FIM #Lucy Wiryono #Keselamatan Pembalap #Aturan MotoGP