Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Ungkap Penyebab Crash di Moto3 Assen, Sempat Bersenggolan hingga Gagal Finis

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:57 WIB
Veda Ega Pratama gagal finis di Moto3 Assen usai mengalami high side dan mengaku sempat bersenggolan. Simak kronologi lengkap insidennya (Pinterest).
Veda Ega Pratama gagal finis di Moto3 Assen usai mengalami high side dan mengaku sempat bersenggolan. Simak kronologi lengkap insidennya (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat pada balapan Moto3 Assen setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya gagal finis. Padahal, pembalap muda Indonesia itu sempat memimpin jalannya balapan dan membuka peluang besar meraih podium.

Insiden yang dialami Veda Ega Pratama langsung menjadi sorotan publik. Rekaman kamera onboard milik rivalnya memunculkan spekulasi adanya kontak antarpembalap sebelum kecelakaan terjadi. Meski begitu, Veda memilih bersikap dewasa dan tidak sepenuhnya menyalahkan lawan atas insiden tersebut.

Drama di Moto3 Assen menjadi salah satu momen paling emosional bagi pembalap asal Gunungkidul itu. Selain kehilangan peluang meraih poin besar, hasil tersebut juga membuat posisinya di klasemen sementara mengalami penurunan.

Baca Juga: Era Baru Sponsor MotoGP 2027, Red Bull Dikabarkan Bakal Merapat ke Ducati Lenovo

Perjuangan Berat Dimulai Sejak Sesi Latihan

Perjalanan Veda di Sirkuit Assen sebenarnya sudah diwarnai kesulitan sejak awal akhir pekan balapan.

Pada sesi latihan bebas, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan motornya mengalami kerusakan cukup parah. Situasi tersebut membuat tim mekanik harus bekerja ekstra keras agar motor kembali siap digunakan.

Akibat insiden itu, Veda harus memulai perjuangannya dari sesi kualifikasi pertama (Q1). Meski demikian, ia mampu tampil impresif dengan lolos ke Q2 sebelum akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.

Hasil tersebut menjadi modal positif bagi pembalap berusia 17 tahun itu menghadapi balapan utama.

Sempat Memimpin Jalannya Balapan

Saat lampu start padam, Veda sempat turun ke posisi kesembilan pada lap pertama.

Namun, ia perlahan menemukan ritme balap terbaiknya. Dalam beberapa lap berikutnya, pembalap Indonesia tersebut mampu melakukan sejumlah manuver menyalip hingga naik ke posisi lima, kemudian posisi tiga.

Momentum terbaik terjadi ketika Veda berhasil melewati Maximo Quiles sebelum terlibat duel sengit dengan David Almansa.

Tak lama kemudian, Veda sukses merebut posisi terdepan dan memimpin balapan. Penampilan agresifnya membuat peluang meraih podium bahkan kemenangan semakin terbuka lebar.

Baca Juga: Sejarah Piala Dunia: Berawal dari Gagasan FIFA hingga Jadi Turnamen Sepak Bola Terbesar di Dunia

Persaingan Ketat Berujung Petaka

Memasuki pertengahan balapan, persaingan di rombongan depan semakin sengit.

Veda harus menghadapi tekanan dari sejumlah rival, termasuk Maximo Quiles dan Hakim Danish. Posisinya sempat turun akibat aksi saling salip yang berlangsung sangat ketat di lintasan lurus.

Petaka akhirnya datang pada lap kedelapan di tikungan 4 hingga 5.

Saat berusaha kembali memperbaiki posisi, motor Honda yang dikendarainya mengalami high side. Veda terlempar dari motor dan sempat mencoba melanjutkan balapan.

Sayangnya, kerusakan pada motor membuatnya harus masuk pit lane dan dinyatakan gagal menyelesaikan balapan.

Rekaman Onboard Picu Spekulasi

Usai balapan, perhatian publik tertuju pada rekaman kamera onboard milik Maximo Quiles.

Video tersebut memunculkan dugaan adanya kontak atau senggolan antarpembalap sesaat sebelum Veda kehilangan kendali.

Spekulasi mengenai penyebab kecelakaan pun ramai dibahas di media sosial. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran dari pembalap lain.

Karena itu, dugaan mengenai senggolan tersebut masih sebatas pembahasan publik dan belum menjadi fakta resmi hasil investigasi.

Baca Juga: Piala Dunia 2014: Tragedi Brasil 7-1, Messi Gagal Juara, Jerman Akhiri Dua Era Sepak Bola Dunia

Veda Akui Sempat Bersenggolan

Dalam keterangannya setelah balapan, Veda mengakui sempat terjadi kontak dengan pembalap lain.

Meski demikian, ia juga menegaskan bahwa dirinya turut bertanggung jawab atas insiden tersebut dan tidak ingin menyalahkan pihak lain.

Pembalap muda Indonesia itu bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada tim karena gagal membawa pulang poin penting.

Sikap tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan kedewasaan Veda dalam menghadapi situasi sulit di lintasan.

Ia menegaskan akan menjadikan pengalaman di Assen sebagai pelajaran agar mampu tampil lebih cerdas pada seri-seri berikutnya.

Posisi Klasemen Menurun, Fokus Bangkit di Seri Berikutnya

Gagal finis membuat Veda kehilangan peluang menambah poin di klasemen sementara.

Ia kini berada di posisi ketujuh dengan koleksi 82 poin, jumlah yang sama dengan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish.

Sementara Maximo Quiles masih memimpin klasemen dengan keunggulan yang cukup jauh.

Meski hasil di Assen mengecewakan, Veda memastikan dirinya tidak kehilangan semangat. Ia bertekad bangkit pada seri berikutnya di Jerman dan kembali bersaing di barisan depan demi menjaga peluang meraih hasil terbaik musim ini.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Jadi Babak Terakhir Messi vs Ronaldo? Akhir Rivalitas Terbesar Sepanjang Sejarah

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Maximo Quiles #Hakim Danish #Moto3 Assen