Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Bangkit Usai Crash di Assen, Mental Petarung Bikin Honda Team Asia Bangga

Fadhilah Salsa Bella • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:03 WIB
Veda Ega Pratama bangkit usai crash di Assen dan tampil impresif pada kualifikasi Moto3 Belanda 2026 hingga mendapat pujian dari Honda Team Asia (Pinterest).
Veda Ega Pratama bangkit usai crash di Assen dan tampil impresif pada kualifikasi Moto3 Belanda 2026 hingga mendapat pujian dari Honda Team Asia (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama menunjukkan mental baja pada rangkaian Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan hari Jumat, pembalap muda Indonesia itu mampu bangkit dan tampil kompetitif hingga membuat seluruh kru Honda Team Asia memberikan apresiasi tinggi.

Performa Veda Ega Pratama menjadi sorotan sepanjang sesi kualifikasi. Alih-alih kehilangan kepercayaan diri akibat insiden sehari sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul itu justru tampil agresif dan sempat menembus tiga besar sebelum akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.

Kebangkitan Veda Ega Pratama di Assen dinilai menjadi bukti bahwa dirinya tidak hanya memiliki kecepatan, tetapi juga mental seorang petarung. Hasil tersebut sekaligus menjaga optimisme Honda Team Asia menghadapi balapan utama Moto3 Belanda 2026.

Bangkit Sehari Setelah Mengalami Crash

Insiden yang dialami Veda pada sesi latihan bebas sempat memunculkan kekhawatiran. Motor mengalami kerusakan sehingga tim mekanik harus bekerja ekstra untuk mengembalikan performanya sebelum sesi berikutnya.

Namun, kekhawatiran itu langsung sirna ketika Veda turun ke lintasan pada hari Sabtu. Sejak awal sesi, ia tampil percaya diri dengan terus memperbaiki catatan waktu di setiap putaran.

Keberanian pembalap berusia 17 tahun itu juga terlihat saat memasuki berbagai tikungan dengan penuh keyakinan. Ia tidak memilih bermain aman, melainkan tetap memaksimalkan setiap kesempatan untuk mencatat waktu terbaik.

Performa tersebut membuat banyak pihak menilai Veda berhasil mengatasi tekanan mental usai mengalami kecelakaan hanya dalam waktu satu hari.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Jadi Babak Terakhir Messi vs Ronaldo? Akhir Rivalitas Terbesar Sepanjang Sejarah

Kerja Keras Kru Honda Berbuah Hasil

Kebangkitan Veda tidak lepas dari kerja keras seluruh kru Honda Team Asia.

Setelah kecelakaan pada hari Jumat, para mekanik bekerja hingga larut malam untuk memperbaiki motor sekaligus mengevaluasi data telemetri. Berbagai penyempurnaan dilakukan agar motor tampil lebih stabil saat memasuki tikungan dan memberikan akselerasi yang lebih baik.

Hasilnya langsung terlihat di lintasan. Motor tampil lebih kompetitif sehingga Veda mampu mengeluarkan seluruh potensinya sepanjang sesi kualifikasi.

Kolaborasi antara pembalap dan tim mekanik menjadi salah satu faktor penting yang membuat performa Veda meningkat secara signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Sempat Masuk Tiga Besar, Finis Kualifikasi Posisi Ketujuh

Sepanjang sesi kualifikasi, Veda beberapa kali membuat kejutan dengan menembus posisi tiga besar.

Harapan untuk mengamankan barisan depan sempat terbuka lebar. Namun pada menit-menit terakhir, sejumlah pembalap berhasil memperbaiki catatan waktunya sehingga posisi Veda bergeser ke urutan ketujuh.

Meski demikian, hasil tersebut tetap disambut positif oleh seluruh anggota Honda Team Asia.

Bagi tim, posisi ketujuh bukan sekadar angka di papan waktu, melainkan bukti bahwa Veda memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dengan para pembalap terbaik Moto3.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ungkap Penyebab Crash di Moto3 Assen, Sempat Bersenggolan hingga Gagal Finis

Hiroshi Aoyama Tersenyum Bangga

Sorotan juga tertuju kepada Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Sepanjang sesi, kamera beberapa kali menangkap ekspresi Aoyama yang tetap tersenyum. Bukan karena puas dengan posisi ketujuh, melainkan bangga melihat perkembangan mental dan performa pembalap muda Indonesia tersebut.

Aoyama memahami tekanan besar yang harus dihadapi Veda, mulai dari ekspektasi publik hingga tuntutan tampil kompetitif di level dunia.

Karena itu, keberhasilan menyelesaikan sesi dengan performa kompetitif dinilai jauh lebih penting sebagai bekal menghadapi balapan utama.

Sambutan Hangat di Garasi Honda

Suasana emosional terjadi ketika Veda kembali ke garasi usai menyelesaikan sesi.

Para mekanik langsung menyambutnya dengan tepukan di bahu dan acungan jempol sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan yang telah ditunjukkan sepanjang akhir pekan.

Bagi seluruh anggota tim, Veda telah memberikan kemampuan terbaiknya. Mereka menyaksikan sendiri proses panjang yang dijalani, mulai dari evaluasi setelan motor hingga usaha pembalap Indonesia itu mencari batas maksimal performa di lintasan Assen.

Kepercayaan tim terhadap Veda pun semakin meningkat. Mereka menilai karakter seorang pembalap hebat tidak hanya diukur dari posisi akhir, tetapi juga dari kemampuan bangkit setelah mengalami tekanan berat.

Dengan bekal performa kompetitif dan mental yang terus berkembang, Honda Team Asia optimistis Veda mampu kembali bersaing pada balapan utama sekaligus melanjutkan tren positifnya di seri-seri Moto3 berikutnya.

Baca Juga: Prediksi Valentino Rossi Disebut Terbukti, Crash Fadillah Arbi? Bukan, Veda Ega Pratama Justru Dapat Keuntungan Besar

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 Belanda 2026 #Sirkuit Assen