TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang Moto3 GP Jerman 2026. Pembalap muda Indonesia itu disebut mendapat dukungan dari perusahaan pelumas asal Jerman, Liqui Moly, setelah penampilannya sepanjang musim dinilai mampu mencuri perhatian meski mengendarai motor Honda yang belum kompetitif.
Feda Ega Pratama juga menjadi perbincangan usai tampil impresif di Moto3 Belanda. Meski gagal finis akibat insiden highside saat memimpin balapan di Sirkuit Assen, aksinya dinilai menunjukkan potensi besar sebagai salah satu rookie terbaik musim ini.
Menjelang seri Sachsenring, Feda Ega Pratama diharapkan kembali bersaing di barisan depan. Dukungan sponsor baru, persaingan ketat dengan Hakim Danish, serta peluang memperbaiki posisi klasemen membuat balapan di Jerman menjadi momen penting bagi pembalap Honda Team Asia tersebut.
Dukungan Liqui Moly Jadi Sorotan
Performa Feda sepanjang Moto3 2026 disebut berhasil menarik perhatian Liqui Moly, salah satu perusahaan pelumas ternama asal Jerman yang memiliki keterkaitan erat dengan ajang balap internasional.
Dalam transkrip video yang beredar, disebutkan bahwa dukungan tersebut menjadi sinyal kepercayaan terhadap potensi pembalap asal Gunungkidul itu. Meski belum ada pengumuman resmi mengenai detail kerja sama, dukungan sponsor dinilai dapat memperkuat sisi operasional dan mental tim menghadapi sisa musim kompetisi.
Kepercayaan dari perusahaan besar tersebut muncul setelah Feda mampu tampil kompetitif bersama Honda NSF250RW yang sepanjang musim dianggap masih kalah dari motor KTM maupun CFMOTO.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Jerman 2026 Lengkap: Sprint Race, Race Utama, dan Klasemen Terbaru MotoGP
Tampil Impresif Meski Gagal Finis di Assen
Pada seri Moto3 Belanda di Sirkuit Assen, Feda menjalani akhir pekan yang tidak mudah. Ia harus memulai perjuangan dari sesi Q1 setelah mengalami kecelakaan pada latihan bebas.
Namun pembalap Indonesia itu berhasil lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh. Saat balapan berlangsung, Feda menunjukkan kecepatan impresif hingga mampu merangsek ke posisi terdepan.
Sayangnya, ketika persaingan semakin ketat memasuki lap-lap akhir, ia mengalami insiden highside akibat kehilangan traksi ban belakang. Kecelakaan tersebut membuatnya gagal finis dan kehilangan peluang meraih poin penting.
Meski demikian, aksi Feda memimpin balapan sebelum terjatuh tetap mendapat apresiasi luas karena menunjukkan kemampuannya bersaing dengan para pembalap Eropa.
Dani Pedrosa dan Marc Marquez Beri Penilaian Positif
Transkrip video juga menyebut nama legenda MotoGP Dani Pedrosa yang diklaim memberikan apresiasi terhadap kemampuan Feda mengendalikan motor Honda yang kurang kompetitif.
Selain itu, muncul pula narasi mengenai Marc Marquez yang disebut menilai kecerdasan balap Feda berada di atas rata-rata pembalap rookie. Dalam narasi tersebut, Marquez bahkan diklaim menyarankan Honda Team Asia meningkatkan performa motor agar potensi Feda dapat dimaksimalkan.
Namun, klaim mengenai pernyataan Pedrosa maupun Marquez tersebut belum disertai sumber resmi sehingga perlu dipandang sebagai informasi yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Persaingan Rookie of the Year Semakin Sengit
Persaingan Feda dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish, juga menjadi salah satu perhatian utama musim ini.
Keduanya sama-sama mengoleksi 82 poin di klasemen sementara. Namun Danish berada satu tingkat di atas karena unggul dalam catatan hasil terbaik sepanjang musim.
Di sisi lain, Feda masih memiliki peluang besar memperbaiki posisinya mengingat sejumlah seri masih tersisa hingga akhir musim.
Fokus Bangkit di Sachsenring
Moto3 GP Jerman di Sirkuit Sachsenring menjadi kesempatan bagi Feda untuk bangkit setelah kegagalan di Assen.
Karakter Sachsenring yang sempit dan teknis dinilai lebih mengandalkan kemampuan pembalap dibanding keunggulan tenaga mesin. Kondisi tersebut diyakini dapat menjadi keuntungan bagi Feda yang selama ini dikenal memiliki gaya balap agresif, kemampuan pengereman kuat, serta kecerdasan dalam menentukan racing line.
Jika mampu tampil konsisten dan menghindari kesalahan, Feda berpeluang kembali bersaing di barisan depan sekaligus menjaga asa merebut gelar Rookie of the Year Moto3 2026.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Diisukan Naik ke Moto2 Lebih Cepat, Benarkah Honda Siapkan Langkah Besar?
Editor : Fadhilah Salsa Bella