TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang Moto3 Jerman 2026. Pembalap muda Indonesia itu dikabarkan mendapat dukungan dari perusahaan pelumas asal Jerman, Liqui Moly, di tengah performanya yang terus mencuri perhatian sepanjang musim bersama Honda Team Asia.
Nama Feda Ega Pratama semakin diperbincangkan setelah tampil impresif di Moto3 Assen. Meski gagal finis akibat insiden highside, aksinya yang sempat memimpin balapan membuat banyak pihak menilai pembalap asal Gunungkidul tersebut memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi Moto3.
Selain mendapat perhatian dari sponsor, Feda Ega Pratama juga menuai pujian dari sejumlah pengamat karena mampu tampil kompetitif menggunakan Honda NSF250RW yang dinilai belum sekuat motor-motor rival seperti KTM maupun CFMoto. Namun perlu dicatat, sejumlah klaim dalam video, seperti dukungan penuh Liqui Moly, komentar Dani Pedrosa, Mark Márquez, hingga keterlibatan pemerintah Malaysia, belum mendapat konfirmasi resmi sehingga masih sebatas narasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Honda Mobilio Bekas Dijual Mulai Rp94 Jutaan, Tipe RS hingga Matik Banyak Diburu, Cek Daftarnya
Performa Feda Menarik Perhatian
Sepanjang Moto3 2026, Feda menunjukkan perkembangan signifikan bersama Honda Team Asia. Meski mengendarai motor yang dinilai belum menjadi paket paling kompetitif di grid, ia beberapa kali mampu bersaing di kelompok depan.
Di Moto3 Assen, Feda memulai perjuangan dari sesi Q1 sebelum akhirnya lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh. Saat balapan berlangsung, ia sempat tercecer pada lap-lap awal.
Namun dengan strategi agresif dan kemampuan memanfaatkan momentum, Feda berhasil menyalip sejumlah pembalap hingga memimpin jalannya balapan pada lap kelima.
Penampilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembalap Indonesia itu mampu mengimbangi para rival yang menggunakan motor dengan performa lebih baik.
Highside Akhiri Peluang Raih Poin
Sayangnya, hasil positif yang sudah di depan mata harus berakhir lebih cepat.
Memasuki lap kedelapan, saat berusaha mempertahankan posisi di rombongan depan, ban belakang Honda NSF250RW kehilangan traksi ketika keluar tikungan. Motor mengalami highside sehingga Feda terlempar dan tidak dapat melanjutkan balapan.
Meski gagal finis, aksinya sepanjang balapan tetap mendapat apresiasi karena mampu memperlihatkan kecepatan kompetitif di salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender Moto3.
Usai balapan, Feda juga mengakui kecelakaan tersebut merupakan kesalahannya sendiri akibat terlalu memaksakan ritme saat kondisi ban mulai menurun.
Baca Juga: Honda Mobilio Bekas Dijual Mulai Rp94 Jutaan, Tipe RS hingga Matik Banyak Diburu, Cek Daftarnya
Persaingan Rookie of the Year Memanas
Hasil di Assen membuat persaingan Rookie of the Year Moto3 2026 semakin ketat.
Rival terdekat Feda, Hakim Danish asal Malaysia, berhasil memanfaatkan situasi untuk menambah poin sehingga posisi keduanya di klasemen semakin berdekatan.
Meski demikian, banyak pengamat menilai kecepatan Feda di lintasan tetap menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Penampilannya saat memimpin balapan menjadi indikator bahwa ia memiliki peluang besar bersaing memperebutkan podium apabila mampu menghindari kesalahan pada seri-seri berikutnya.
Fokus Hadapi Sachsenring
Kini seluruh perhatian Feda tertuju pada Moto3 Jerman di Sachsenring yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Juli 2026.
Karakter sirkuit yang sempit, teknis, dan didominasi tikungan kiri dinilai lebih mengutamakan kemampuan pembalap dibanding keunggulan tenaga mesin.
Kondisi tersebut dinilai sesuai dengan gaya balap Feda yang mengandalkan pengereman terlambat, kecepatan di tikungan, serta kemampuan membaca racing line.
Honda Team Asia juga disebut telah melakukan evaluasi terhadap penyebab kecelakaan di Assen, terutama terkait pengelolaan ban dan setelan motor agar tampil lebih kompetitif di seri berikutnya.
Dengan pengalaman berharga di Assen, motivasi untuk bangkit, serta performa yang terus meningkat sepanjang musim, Feda Ega Pratama diharapkan mampu kembali bersaing di barisan depan Moto3 Jerman sekaligus menjaga peluang meraih gelar Rookie of the Year 2026.
Baca Juga: Honda Mobilio Bekas CVT 2015 Masih Diburu, MPV 7 Penumpang Ini Cocok untuk Keluarga Muda
Editor : Fadhilah Salsa Bella