TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah penampilannya pada Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Asen. Meski gagal finis (DNF) akibat kecelakaan pada lap kedelapan, pembalap muda Indonesia itu tetap mencuri perhatian berkat performa impresif yang sempat membuatnya memimpin balapan.
Penampilan Feda Ega Pratama dinilai menjadi salah satu yang paling mencolok sepanjang seri Asen. Bahkan, muncul spekulasi mengenai ketertarikan Aspar Team untuk merekrutnya pada musim 2027. Namun, informasi tersebut masih sebatas rumor dan belum diumumkan secara resmi oleh pihak terkait.
Dalam balapan tersebut, Feda memulai race dari posisi ketujuh hasil kualifikasi yang cukup menjanjikan. Meski sempat kehilangan beberapa posisi selepas start, rider Honda Team Asia itu perlahan menemukan ritme balapnya dan mampu merangsek ke kelompok terdepan.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Bangkit Usai Crash di Assen, Mental Petarung Bikin Honda Team Asia Bangga
Feda Sempat Pimpin Balapan
Memasuki lap-lap awal, Feda tampil agresif dengan sejumlah manuver bersih saat menyalip para pesaingnya. Kecepatan yang ditunjukkan pembalap asal Indonesia itu membuatnya berhasil menembus tiga besar sebelum akhirnya mengambil alih posisi pertama.
Aksi tersebut menjadi perhatian karena dilakukan dengan motor Honda yang sepanjang musim dinilai belum mampu menandingi performa motor KTM di kelas Moto3. Feda bahkan sempat terlibat duel ketat dengan sejumlah pembalap papan atas seperti David Almansa dan Maximo Quiles.
Namun persaingan di kelompok depan berlangsung sangat rapat. Karakter Sirkuit Asen yang memiliki lintasan lurus panjang membuat slipstream menjadi faktor penting sehingga posisi pembalap terus berubah hampir di setiap lap.
Kecelakaan Akhiri Peluang Raih Podium
Petaka datang pada lap kedelapan. Ban belakang motor Feda kehilangan traksi sehingga membuatnya mengalami highside dan terjatuh di tikungan.
Meski sempat berusaha kembali melanjutkan balapan, kerusakan pada motor membuatnya akhirnya masuk ke pit lane dan dinyatakan gagal finis.
Hasil DNF tersebut membuat Feda kehilangan peluang meraih poin penting dalam persaingan klasemen Moto3 2026 maupun Rookie of the Year.
Dalam klasemen rookie, Feda kini memiliki koleksi 82 poin, sama dengan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish. Namun posisi pembalap Indonesia itu berada di bawah karena kalah dalam perhitungan hasil finis terbaik sepanjang musim.
Rumor Aspar Team Mencuat
Di luar hasil balapan, perhatian publik juga tertuju pada kabar yang mengaitkan Feda dengan Aspar Team.
Dalam narasi yang berkembang, bos Aspar disebut tertarik melihat kemampuan Feda bersaing menggunakan motor Honda melawan dominasi KTM. Bahkan muncul spekulasi bahwa Feda diproyeksikan menjadi pengganti Maximo Quiles apabila pembalap tersebut naik ke kelas Moto2 musim depan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai negosiasi ataupun kontrak antara Feda Ega Pratama dengan Aspar Team. Seluruh informasi tersebut masih berada pada tahap rumor yang beredar di kalangan penggemar Moto3.
Fokus Bangkit di Moto3 Jerman
Terlepas dari kegagalan di Asen, performa Feda dinilai menunjukkan potensi besar untuk kembali bersaing pada seri berikutnya.
Moto3 2026 masih menyisakan sejumlah putaran sehingga peluang memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka. Seri selanjutnya akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, yang dijadwalkan pada 10–12 Juli 2026.
Karakter lintasan Sachsenring yang teknikal diyakini dapat menjadi kesempatan bagi Feda untuk menunjukkan kembali kecepatannya. Dengan evaluasi terhadap insiden di Belanda, pembalap Honda Team Asia itu diharapkan mampu kembali bersaing di barisan depan sekaligus menjaga asa meraih hasil terbaik hingga akhir musim.
Baca Juga: Hasil Moto3 Belanda 2026: Fadillah Ega Pratama Gagal Finis, Maximo Quiles Makin Kokoh di Puncak
Editor : Fadhilah Salsa Bella