TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama membuka akhir pekan Moto3 GP Jerman 2026 dengan hasil menggembirakan. Pembalap muda Indonesia berusia 17 tahun itu sukses menutup sesi practice di Sirkuit Sachsenring dengan menempati posisi ketiga sekaligus memastikan tiket langsung ke sesi Q2.
Hasil impresif Feda Ega Pratama menjadi modal berharga setelah kegagalannya meraih poin pada seri sebelumnya di Assen akibat insiden crash. Kini, rider Honda Team Asia itu menunjukkan kebangkitan dengan mencatatkan waktu kompetitif di salah satu sirkuit paling teknis dalam kalender Moto3.
Keberhasilan Feda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 juga menegaskan peningkatan performanya sepanjang musim. Catatan waktu yang dibukukan menempatkannya hanya di belakang dua pembalap Spanyol, yakni Maximo Quiles dan Alvaro Carpe.
Baca Juga: Harga Honda Mobilio Bekas Januari 2026 Mulai Rp106 Jutaan, Simak Daftar Lengkap dan Lokasinya
Finis Tiga Besar Practice Sachsenring
Pada sesi practice yang berlangsung Jumat (3/7/2026), Feda tampil konsisten sejak awal hingga akhir sesi.
Ia membukukan waktu terbaik sekitar 1 menit 25,8 detik sehingga mengamankan posisi ketiga klasemen gabungan practice. Hasil tersebut sekaligus memastikan pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu langsung lolos ke Q2 tanpa harus melewati sesi Q1.
Sementara posisi pertama ditempati Maximo Quiles, disusul Alvaro Carpe di peringkat kedua.
Sebaliknya, rival asal Malaysia, Hakim Danish, harus puas berada di posisi ke-20 sehingga wajib berjuang melalui Q1 apabila ingin memperebutkan pole position.
Feda Akui Motor Kini Lebih Nyaman
Usai sesi practice, Feda mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya.
Ia menjelaskan pengembangan setelan motor setelah balapan di Assen memberikan perubahan signifikan, terutama pada sektor suspensi dan elektronik yang membuat Honda NSF250RW miliknya lebih stabil saat melintasi tikungan panjang Sachsenring.
Menurutnya, sejak putaran pertama sesi latihan, dirinya langsung merasakan peningkatan performa motor sehingga mampu menjaga ritme balap secara konsisten tanpa harus memaksakan penggunaan ban.
Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya mampu bersaing di kelompok terdepan sepanjang sesi practice.
Baca Juga: Honda Mobilio Bekas Dijual Mulai Rp94 Jutaan, Tipe RS hingga Matik Banyak Diburu, Cek Daftarnya
Bangkit Setelah Crash di Assen
Feda mengakui hasil positif di Jerman menjadi jawaban atas kekecewaan yang dialaminya pada Moto3 GP Belanda.
Saat itu, ia gagal finis akibat mengalami kecelakaan ketika sedang bersaing di grup depan.
Insiden tersebut sempat membuatnya kehilangan peluang meraih poin penting. Namun, pembalap berusia 17 tahun itu memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi untuk bangkit.
Ia menegaskan target utamanya di Sachsenring adalah memperbaiki hasil sekaligus mengembalikan kepercayaan diri menghadapi persaingan Moto3 musim ini.
Performa Feda Jadi Sorotan
Penampilan Feda di Sachsenring juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Dalam transkrip video, disebutkan nama legenda MotoGP, Valentino Rossi, memberikan apresiasi terhadap perkembangan pembalap Indonesia tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga emosi saat bertarung di kelas Moto3 yang dikenal sangat kompetitif.
Selain itu, video juga memuat narasi mengenai perhatian Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier terhadap penampilan Feda.
Namun, pada bagian akhir video, kreator secara eksplisit menjelaskan bahwa narasi mengenai pernyataan Valentino Rossi maupun Presiden Jerman merupakan karangan atau ilustrasi yang dibuat sebagai edukasi agar penonton lebih berhati-hati terhadap maraknya informasi yang tidak terverifikasi di media sosial.
Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan dari transkrip adalah keberhasilan Feda Ega Pratama finis di posisi ketiga sesi practice dan lolos langsung ke Q2, sedangkan klaim mengenai komentar Valentino Rossi maupun undangan dari Presiden Jerman bukan merupakan fakta yang telah dikonfirmasi.
Modal positif di Sachsenring diharapkan menjadi awal kebangkitan Feda setelah hasil kurang memuaskan di Assen. Apabila mampu mempertahankan konsistensi pada sesi kualifikasi dan balapan utama, peluang pembalap muda Indonesia itu meraih hasil terbaik di Moto3 GP Jerman 2026 terbuka lebar.
Baca Juga: Honda Mobilio Bekas CVT 2015 Masih Diburu, MPV 7 Penumpang Ini Cocok untuk Keluarga Muda
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest