TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Veda Ega Pratama menjadi sorotan usai gagal finis pada balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Meski mengalami kecelakaan saat sedang bersaing di barisan depan, pembalap muda Indonesia itu justru dinilai memperoleh keuntungan besar dari insiden tersebut.
Veda Ega Pratama tampil impresif sejak awal balapan dengan mampu merangsek ke posisi terdepan setelah memulai lomba dari grid ketujuh. Meski akhirnya terjatuh dan gagal mengamankan poin, performanya dinilai menjadi bukti bahwa pembalap asal Gunungkidul itu memiliki potensi bersaing dengan para rider terbaik Moto3.
Nama Veda Ega Pratama pun semakin banyak diperbincangkan setelah muncul penilaian bahwa kecelakaan di Assen bukan sekadar kerugian, melainkan bagian penting dalam proses perkembangan kariernya. Bahkan, prediksi yang pernah disampaikan legenda MotoGP Valentino Rossi mengenai pembalap muda disebut mulai terlihat dalam perjalanan Veda.
Performa Impresif Sebelum Terjatuh
Pada balapan Moto3 Belanda 2026, Veda menunjukkan kecepatan yang konsisten sejak sesi kualifikasi. Start dari posisi ketujuh, ia mampu menyalip sejumlah rival hingga sempat berada di posisi kedua dan ikut bersaing memperebutkan kemenangan.
Namun, persaingan ketat di kelompok terdepan berakhir pahit ketika Veda kehilangan kendali motornya dan terjatuh. Insiden tersebut membuat pembalap Honda Team Asia itu gagal menyelesaikan balapan untuk kedua kalinya pada musim 2026 setelah sebelumnya mengalami nasib serupa di Circuit of the Americas.
Meski gagal finis, penampilan agresif Veda mendapat perhatian luas dari tim-tim peserta maupun pengamat Moto3 karena dinilai mampu mengimbangi para pembalap Eropa.
Baca Juga: Piala Dunia 2014: Tragedi Brasil 7-1, Messi Gagal Juara, Jerman Akhiri Dua Era Sepak Bola Dunia
Veda Akui Kesalahan Sendiri
Dalam pernyataan resminya seusai balapan, Veda tidak mencari kambing hitam atas insiden yang dialaminya.
Ia mengaku kecewa karena gagal membawa pulang poin setelah menjalani akhir pekan yang sebenarnya berjalan sangat positif. Meski demikian, pembalap berusia 17 tahun itu memilih mengambil sisi positif dari performanya sepanjang latihan hingga balapan.
Veda juga mengakui masih perlu meningkatkan kecerdasan dalam mengelola situasi balapan.
Menurutnya, kecelakaan tersebut juga merupakan bagian dari kesalahannya sendiri sehingga menjadi pelajaran penting untuk tampil lebih matang pada seri-seri berikutnya.
Rumor Senggolan hingga Penyelidikan
Usai balapan, sempat muncul spekulasi di media sosial yang menyebut Veda terjatuh akibat senggolan dengan pembalap lain.
Beberapa cuplikan video memperlihatkan adanya kontak antarpembalap sebelum Veda kehilangan kendali. Namun berdasarkan evaluasi panel steward, insiden tersebut dikategorikan sebagai racing incident sehingga tidak ditemukan unsur pelanggaran yang layak dikenai hukuman.
Veda sendiri mengakui sempat bersentuhan dengan rider lain sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Akan tetapi, hasil investigasi menunjukkan seluruh pembalap berada dalam perebutan racing line yang sama sehingga kontak tersebut dianggap masih bagian dari dinamika balapan Moto3.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Jadi Babak Terakhir Messi vs Ronaldo? Akhir Rivalitas Terbesar Sepanjang Sejarah
Prediksi Valentino Rossi Dinilai Mulai Terbukti
Nama Valentino Rossi kembali dikaitkan dengan perkembangan Veda setelah sejumlah pihak menilai kecelakaan di awal karier Eropa merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Dalam berbagai kesempatan, Rossi pernah menilai bahwa pembalap muda berbakat membutuhkan pengalaman menghadapi tekanan dan kecelakaan di lintasan sebelum berkembang menjadi pembalap papan atas.
Pengalaman seperti itu dianggap membentuk insting balap, kemampuan membaca situasi, hingga pengambilan keputusan di level kompetisi dunia.
Penampilan Veda di Assen dinilai memperlihatkan bahwa dirinya mampu bersaing di kelompok terdepan meski masih harus menyempurnakan aspek manajemen risiko saat balapan berlangsung.
Honda Disebut Mendapat Banyak Data Berharga
Di balik kegagalan finis, Honda Team Asia juga memperoleh keuntungan teknis yang cukup penting.
Data telemetri yang terekam sebelum kecelakaan memberikan informasi lengkap mengenai karakter motor saat dipacu dalam batas maksimal. Informasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi para insinyur untuk meningkatkan pengaturan suspensi, distribusi beban, hingga karakter motor pada seri-seri berikutnya.
Selain keuntungan teknis, performa Veda juga meningkatkan reputasinya di mata tim dan pengamat internasional. Keberaniannya bertarung di barisan depan membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda Asia yang berpotensi berkembang ke jenjang lebih tinggi.
Kini fokus Veda beralih menuju Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli 2026. Seri tersebut menjadi kesempatan bagi pembalap Indonesia itu untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa pengalaman pahit di Assen menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya menuju level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Ungkap Penyebab Crash di Moto3 Assen, Sempat Bersenggolan hingga Gagal Finis
Editor : Fadhilah Salsa Bella