Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Crash di Assen, Bos Honda Tim Asia Sebut Ada Keuntungan Besar di Balik Insiden

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:05 WIB
Veda Ega Pratama gagal finis usai crash di Assen, tetapi Honda Team Asia menilai insiden itu membawa keuntungan besar bagi perkembangan kariernya. (Youtube. com)
Veda Ega Pratama gagal finis usai crash di Assen, tetapi Honda Team Asia menilai insiden itu membawa keuntungan besar bagi perkembangan kariernya. (Youtube. com)

JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMVeda Ega Pratama memang gagal membawa pulang poin usai mengalami crash pada balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen. Namun, insiden tersebut justru dinilai memberikan keuntungan penting bagi proses perkembangan pembalap muda Indonesia itu, baik dari sisi teknis maupun pengalaman bertanding.

Performa Veda Ega Pratama sepanjang akhir pekan di Assen menjadi sorotan. Meski akhirnya gagal finis, pembalap binaan Honda Team Asia itu sempat tampil impresif dengan menembus rombongan terdepan setelah memulai balapan dari posisi ketujuh.

Penampilan agresif Veda Ega Pratama juga memperkuat keyakinan bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi. Crash di Assen dinilai bukan sekadar kegagalan, melainkan bagian dari proses pembentukan mental dan pengalaman sebagai pembalap Moto3.

Baca Juga: Cerita Akhir Pekan Assen: Air Mata Bangga Veda Ega dan Kepedihan Kiandra Ramadipa Red Bull Rookies Cup

Tampil Menjanjikan Sebelum Terjatuh

Berdasarkan jalannya balapan, Veda memulai race dari grid ketujuh setelah mencatat hasil kualifikasi yang cukup kompetitif. Saat lampu start padam, pembalap asal Gunungkidul tersebut langsung tampil agresif dan mampu merangsek ke barisan depan.

Bahkan, Veda sempat bertarung memperebutkan posisi kedua bersama para pembalap papan atas Moto3. Sayangnya, perjuangannya terhenti setelah terlibat insiden yang membuatnya kehilangan kendali dan terjatuh di area gravel.

Kegagalan menyelesaikan balapan di Assen menjadi yang kedua bagi Veda pada musim Moto3 2026 setelah sebelumnya juga gagal finis pada seri Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat.

Baca Juga: Analisa Lucy Wiryono Moto3: Peta Kekuatan Rider Indonesia, Bukan Cuma Veda Ega Pratama!

Veda Akui Kesalahan dan Siap Belajar

Usai balapan, Veda menyampaikan evaluasi secara terbuka melalui pernyataan resmi tim.

Ia mengaku sangat kecewa karena gagal mengonversi performa apik sepanjang akhir pekan menjadi poin di klasemen.

Meski demikian, Veda memilih melihat sisi positif dari penampilannya di Assen. Menurutnya, motor Honda NSF250R memiliki performa yang kompetitif sehingga mampu bersaing di kelompok depan.

Yang menarik, Veda juga tidak mencari alasan atas kecelakaan yang dialaminya. Ia mengakui masih perlu meningkatkan pengambilan keputusan saat balapan.

Baca Juga: Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Seri Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Peringkat 3 Dunia

Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan seorang pembalap muda yang berani mengevaluasi diri demi tampil lebih baik pada seri-seri berikutnya.

FIM Nilai Insiden sebagai Racing Incident

Sempat beredar spekulasi di media sosial bahwa kecelakaan Veda dipicu manuver pembalap lain. Namun hingga kini tidak ada keputusan yang menyatakan adanya pelanggaran.

Dalam balapan Moto3, setiap insiden yang melibatkan kontak antarpembalap akan ditinjau oleh panel steward Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM). Proses investigasi dilakukan menggunakan rekaman kamera, tayangan onboard, hingga data telemetri dari motor.

Baca Juga: Adrian Fernandez Didiskualifikasi 6 Seri Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik Podium dan Peringkat 3 Dunia

Meski Veda mengakui sempat terjadi senggolan sebelum terjatuh, insiden tersebut dinilai masih termasuk racing incident atau bagian dari dinamika balapan sehingga tidak menghasilkan hukuman bagi pembalap lain.

Keuntungan Besar di Balik Crash

Di balik hasil yang mengecewakan, Honda Team Asia menilai ada sejumlah pelajaran penting yang diperoleh dari balapan di Assen.

Dari sisi teknis, data telemetri saat motor kehilangan grip menjadi bahan evaluasi berharga bagi para insinyur Honda. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyempurnakan setelan motor pada seri berikutnya agar lebih sesuai dengan karakter balap Veda.

Selain itu, pengalaman bertarung di rombongan depan juga menjadi modal penting bagi perkembangan mental pembalap berusia muda tersebut.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Crash usai Diduga Terkena Manuver Agresif Rival, Benarkah Adrian Terancam Hukuman Berat?

Pengalaman menghadapi tekanan tinggi dalam persaingan ketat Moto3 dinilai tidak dapat diperoleh melalui sesi latihan biasa.

Tak hanya itu, performa Veda sebelum mengalami crash juga memperlihatkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pembalap Eropa, sehingga semakin meningkatkan reputasinya di paddock Moto3.

Fokus Bangkit di Moto3 Jerman

Setelah gagal meraih poin di Assen, Veda kini mengalihkan fokus ke seri Moto3 Jerman yang akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli 2026. 

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ungkap Penyebab Crash di Moto3 Assen, Sempat Bersenggolan hingga Gagal Finis

Lintasan Sachsenring dikenal memiliki karakter berbeda dengan dominasi tikungan kiri serta perubahan elevasi yang menuntut kondisi fisik prima.

Tim mekanik Honda Team Asia dipastikan akan memanfaatkan seluruh data dari Assen untuk memperbaiki setelan motor sehingga Veda dapat kembali tampil kompetitif. Dengan kecepatan yang telah diperlihatkan sepanjang musim, peluang Veda untuk kembali bersaing di barisan depan masih terbuka lebar.

Jika mampu memaksimalkan sesi latihan dan kualifikasi, pembalap Indonesia itu berpeluang menghapus kekecewaan di Assen sekaligus memburu hasil terbaik pada seri Moto3 Jerman.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Moto3 Belanda 2026 #Moto3 Jerman #Crash Assen